DiPtra

Enjoying The Less

Menu Close

Ketika Monas Menjadi Tempat Latihan Wuquf

Hati bergetar hebat begitu memasuki pelataran Monas dari pintu gerbang Barat Daya. Gemuruh shalawat melingkupi udara membuat hati bergetar semakin kuat, pelupuk mata saya mulai sedikit berair. Guna mencari lokasi untuk mengikuti shalat Jum’at, kami berlima berjalan menelusuri celah-celah jama’ah yang sudah menggelar sajadah.

Awan mendung tidak terlalu pekat membumbung di atas seperti tudung yang melindungi dari terik matahari. Saya kerap memperhatikan jika hujan hendak turun, biasanya udara terasa gerah. Namun saat itu udara terasa sejuk, padahal saat itu jam 11 siang. Maka saya memprediksi hujan tak akan turun, selain itu prakiraan cuaca dari BMKG memprediksi cerah berawan pada hari Jum’at tanggal 2 Desember 2016. Walaupun ketika berjalan dari arah jalan Merdeka Selatan sempat turun hujan rintik sebentar.

Blusukan mencari shaf yang masih lowong

Blusukan mencari shaf yang masih lowong

Saya sempat khawatir jika terjadi hujan. Khawatir masuk angin dan jama’ah bakal kocar-kacir nanti jika hujan deras menerpa. Doa saya dalam hati, “mbok yaa kalo hujan gerimis ajah ya Allah”. Breesss tak berapa lama bukan hujan gerimis yang hadir tapi hujan medium, bukan gerimis bukan juga hujan lebat. Doa saya ga dikabulkan. Tapi saya bersyukur do’a saya tidak dikabulkan perkara hujan hari itu.

Read more

Rojiun Menang Lotre

Kau tentu masih ingat perihal cerita absurd Rojiun cuti makan nasi. Bila kau belum pernah membacanya, aku sarankan untuk sejenak membaca tulisanku yang berjudul Ketika Rojiun Cuti Makan Nasi. Tak begitu panjang, lebih kurang butuh waktu 3 menit membacanya. Semoga kau galau membacanya. Kemudian menjadi anak bandel karena menentang perintah orang tua untuk makan nasi 3 kali sehari. Semoga kau tetap menjadi anak yang sholeh dan sholihah walaupun bandel. Amin.

Aku akan bercerita bahwa Rojiun pernah memenangkan lotre. Kali ini hanya aku yang bermonolog menceritakan Rojiun. Tak akan kau temui Rojiun bercakap-cakap seperti di tulisan sebelumnya. Anggap saja aku sedang mengajakmu menikmati ghibah terhadap Rojiun.

Pasti hati kecilmu menolak untuk melakukan ghibah terhadap Rojiun. Tapi aku tau, rasa KEPO-mu kepada Rojiun melebihi rasa takutmu akan dosa ghibah. Tenang, jangan takut, aku mengenal baik Rojiun. Ia malah bahagia ketika aibnya disebarkan. Salah satu prinsip hidupnya adalah, biarlah orang lain bersuka cita mengetahui aib dirinya, asal ada ilmu dan hikmah yang bisa dipetik.

Read more

6 Alasan Mengenakan Model Pakaian Yang Sama Setiap Hari

Mark Zuckerberg dan Steve Jobs adalah dua tokoh terkenal yang kerap menggunakan pakaian yang sama setiap hari. Selain mereka berdua, ternyata beberapa tokoh terkenal lain juga menerapkan hal yang sama, seperti Christopher Nolan.

Budaya fashion yang berubah dengan cepat, tanpa sadar membuat banyak orang masuk kedalam pusaran gaya hidup konsumtif berlebihan. Tak ada yang salah dengan konsumtif, namun ketika melampaui batas tentu ada yang salah dalam prosesnya.

Read more

#ORANGMAIYAH

Harus dimulai dari manakah jika harus membahas tetang orang Maiyah..? Apakah dari Cak Nun ataukah dari acara-acara Maiyah yang diadakan, baik yang bersifat rutin maupun insidental..?

Jika harus dimulai dari Cak Nun, maka Cak Nun sendiri kerap berujar jama’ah Maiyah bukanlah jama’ah miliknya. Bukan pula bahan baku dalam rangka meracik kue kekuasaan politik. Jika mau kekuasaan politik, maka Cak Nun sudah memetiknya di awal-awal reformasi.

Namun bila pembahasan harus dimulai dari acara rutin maupun insidental yang diadakan  oleh simpul-simpul Maiyah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, maka Maiyah bukan semata kongkow-kongkow fisik dalam satu ruang dan waktu terbatas. “Cahaya” yang berpendar di ubun-ubun orang Maiyah melintasi dimensi ruang dan waktu.

Read more

Ketika Rojiun Cuti Makan Nasi

Apakah kau tau beberapa ciptaan Tuhan sudah dimanipulasi manusia..? Mereka memanipulasi DNA ciptaan-Nya layaknya mengedit artikel di meja redaksi surat kabar. Mereka menginginkan hasil utak-atik DNA itu serenyah editorial pagi surat kabar ibukota.

Apakah utak-atik DNA ini sebentuk makar kepada Tuhan..? Aku sendiri tak tahu, karena selama ngaji di madrasah belum sampai pada bab fatwa memanipulasi DNA.

Kala di madrasah, ustadz masih sibuk membahas bab waris, apakah anak durhaka mendapat jatah waris. Lalu merembet pada Malin Kundang yang mendapat jatah warisan kutukan dari Mamaknya.

Read more

© 2016 DiPtra. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.