Serangan Kolom Komentar

Kamis lalu, tiba-tiba ada beberapa notifikasi komentar masuk dari aplikasi WordPress di handphone saya. Dalam waktu hampir bersamaan notifikasi komentar-komentar itu masuk.

IMG_5641
Serangan Spam dengan bahasa Alien

Sebagai bloger, tentu ada rasa senang ketika sebuah tulisan yang tertuang di blog mendapat respon dari pembacanya. Tapi rasa senang akan berubah menjadi jengkel ketika mendapati komentar yang masuk adalah komentar spam. Haiish ini sih namanya menyebalkan sekali.

Yaah namanya juga orang usaha, berbagai cara dilakukan. Entah apa tujuan dari spammer yang menyerang lapak komentar blog ini. Padahal dari sisi lalu-lintas pengunjung blog saya ini tidak rame-rame amat. Hmm entahlah.

Komentar spam masuk karena pada dashboard WordPress blog ini saya men-setting untuk menerima semua komentar yang masuk di kolom komentar. Hmm ini sih dikarenakan keteledoran saya sebenarnya.

Saya menganggap fitur Akismet yang disediakan oleh WordPress cukup kebal menahan serangan komentar spam. Akan tetapi pada kasus yang saya alami, pertahanan  Akismet akhirnya jebol juga. Saya belum melaporkan insiden ini kepada pihak WordPress.

Untuk menanggulangi hal ini, maka saya merubah setting-an kolom komentar di blog ini. Komentator minimal sudah pernah mendapatkan sekali persetujuan dari saya untuk meninggalkan komentar. Hal ini saya maksudkan sebagai verifikasi komentator dan langkah preventif terhadap serangan spammer di masa yang akan datang.

Jadi kalau kamu baru kali pertama meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf jika komentar kamu tidak langsung muncul di kolom komentar. Tapi kalau kamu sudah pernah meninggalkan komentar sebelumnya dan mendapat peretujuan dari saya, maka komentar kamu akan langsung muncul di kolom komentar.

Berikut ini cara men-setting kolom komentar di blog melalui aplikasi WordPress di handphone.

1. Masuk pada tab Settings

IMG_5645.PNG
pilih bagian Discussion pada tab Settings

 

2. Pilih bagian automatically Approve

IMG_5646
Pilih opsi Automatically Approve

 

3. Pilih Opsi Known User’s Comments

IMG_5644.PNG
Pilih Opsi Known User’s Comments

Salam..
DiPtra

High Heels

Sambil menanti Mas Karso di lobby perusahaan tempat saya bekerja, saya melihat video feature dari perusahaan. Beberapa orang yang menjadi model dalam video feature itu saya kenal. Bahkan salah satunya adalah teman kosan saya.

Ketika video feature sampai pada segment Safety Induction saya memperhatikan satu hal yang cukup menarik. Ketika terjadi bencana di tempat kerja dan pegawai harus melakukan evakuasi, jika pegawai wanita mengenakan highhees, maka mereka harus melepaskannya.

Hal ini nampak di video feature ketika salah seorang pegawai wanita melepaskan highheels-nya ketika hendak berlari untuk evakuasi. Karena dikhawatirkan mudah terjatuh ketika berlari jika masih mengenakan highheels, kecuali kamu mengantongi sertifikat marathon dengan highheels, *emang ada yaa hihi.

Dari kejadian ini saya kembali teringat akan fenomena bahwa wanita adalah salah satu makhluk Tuhan yang paling gemar mempersulit diri sendiri. Sering kali sih demi penampilan agar terlihat oke mereka rela bersusah payah menahan derita.

Coba saja lihat tren fashion wanita. Mulai alis sinchan, bulu mata anti badai, softlens warna-warni, behel kece, legging macan loreng, highheels. Bahkan jika ada lomba tinggi-tinggian highheels niscaya tren highheels egrang akan dikenakan juga.

Tulisan ini hanya memberikan sedikit reminder bagi rekan-rekan pembaca wanita yang kerap mengenakan highheels. Sayangi kesehatan tubuhmu, jangan dikorbankan hanya demi prestis penampilan oke. Kami para lelaki tak melulu melihat penampilan kok

Jadi tenang saja wahai dirimu wanita yang merasa pas-pasan dalam hal penampilan, masih banyak lelaki yang melihat inner beauty, *halaah bahasamu lambe lamis. Percuma dong yaa penampilan seksi, menor, bahenol bin semlohay tapi sakit-sakitan, mau?

Berikut ini ada infografis menarik tentang perbandingan ketika wanita mengenakan flat shoes dan highheels. Semoga bermanfaat.

img_5640
How High Heels Hurt Your Body via pinterest

 

Salam..
DiPtra

Tenebris

Di balik kenyamanan-kenyamanan fasilitas yang kita rasakan saat ini, terdapat pihak-pihak yang menukarkan waktu dan tenaganya untuk menjaga keberlangsungan dari fasilitas yang kita gunakan. Pernyataan ini saya dapati ketika melihat pekerja yang sedang membangun jalan layang di seputaran Bandara Soekarno – Hatta.

Di balik kelancaran kendaraan yang berlalu lalang di jalan layang, ada para pekerja yang menggunakan waktu dan tenaganya untuk membangun jalan. Di balik pekerja-pekerja yang membangun jalan layang itu, terdapat orang-orang yang merekayasa dan merencanakan pembangunannya. Mereka juga menghabiskan waktu dan tenaganya untuk merencanakan dan merekayasa pembangunan jalan layang.

Pada bidang yang saya geluti juga sama. Bidang transmisi energi listrik dari pembangkit hingga bisa sampai ke rumah kita. Karena berkecimpung dalam dunia ini, saya juga mengenal “orang-orang gila” yang mengorbankan waktu dan tenaganya. Bahkan rela mengorbankan perasaannya karena berjauhan dengan keluarga.

Hampir semua fasilitas yang kita nikmati di segala bidang terdapat manusia-manusia yang bekerja siang dan malam demi kelancaran layanan. Mulai dari bidang kesehatan, telekomunikasi, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Mendapati kenyataan ini, membuat hati lebih bersyukur karena tidak perlu memusingkan hal-hal mendetail tentang hal-hal itu.

Malu rasanya jika fasilitas-fasilitas itu mengalami gangguan kemudian serta merta sumpah serapah terlontar dari mulut kita. Secara tidak langsung sumpah serapah itu terlontar juga kepada manusia-manusia yang bekerja di balik layar atas fasilitas-fasilitas yang kita nikmati. Manusia-manusia yang bekerja di balik kegelapan untuk mempersembahkan cahaya kenyamanan kepada masyarakat.

We work in the dark to serve the light.
– Assassin’s Creed

Hingga sore hari ini saya belum latihan mindfulness. Sedari pagi jadwal sudah cukup padat guna mengejar penerbangan pagi dari Malang menuju Jakarta. Alhasil saya lupa berlatih mindfulness walaupun tadi ada cukup waktu terluang. Tapi yaa enggak apa-apa sesekali terlupa latihan mindfulness. Mungkin nanti sebelum tidur saya luangkan waktu beberapa menit untuk me-review apa-apa yang terjadi hari ini.

Salam..
DiPtra