Catatan-Catatan Baru

Tahun 2017 dan saya memulai catatan-catatan baru di diptra.com. Nasib tulisan lama masih available dengan status menjadi page yang tak nampak di halaman utama blog.

Setelah 14 hari terakhir di tahun 2016 ngeblog menggunakan Ghost, di awal tahun 2017 ini saya kembali lagi menggunakan WordPress. Kali ini saya sedikit melakukan sentuhan yang berbeda pada tataran teknis engine WordPress yang saya gunakan. Ghost memang sangat sederhana dan memiliki editor teks yang sangat bagus. Namun semenjak menyadari WordPress mulai melakukan pengembangan ke arah JavaScript maka saya merasa migrasi ke Ghost adalah tindakan yang cukup gegabah. Satu hal yang pasti, saya ingin meminimalisir printilan-printilan teknis ngeblog yang kerap menyita waktu karena terlalu asyik dan melupakan esensi ngeblog, yaitu menghasilkan karya berupa tulisan. Lupakan sejenak perkara migrasi platform ini dan beralih pada bahasan lain.

Tahun 2016 terasa berlalu begitu cepat. Ada banyak hal yang terjadi selama 2016. Jika didefinisikan dalam 1 atau 2 kata, tahun 2016 adalah tahun business travelling bagi saya. Pada awal tahun 2016 mendadak training ke Malaysia. Bulan selanjutnya ditodong menjadi kurir ke Singapore. Pertengahan tahun kali pertama meeting dengan client di Solo, bondho nekat. Paling mengejutkan adalah menjadi pemain cadangan untuk training ke Munchen, Jerman di awal caturwulan 3 tahun 2016. Namun, satu hal yang pasti menghabiskan waktu 15 sampai 17 jam di kereta api dari Stasion Pasar Senen sampai Stasion Malang Kota Baru adalah travelling paling rutin saya lakoni hampir setiap bulan.

Tahun 2016 secara tak sengaja berkenalan dengan komunitas blogger traveller dan salah satu dedengkot travel writer Indonesia yaitu Mas Teguh Sudarisman. Sempat tergoda juga untuk menjadi blogger traveller, tapi apa daya, pada dasarnya saya anak rumahan yang kurang suka keluyuran. Aah iyaa, travelling itu berbeda dengan keluyuran, tapi bakat travelling itu berasal dari perilaku suka keluyuran #ditabokbloggertraveller. Sialnya, saya baru tau kalau dengan menjadi blogger traveller itu membuka peluang untuk jalan-jalan gratis dengan balas jasa berupa review dalam bentuk tulisan.

30 hari menuliskan #RamadhanNotes di blog juga menjadi sebuah prestasi tersendiri selama bulan Ramadhan 1438 Hijriah yang lalu. Besar kemungkinan ritual tantangan menulis setiap hari di bulan Ramadhan juga akan saya lakukan lagi.

Tentang hidup minimalis atau minimalism, maka di tahun 2016 pakaian dan buku adalah item yang saya reduksi jumlah kepemilikannya. Salah satunya saat menjalankan project 333 yang digagas oleh Mba Courtney Carver. Tentang buku-buku sebagian saya hibahkan, sebagiannya lagi saya jual.

Visi kasar tentang minimalism di tahun 2017 yang ingin saya lakukan adalah meningkatkan efisiensi waktu bekerja di kantor. Single tasking dan mengurangi distraksi selama bekerja adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.

Visi kasar yang lain tentang minimalism di tahun 2017 terkait kehidupan sebagai anak kost, adalah mengurangi jumlah barang yang ada di kamar kosan. Mengingat, semenjak ngekost tahun 2010 hingga 2015 saya melakukan penimbunan barang-barang yang tidak terlalu penting. Harapannya, barang-barang yang ada di kamar kosan saya nanti muat dalam satu atau dua tas saja, seperti yang dilakukan oleh Colin Wright.

Anyway, di tahun 2016 ini Raffii sudah mulai belajar berlari dan mengeja kata. Untuk anak berusia 2 tahun 4 bulan sudah lumayanlah perkembangannya. Semoga menjadi anak yang sholeh di kemudian hari. Semoga yang baca mengucap ‘amin’ walau di dalam hati :D.

Yang paling mengesankan di tahun 2016 adalah Raffi semangat jika diajak shalat jama’ah ke masjid. Alhamdulillah tidak bertaburan berlarian saat shalat jama’ah. Namun, ketika shalat jama’ah sampai pada gerakan sujud, Raffii tidak ikutan sujud, dia malah tiarap. 😀

Salam..
dia yang memulai catatan-catatan baru

Advertisements

3 thoughts on “Catatan-Catatan Baru

  1. Single tasking ini juga yang mulai saya lakukan tahun ini, Insya Allah. Saya kudu mencoba melakukan ini karena merasakan tidak fokus dengan banyak job yang dikerjakan dalam satu waktu. Hasil multi tasking ini juga tidak memuaskan, tidak makjos begitulah.

    Minimalis dalam hal pakaian saya sudah berhasil ala saya: membeli pakaian dalam tiga tahun hanya tiga pasang. Bahkan celdam dalam dua tahun gak beli, karena masih banyak celdam dan kaos dalam yang masih layak pakai, hehehe…
    Semoga tahun ini lebih baik, aamiin.

    Like

    1. hihi begitulah Mas Alris, awal-awal menggemari konsep lifehacks kelihatannya multitasking itu keren. Setelah dicoba dan dijalankan, weeew serasa hampa. Namun, ketika single tasking dipraktikkan hasilnya lebih baik.

      yaaa kalo celana dalemnya punya banyak sih ga beli 5 tahun ga apa-apa, asal ga jebol hihi..

      jadi ada berapa banyak celana dalam mas..?

      Like

  2. Ditutup dengan sejumlah cerita tentang Raffi, sangat menyenangkan membacanya. Semoga catatan-catatan baru berikutnya porsi Raffi bisa lebih banyak.
    Jarang kan lelaki yang bercerita tentang dirinya sebagai ayah ( ato saya aja yang kurang membaca ya? #eh) apalagi dengan penuh kebanggaan. ☺️

    Terima kasih untuk tulisannya, bang Diptra.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s