Tuesday, 10 January 2017

Cara Melipat dan Menata Baju yang Efektif

Setiap saya mengambil pakaian dari lemari, selalu saja pakaian yang menumpuk di atasnya menjadi berantakan. Kondisi berantakan menjadi semakin parah ketika pakaian yang saya ambil adalah pakaian yang berada di tumpukan paling bawah. auuuchh, kalau kondisi lemari sudah berubah menjadi berantakan tingkat kecamatan, rasanya males banget untuk merapikan kembali.

Bisanya kondisi berantakan itu saya biarkan hingga beberapa hari. Baru di akhir pekan saya rapikan kembali dengan helaan nafas yang begitu berat. Dari sini saya memahami pekerjaan beberes, baik itu rumah ataupun kamar, adalah satu hal yang menguras energi dan waktu. Namun, ketika selesai beberes ada perasaan lega dan nyaman mendapati kondisi ruangan yang rapi.

Maka dari itu, saya harus mencari metode untuk mengatasi kejadian lemari berantakan setelah mengambil pakaian seperti yang saya paparkan di atas. Sebuah metode yang efektif dan efisien untuk menata pakaian di lemari.

Alhamdulillah, dari hasil berselancar di internet, saya menemui metode Konmari yang digagas oleh Marie Kondo. Seorang wanita Jepang yang mendedikasikan hidupnya sebagai konsultan beberes rumah, hihih ada yaa ternyata konsultan untuk genre seperti ini.

Sebenarnya metode Konmari sudah mendunia, saya ajah yang kuper dan baru tau metode ini belakangan. Bahkan untuk menyewa jasa Marie Kondo untuk membantu menuntaskan kondisi rumah yang berantakan, para client harus rela berada di daftar tunggu selama 3 bulan. Hmmm mantap jaya sekali tanteMarie Kondo ini yaa..

Nah, untuk kasus saya kali ini saya membutuhkan cara menata pakaian yang efektif. Ternyata untuk bisa menata pakaian secara efektif, haruslah didahului dengan cara melipat yang tepat. Berikut ini saya sajikan video cara melipat baju yang efektif menggunakan metode dasar Konmari dari web Marie Kondo langsung…

Metode sederhana dari Marie Kondo ini tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sedari kecil sudah diajari cara melipat baju secara konvensional. Setelah metode melipat secara efektif ala Konmari sudah saya praktekkan, selanjutnya adalah mempraktekkan cara menata pakaian yang efektif. Sebuah metode yang tidak membuat berantakan ketika hendak mengambil pakaian.

Saran yang diberikan oleh Marie Kondo dalam bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up adalah menata dengan model vertikal, bukan menumpuk. Menurut Marie Kondo, menata barang dengan model vertikal akan menghemat tempat dan menjadi indikator ketika kita mulai menimbun barang.

Dengan menata secara menumpuk, sering kali pakaian yang ada pada bagian bawah terlupakan. Dampak buruknya adalah seperti paparan saya di awal artikel, ketika mengambil pakaian di lapisan bawah, maka pakaian bagian atasnya sering kali ikut terburai.

Secara sederhana menata model vertikal dapat diilustrasikan seperti penataan buku pada rak buku. Buku ditaruh secara berdiri dan berjajar. Pada metode Konmari, pakaian yang sudah dilipat sedemikian rupa ternyata bisa diposisikan vertikal.

Masalah yang saya hadapi adalah lemari yang ada di kamar kosan saya tidak memiliki drawer. Jika pakaian ditaruh dengan model vertikal dalam lemari, nantinya saya akan mengalami kesulitan ketika akan mengambil pakain di bagian dalam, bagian terjauh dari pintu lemari.

Untunglah kardus bekas blender yang saya beli tahun lalu belum saya buang. Dengan melakukan sedikit modifikasi, saya menyulap kardus bekas blender menjadi drawer untuk pakaian di dalam lemari. Lebih kurang penampakannya seperti gambar di bawah ini..

IMG_1514
Menata Baju Model Vertikal dalam Drawer ala-ala

Yak lebih kurang hanya sejumlah itu kemeja dan t-shirt yang saya miliki dan gunakan selama di Jakarta. Untuk celana, kebetulan belum saya buatkan drawer-nya, lagian jumlahnya hanya 5 lembar.

Sebagai penutup, pada halaman-halaman berikut ini ada live preview metode melipat Konmari yang didemonstrasikan oleh mba Lavendaire, seorang youtuber. Di kanal Youtube-nya mba Lavendaire mendokumentasikan kesehariannya menjalani hidup minimalis.

Monday, 9 January 2017

Memahami Ketiadaan

Oke pendek saja kali ini, tentang lintasan-lintasan pikiran semalam yang saya lalui di atas pembaringan. Tak langsung terlelap ketika kepala menempel di atas bantal. Tulisan ini akan sedikit filosofis absurd.

Sembari mengerjap-ngerjapkan mata beradaptasi dengan ruangan kamar yang gelap, pikiran saya terbawa kepada suatu diskusi dengan teman saya bertahun-tahun lalu. Tahun-tahun ketika masih berseragam putih-biru. Obrolan sotoy anak Tsanawiyah (sekolah setingkat SMP).

Diskusi yang berawal dari asal muasal api hingga mebahas tentang ada dan ketiadaan sesuatu. Sebelum korek api disulut, dari manakah api datang..? Sebelumnya api bersembunyi di mana..? Berasal dari alam apakah api itu…? lebih kurang pertanyaan-pertanyaan itulah yang kami diskusikan saat itu. Benar-benar sotoy bin ndakik-ndakik.

Pikiran nostalgia itu membumbungkan lebih jauh pikiran saya tentang konsep ‘kosong adalah isi, isi adalah kosong‘ yang kerap dituturkan Biksu Tong Sam Cong kepada murid-murid bengalnya. Sebuah konsep yang sudah bisa dijelaskan oleh sains tentang dualitas gelombang partikel.1

Mohon maklum pikiran sebelum tidur suka melantur kemana-mana. 😀

Tak butuh waktu lama pikiran saya beralih kepada konsep tenang ‘Fana’ yang sering saya dengar dari pengajian-pengajian tasawwuf. Hadir pertanyaan bagaimana merasai fana..? Apakah hanya melalui pemikiran-pemikiran saja..? Apakah ada cara sederhana untuk mengalaminya..? Edan, bisa ga tidur-tidur nih saya kalau sebelum tidur mikir yang berat-berat macam ini.

Mungkin karena efek cuaca yang gerah membuat saya resah. Sehingga pikiran liar mengalir kesana dan kemari hingga kelelahan dan menanti hingga ketiduran.

Kemudian the other me in my head mulai angkat bicara, “udah tidur ajah yang pules sana, ngapain sih kamu mikir yang berat-berat tentang fana dan sebagainya. Toh ketika kamu tidur pules, kamu enggak ingat apa-apa, kamu engga ada ketika tidur pules..!!”

Waaw benar juga yaa omongan the other me in my head, ketika tidur pulas, kesadaran kita entah hilang kemana. Tidur tanpa mimpi. Orang lain mungkin sedang melihat kita tertidur, tapi sejatinya kita sedang tak ada. Ahh lega sekali, tak lama setelah itu saya tertidur pulas.

Jadi, mbelghedhes sekali orang-orang yang suka meremehkan atau mendzalimi orang lain. Padahal setiap hari ketika tertidur pulas ia sedang dihadapkan pada kenyataan ketiadaan.

Pantaslah ketika sebelum tidur dianjurkan untuk membaca do’a..

bismikallahumma ahya wa bismika amuut.

dan ketika terbangun dari tidur dianjurkan untuk membaca do’a..

alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur

Kedua doa itu menjadikan proses tidur sebagai sebuah proses spiritual. Hmm adeem..

Ngomong-ngomong, sepekan ini saya membiasakan tidur lebih cepat. Alhamdulillah terasa lebih segar dan bugar di pagi hari.. 🙂

Salam..
dia yang sedang meracau ndakik-ndakik

Sunday, 8 January 2017

Cerita Fiksi

Tadi sekitar pukul tujuh pagi, sambil bermalas-malasan di atas lantai kamar, mata saya terutuju pada tumpukan buku yang ada di atas rak. Iseng saya ambil buku novel Laskar Pelangi yang sudah bertahun-tahun lalu saya baca. Sebuah novel favorit.

Bukan tanpa alasan saya mengambil novel Laskar Pelangi, sebuah masterpiece karya Andrea Hirata. Alasannya adalah di tahun ini saya membuat resoulusi ringan, yaitu membaca kisah fiksi secara rutin. Karena selama ini jenis buku yang paling jarang saya baca adalah buku fiksi, baik itu berupa novel, cerpen maupun cerbung.

Saya memutuskan untuk membaca kisah fiksi atas saran Joshua Becker. Dalam sebuah artikel yang membahas tentang resolusi awal tahun 1, Joshua Becker memberikan saran untuk membaca kisah fiksi sebagai sebuah resolusi. Dia bersandar pada fakta bahwa membaca kisah fiksi memiliki efek yang baik untuk otak.

Membaca kisah fiksi akan memperkuat konektivitas antar neuron dan aktivitas otak 2. Dengan menguatnya konektivitas antar neuron otak, bisa jadi akan menambah pengetahuan-pengetahuan baru karena interkoneksi antar simpul-simpul informasi pada neuron.

Jadi, kesimpulan sementara saya adalah dengan membaca kisah fiksi, akan meningkatkan kecerdasan dan daya ingat.

Nah, kembali kepada apa yang saya lakukan tadi pagi, tentu saya tak akan membaca ulang dari awal hingga akhir novel Laskar Pelangi. Namun, saya membaca secara acak.

Bab nomor 19 – Sebuah Kejahatan Terencana 3 adalah chapter yang saya baca secara acak tadi pagi. Baru membaca beberapa paragraf saya sudah dibuat terpingkal-pingkal oleh rangkaian alur dan diksi yang disampaikan oleh Andrea Hirata. Jenius yang jenaka dalam kata-kata.

Bagian ini mengisahkan alur rencana busuk yang diatur oleh Mahar untuk festival seni tahunan. Dengan lihainya Mahar mengatur koreografi murid-murid sekolah kampung Muhammadiyah dan mengalungkan biji buah aren ke leher kedelapan temannya yang berkostum sapi. Rencana jahat yang direncanakan Mahar adalah melumernya getah buah aren sehingga merembes ke kulit kedelapan temannya. Akhirnya kedalapan anggota Laskar Pelangi dengan kostum sapi itu menari di acara karnaval bak orang kesetanan karena menahan gatal getah buah aren di sekujur tubuh.

Akhirnya performa seni yang dihadirkan sekolah kampung Muhammadiyah tahun itu mendapat apresiasi luar biasa dari penonton sehingga memenangkan fesitval seni tahun itu. Mereka berhasil menyingkirkan Sekolah PN yang langganan juara setiap tahun. Ahh bahagia sekali membaca kisah-kisah seru dan lucu semacam ini.

Kemudian saya melompat pada bab-bab akhir Laskar Pelangi, dimana Andrea Hirata mengisahkan paradoks-paradoks hidup yang dilalui teman-temannya sesama Laskar Pelangi. Lintang yang jenius harus pasrah dengan guratan kerasnya hidup menjadi kuli kasar. Mahar yang menjadi tokoh budaya melayu. Ada juga Syahdan yang menjadi ahli IT Networking dan Sahara yang menjadi guru TK.

Berpesan juga Andrea tentang  takdir yang tak semestinya ditunggu dengan berpangku tangan dan pesimisme. Andrea berujar bahwa seseorang yang enggan membanting tulang menerima saja nasibnya yang menurutnya tak ‘kan berubah karena semua telah ditakdirkan adalah sebuah lingkaran setan yang umumnya melanda para pemalas.4

Dari sini saya kembali ingat akan kekuatan sebuah kisah. Bahwa pesan moral atau nasehat, lebih mudah disampaikan dalam bentuk kisah. Melalui kisah, maka value yang hendak disampaikan menjadi lebih mudah dicerna dan diterima. Mungkin karena pada dasarnya otak manusia menyukai kisah-kisah. Dari membaca kisah fiksi pula saya belajar bagaimana cara bertutur dan membebaskan imajinasi.

Tentang membaca kisah fiksi saya cukupkan sampai di sini. Pada beberapa kesempatan yang lalu saya pernah membuat kisah fiksi tentang Rojiun. Semoga di waktu-waktu yang mendatang ada keluangan waktu untuk mengisahkan ulang keabsurdan yang dilakukan oleh Rojiun.

Jadi, selama ini kisah fiksi macam apa yang kalian sukai..?

Salam..
dia yang ahem-ahem kepada kisah fiksi


  1. 11 Resolutions For a Better You—Proven by Science 
  2. Does reading actually change the brain? 
  3. Laskar Pelangi Halaman 231-248. 
  4. Laskar Pelangi Halaman 475-476. 

Saturday, 7 January 2017

Tulisan Panjang Atau Pendek

Semenjak blogsphere diserang oleh pasukan emak-emak dan teteh-teteh, blogsphere menjadi lebih rame dan meriah. Sebelumnya blogsphere lebih didominasi oleh bapak-bapak dan abang-abang dengan secangkir kopi kental dan rokok menyala di sela-sela jemari. Ini hanya pengamatan pribadi secara sekilas, tak ada data valid yang bisa saya suguhkan.

Berdasarkan pengamatan ala-ala yang saya lakukan, blogger perempuan sering kali memiliki tipe tulisan yang cukup panjang. Dari 500 kata hingga 1500 kata per posting. Mantap jaya…

Analisa sementara saya terhadap kecenderungan ini adalah fakta bahwa perempuan mampu memuncratkan kata 13.000 hingga 20.000 perhari. Sedangkan lelaki hanya sekitar 7.000 kata perhari. Rupanya kecenderungan ini terbawa juga di ranah blog. Beberapa blogger perempuan yang saya follow blognya di wordpress.com, curhatannya tulisannya panjang-panjang. Perihal fakta perempuan berkata-kata lebih banyak daripada lelaki bisa disimak pada tautan ini ‘wanita lebih cerewet daripada laki-laki’.

Dari segi SEO, kemampuan atau kecenderungan yang dimiliki oleh perempuan ini, bisa bernilai positif. Dengan mengkombinasikan kemampuan berkata-kata dan tambahan sedikit teknis SEO, saya yakin beberapa tahun mendatang kontes-kontes SEO bakal didominasi oleh blogger perempuan. Mengerikan.

Informasi yang saya dapatkan dari mastah-mastah SEO bahwa tulisan yang SEO-friendly dan tidak mudah goyang di mesin pencari sebaiknya memiliki tulisan dengan kuantitas 1000 kata. Tentunya kualitas tulisan juga perlu diperhatikan.

Tak heran jika sejumlah perempuan berkumpul, dapat dipastikan ramai sekali. Satu hal lagi, potensi narsisme yang dikandung oleh perempuan, rasanya lebih besar daripada lelaki. Terbukti dari dominasi timeline explorer di Instagram yang dibanjiri oleh selfie-selfie cantik maupun yang merasa cantik padahal enggak. Sehingga tak hanya blogsphere, media sosial pun juga sudah didominasi emak-emak dan teteh-teteh gaul. Mungkin hanya Twitter yang cocok untuk lelaki hanya 140 karakter, dari icon-nya saja Twitter itu lebih maskulin. 😀

Nah, dari pemaparan singkat yang saya haturkan di atas, sering kali saya berpikir jangan-jangan bumi dan seisinya ini diciptakan untuk perempuan. Lelaki hanya numpang hidup, karena sejatinya ia makhluk surga. 😀

Yak, kembali fokus kepada judul dan tujuan tulisan ini dibuat, sebenarnya saya sedang penasaran terhadap trend blogging kedepan, apakah tulisan panjang atau pendek yang akan ngetrend..? Dengan asumsi tulisan panjang minimal 750 kata.

Saya sendiri sebenarnya lebih suka menulis tulisan pendek yang straight to the point menyampaikan tujuan. Walaupun ada yang pernah protes kepada saya karena menghasilkan tulisan pendek-pendek hihihi.

Jadi, teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini, kalau sedang blogwalking lebih suka membaca tulisan panjang atau pendek..? Silahkan diutarakan pendapatnya di kolom komentar yaa.. Terima Kasih.. 🙂

Salam
dia yang sedang penasaran

p.s tulisan ini hanya mencapai 397 kata.

Friday, 6 January 2017

Tentang Asian Kung-Fu Generation

Asian Kung-Fu Generation mungkin tidak dikenal luas oleh kebanyakan orang Indonesia. Namun bagi penggemar anime, pasti pernah mendengar nama grup band asal Jepang ini. Bila tak tahu, minimal pernah mendengar soundtrack opening ataupun closing dari beberapa anime terkenal seperti Naruto ataupun Full Metal Alchemist.

Saya mulai tertarik mencari tahu lebih lanjut lagu-lagu lain milik Asian Kung-Fu Generation setelah mendengar lagu Rewrite yang menjadi soundtrack opening anime Full Metal Alchemist. Karena durasi waktu soundtrack opening anime rata-rata hanya 1,5 menit, maka lagu aslinya otomatis dipotong oleh pembuat anime.

Karena sudah terlanjur suka dengan lagu Rewrite karya Asian Kung-Fu Generation, maka saya berburu lagu ini di warnet dekat rumah. Browsing sebentar di mesin pencari, langsung ketemu lagu yang saya cari.

Yaah tahun itu sekitar 2005 atau 2006-an, kecepatan download internet di bawah 10kbps, menyedihkan. Ukuran lagu 5 MB bisa menghabiskan waktu 10 menit sendiri bahkan lebih. Belum lagi kalau koneksi tidak stabil, hadeeuh, download bisa dimulai dari awal jika putus koneksi di tengah jalan.

Nah, sambil menanti hasil download lagu selesai, saya biasanya iseng buka-buka folder file pengguna sebelumnya yang ada di warnet. Beruntung saya mendapati beberapa lagu Asian Kung-Fu Generation yang lainnya. Saat itu saya belum tahu kalau lagu-lagu yang ada di folder itu berasal dari album Sol-Fa yang lahir tahun 2004. Ada lagu New World, Siren, Mayonaka Mahiru no Yume dan beberapa lagu lainnya, namun tidak lengkap satu album. Kualitas lagunya pun bit rate-nya cukup rendah, tapi langsung cocok ketika mendengarkannya kali pertama.

Dari seluruh album yang pernah dilahirkan oleh Asian Kung-Fu Generation, Sol-Fa adalah album favorit saya. Dari keduabelas track lagu yang disuguhkan, semuanya enak. Lumayan sebagai refreshing dari lagu-lagu L’Arc~en~Ciel yang kerap saya dengarkan.

Tebentuk sejak 20 tahun lalu, Asian Kung-Fu Generation tidak banyak berubah. Walaupun pada album-album di tahun 2010 ke atas saya sudah kurang mengkuti perkembangannya lagi secara seksama, saya tetap menikmati musik yang dihadirkan Asian Kung-Fu Generation.

Hal lain yang membuat saya suka dengan Asian Kung-Fu Generation adalah mereka orangnya gokil-gokil. Sering saya dapati video klip milik mereka menghadirkan kekonyolan-kekonyolan. Nah, pada tulisan kali ini saya mengumpulkan beberapa video klip yang pernah mereka rilis. Untunglah video klipnya banyak ditemui di Youtube. Berikut ini beberapa video klip yang bisa saya kumpulkan..

  1. Kimi No Machi Made (To Your Town)
  2. Loop & Loop
  3. Blackout
  4. Blue Train
  5. Living in The Now
  6. Haruka Kanata
  7. Fujisawa Loser
  8. After Dark
  9. Kaigan Doori
  10. Rolling Stone

1. Kimi No Machi Made (To Your Town)

Ini salah satu video klip paling konyol milik Asian Kung-Fu Generation. Adegan paling absurd adalah ketika atlet senam air diculik oleh udang raksasa. Kemudian gaya para personel Asian Kung-Fu Generation yang berlagak menjadi juri juga lucu. Diiringi lagu Kimi No Machi Made yang easy listening jadi semakin asik melihat video klip ini.

Di halaman selanjutnya ada video klip Loop & Loop.

Thursday, 5 January 2017

Tentang Blogwalking

Baru-baru ini saja saya lumayan rajin blogwalking. Mengunjungi lapak blogger lain walau tidak setiap hari. Membaca dan memberikan sepatah dua patah kata sebagai bentuk interaksi dan apresiasi yang bisa menambah keakraban antar sesama blogger.

Sebelumnya hadeeeh, jangankan blogwalking, meng-update konten saja rasanya males banget. Tergantung mood dan waktu sisa senggang yang tersedia. Kemudian ketika perasaan sepi menyergap, maksudnya blog sepi pengunjung saya mulai merasa naif. Semacam terkesan menjadi blogger songong. Maunya nulis ajah tapi ga mau menyapa penghuni blogsphere lain.

Lantas ngapain blogwalking..? kan kalo sekedar memberikan komentar dan menyapa bisa dilakukan via facebook, twitter, path, friendster dan MiRC..? ahheemm iya juga sih, bisa tetap berinteraksi dengan menggunakan platform media sosial yang beken-beken itu.

Tapi blogwalking itu terasa berbeda, ada something special gitu dah. Apalagi ketika melihat design layout blog yang kece-kece. Model-model posting yang unik macam blognya Oom Manja Cumi Lebay juga menjadi daya tarik sendiri. Lebih daripada itu, berdasarkan pengalaman pribadi, saya mendapati 3 manfaat selama melakukan aktifitas blogwalking. Apa sajakah itu..? hmm simak di posting-an esok hari yaa, halah.. sekarang aja deh..


3 Manfaat Blogwalking versi DiPtra.com

1. Menambah Jaringan Perteman

Haduuuh-haduuh ini alasan klise sekali. Tapi ya emang benar denganblogwalking bakal menambah jaringan pertemanan. Jadi kalo di Facebook atau Twitter kamu ketemu dengan orang-orang yang itu saja, maka kamu mendapat bahasan dan lingkup pemikiran yang itu-itu saja.Dengan bertambahnya jaringan pertemanan bisa menambah kapasitas pengetahuan dan sudut pandang yang baru. Bahkan saat ini informasi pekerjaan job review untuk blogger bisa didapat dari komunitas-komunitas blogger.

2. Menanam Backlink
Salah satu teknik SEO yang pernah saya pelajari membahas tentang backlink. Secara sederhana backlink adalah url link blog atau artikel kita yang tersemat di web atau blog orang lain.Nah di form komentar kan ada isian url blog atau web, maka url itulah yang nantinya bakal menjadi backlink menuju blog kita. Lantas menanam backlink di blog orang lain apa ada gunannya..? Hmm entahlah, tapi para praktisi SEO berpendapat backlink akan meningkatkan score blog kita di mesin pencari.Yaa itung-itung sillaturrahiim dapet bonus backlink. Toh ga ada ruginya kan hmm..

3. Bahan Segar Tulisan
Maksudnya dengan membaca artikel blogger lain, saya tak hanya mendapatkan informasi baru atau sudut pandang baru terhadap suatu hal. Namun, sering kali saya juga mendapatkan ide untuk tulisan di blog sendiri.Mengenai jenis atau niche blog apa yang sebaiknya dikunjungi, saya sendiri tak ada patokan khusus. Bergantung kebutuhan sedang ingin menuliskan tentang apa. Jika ingin menuliskan tentang minimalism maka saya akan mampir ke blog Joshua Becker, TheMinimalists, Leo Babauta, Courtney Carver dan sebagainya. Sebagian ada yang blogger yang saya sebut di atas tidak menyediakan kolom komentar di blognya.

Untuk blog-blog dalam negeri, saya cukup mengandalkan apliaksi wordpress untuk membaca update tulisan rekan-rekan sesama blogger. Tidak semua tulisan saya jelajahi, yang sesuai minat saja. Misal tulisan yang membahas kosmetik atau kecantikan yaa dengan sigap saya skip haha….


Baiklah rupanya saya hanya mampu mengekstrak 3 manfaat ketika melakukan aktifitas blogwalking. Yaah apalah daya baru beberapa bulan ini saya aktif melakukan blogwalking.

Ahh iya, satu hal yang menarik dari aktifitas blogwalking yang saya lakukan adalah konsumsi waktu yang saya habiskan lebih sedikit daripada ketika mang-scroll newsfeed Facebook ataupun timeline Twitter, namun kepuasan yang dihasilkan lebih terasa pada aktifitas blogwalking.

Jadi apakah kamu sudah mendapatkan manfaat ketika melakukan aktifitas blogwalking..? atau ada manfaat lain yang kamu dapatkan yang berbeda dari 3 hal yang saya sebutkan di atas..?

salam..
dia yang sedang mencoba rutin blogwalking

Wednesday, 4 January 2017

Mengotori Kolam Ikan

Cukup menyesal saya pernah mengotori “lapak” kolam ikan orang lain satu setengah tahun yang lalu. Tak sadar karena disulut oleh rasa tidak suka atas ketidakadilan yang terjadi. Padahal batas-batas keadilan dan perihal standart baik-buruk setiap orang berbeda-beda. Apalagi ketidakadilan yang saya permasalahkan berada pada areal yang boleh dibilang abu-abu.

Beberapa bulan yang lalu hampir saja terulang hal yang sama. Merusuhi “lapak” kolam ikan orang lain. Jika ditelisik lebih jauh kedalam puing-puing pikiran, tak ada gunanya juga mengganggu ekosistem “lapak” kolam ikan orang lain. Walau niatan awalnya adalah memberikan remang-remang peringatan kepada personal-personal penghuni kolam ikan.

Kemudian saya khawatir niatan itu berubah menjadi ayat kelima surat Al-Falaq. Atau dengan kata lain saya menjadi pelaku dengki dan hasud yang dimaksud oleh ayat kelima surat Al-Falaq. Sehingga saya menjadi obyek yang kejahatannya harus ditangkal dengan memohon pertolongan kepada Tuhan. Astaghfirullahal’adziiim..

Untunglah waktu jalan-jalan di Instagaram, saya membaca quotes yang berbunyi..

Semoga jika belum mampu memberi bunga untuk orang lain, kita tak berniat mengotori tamannya. – Adjie Santosoputro

Pesan singkat itu cukup meredam keruwetan pikiran. Quote itu juga senada dengan pemahaman kolam ikan yang saya reka-reka. Secara sederhana saya simpulkan, jangan rese’ dengan hal-hal yang “mubah” walaupun tak sejalan dengan nilai-nilai keadilan versi diri sendiri.

Sejalan dengan itu, saya membaca ulang tulisan lama saya yang berjudul membiru, kala pikiran dan hati sedang sengit. Diam dan mengurai kekusutan pikiran lebih saya dahulukan.

Kembali kepada surat Al-Falaq, di ayat kedua disebutkan permohonan perlindungan terhadap kejahatan makhluk-Nya. Selama ini frasa “makhluk-Nya” kerap saya tudingkan kepada individu di luar saya. Padahal, saya juga termasuk makhluk Tuhan.

I’m my own worst enemy – Linkin Park

Jadi dengan perenungan mendalam saya menghikmahi bahwa diri sendiri adalah makhluk Tuhan yang paling sering berlaku jahat kepada dirinya sendiri. Terlebih ketika kegelapan menyelimuti hati dan pikiran. Kegelapan yang juga berhembus dari gosip-gosip picisan. Kegelapan yang melingkupi rasa iri dan dengki.

Pantaslah Nabi Adam AS bermunajat kepada Tuhan selama bertahun-tahun yang diabadikan dalam surat Al-A’raf ayat 23,

Rabbana dzalamnaa anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khasirin.

Kemudian hening menyelimuti hati.

salam..
dia yang sedang membiru

Tuesday, 3 January 2017

Membiru

Aku sendiri bingung, entah kemana hilangnya keceriaan dan rasa humor lelaki itu. Kelakarnya sering kali memecah kebekuan yang terjadi. Semenjak beberapa hari lalu, ia menjadi pendiam dan tak banyak bercerita. Aku tanya sesekali dan hanya jawaban pendek yang ia utarakan.

Seperti menyembunyikan sesuatu. Mungkin suatu hal yang kurang enak jika harus ia sampaikan. Oleh karena itu, ia simpan rapat-rapat penyebab perubahan sikapnya itu.

Aku tahu, ada beberapa peristiwa hidup yang membuatnya berubah. Menjadi pendiam dan tak asik lagi untuk diajak bertukar pikiran. Sepertinya ia menjadi dingin dan tak peduli dengan semua hal yang ada.

Padahal, terakhir berjumpa dengannya begitu banyak kisah yang ia utarakan. Dari perkara monster di kutub selatan hingga bidadari di alam antah barantah tak luput dari cerita yang ia sampaikan kepadaku.

Perihal ketuhanan hingga kedurjanaan paling durjana juga pernah ia lontarkan kepadaku. Namun, perubahan sikapnya yang nampak ekstrim dan tak biasa membuatku bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi pada dirinya.

Sebagai sahabat yang telah mengenalnya dari kecil aku khawatir dia melakukan hal yang tak semestinya. Misalnya melompat dari ketinggian gedung pencakar langit di sekitaran tempatnya bekerja.

Beberapa hari yang lalu aku bertemu lagi dengannya. Aku mencoba menyempatkan diri lagi untuk berbincang kepadanya. Semoga ada informasi yang bisa ku kais lagi perihal perubahan dirinya.

Syukurlah dia masih hidup pikirku, tak jadi bunuh diri. Dari air muka yang ia tampilkan, ku dapati sudah ada perubahan. Tak sekusut beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah.

Berbincang beberapa saat dengannya dan hampir benar dugaanku apa yang menjadi penyebab perubahan dirinya. Ia menjawab tekanan pekerjaan yang lumayan berat beberapa pekan ini yang membuatnya menjadi pendiam. Ia merasa terhimpit dari segala penjuru.

Aku tak langsung mempercayai dugaanku dan keterangan darinya. Sebab, selama ini pekerjaan seberat apapun tak pernah mengoyak kejenakaannya. Lamat-lamat ia mulai berujar alasan sesungguhnya. Sebuah alasan yang sudah aku tunggu sejak beberapa hari lalu.

Rupanya ia muak terhadap berita-berita yang ber-sliweran di media masa. Baik media cetak maupun media elektronik. Apalagi ketika muncul berita buka-bukaan aib seorang motivator kondang.

Berita-berita gossip macam itu, menurutnya, adalah candu. Dimana ia mendefinisikan candu adalah sebuah keterikatan kuat terhadap kenikmatan yang tak disadari memiliki efek merusak.

Ia melanjutkan, tanpa disadari gossip-gossip itu lebih berbahaya daripada narkoba. Efeknya secara perlahan merusak kepercayaan antar individu.

Namun, parahnya si objek yang menjadi gossip malah sering kali sengaja berulah untuk mendapatkan popularitas. Memakan secara rakus waktu dan kebaikan-kebaikan tanpa disadari.

Menurutku cukup aneh hanya karena gossip mengenai sang motivator membuatnya berubah. Murung dan tak lagi jenaka seperti sedia kala. Owh rupanya ia juga sangat menyesali sebagian sikap masyarakat dalam menanggapi kasus ini.

Hanya berdasarkan “katanya-katanya” dimana pihak yang meluncurkan informasi ini sering kali membuat “katanya-katanya” beraroma dusta. Para pemaki dan penghujat ini begitu membahana seolah lupa keburukan diri sendiri.

Hampir mirip dengan kasus dai kondang asal Gegerkalong beberapa waktu yang lalu. Namun beliau sudah melewati masa-masa sulit itu.

Mungkin pembuktian kata-kata indah yang terlontar ketika menyampaikan motivasi, merupakan ujian terberat bagi seorang yang menempuh profesi sebagai motivator ataupun trainer.

Lantas apa penjelasan sahabat saya ini mengenai perubahan sikapnya..?

Ia berbisik kepadaku bahwa dia mengkhawatirkan ucapannya-ucapannya selama ini baik secara lisan maupun secara tertulis di media sosial tak dapat ia pertanggungjawabkan dalam perbuatan.

Maka, hingga saat ini dia lebih memilih membiru, lebih banyak diam dalam keheningan daripada berkata-kata.

salam..
dia yang sedang membiru


Tulisan di atas adalah tulisan lama, yang kerap saya baca ulang agar tak berlebihan dalam berkata-kata. 🙂

Monday, 2 January 2017

Sugar Celeng

Semenjak melakukan sweetless challenge di tahun 2015, perilaku saya dalam konsumsi minuman berpemanis berubah. Namun seiring berakhirnya periode challenge, di tahun 2016 perlahan-lahan mulai lagi mengonsumsi minuman berpemanis walau tak seintens sebelum malakukan challenge.

Di tahun 2016, mulai ketergantungan meminum minimal segelas kopi setiap hari. Walau takaran gula hanya sesendok teh tetap saja namanya ketergantungan itu tak baik. Apalagi ketergantungan terhadap butiran-butiran berasa manis itu, tsaaah..

Untuk me-reset kembali hubungan percintaan terhadap segelas kopi, maka di bulan Januari ini saya ingin mengulang kembali sweetless challenge terhadap cairan yang saya konsumsi sehari-hari.

Mari kita beri nama challenge atau tantangan kali ini dengan nama Sugar Celeng. Tak ada yang berbeda dengan sweetless challenge di tahun 2015 yang lalu. Hanya merubah nama tantangannya saja biar keliatan lebih norak. Bukankah yang lebih norak itu lebih mudah diingat..?

Periode sugar celeng selama 30 hari di bulan Januari 2017. Dalam kurun waktu 30 hari hanya mengonsumsi air putih. Gak ada kopi, teh manis, kopiko 78, teh pucuk, susu hazelnut, macchiato, latte, susu kuda lumping, kopi gayo, kopi luwak, setarbak, milo, ovaltine dan sebaginya yang mengandung gula.

Tulisan kali ini tidak terlalu pajang. Pendek saja, yang penting pesan utamanya tersampaikan. Jikalau tertarik mengikuti sugar celeng bulan Januari tahun ini silahkan saja, dengan senang hati saya temani. Jika tidak, bisa dicoba di bulan-bulan berikutnya.

Ngomong-ngomong sudah 3 hari ini sugar celeng saya lakukan. Yeeay, 27 hari lagi tersisa, hmmm..

salam..
dia yang sedang melakukan sugar celeng

Sunday, 1 January 2017

Catatan-Catatan Baru

Tahun 2017 dan saya memulai catatan-catatan baru di diptra.com. Nasib tulisan lama masih available dengan status menjadi page yang tak nampak di halaman utama blog.

Setelah 14 hari terakhir di tahun 2016 ngeblog menggunakan Ghost, di awal tahun 2017 ini saya kembali lagi menggunakan WordPress. Kali ini saya sedikit melakukan sentuhan yang berbeda pada tataran teknis engine WordPress yang saya gunakan. Ghost memang sangat sederhana dan memiliki editor teks yang sangat bagus. Namun semenjak menyadari WordPress mulai melakukan pengembangan ke arah JavaScript maka saya merasa migrasi ke Ghost adalah tindakan yang cukup gegabah. Satu hal yang pasti, saya ingin meminimalisir printilan-printilan teknis ngeblog yang kerap menyita waktu karena terlalu asyik dan melupakan esensi ngeblog, yaitu menghasilkan karya berupa tulisan. Lupakan sejenak perkara migrasi platform ini dan beralih pada bahasan lain.

Tahun 2016 terasa berlalu begitu cepat. Ada banyak hal yang terjadi selama 2016. Jika didefinisikan dalam 1 atau 2 kata, tahun 2016 adalah tahun business travelling bagi saya. Pada awal tahun 2016 mendadak training ke Malaysia. Bulan selanjutnya ditodong menjadi kurir ke Singapore. Pertengahan tahun kali pertama meeting dengan client di Solo, bondho nekat. Paling mengejutkan adalah menjadi pemain cadangan untuk training ke Munchen, Jerman di awal caturwulan 3 tahun 2016. Namun, satu hal yang pasti menghabiskan waktu 15 sampai 17 jam di kereta api dari Stasion Pasar Senen sampai Stasion Malang Kota Baru adalah travelling paling rutin saya lakoni hampir setiap bulan.

Tahun 2016 secara tak sengaja berkenalan dengan komunitas blogger traveller dan salah satu dedengkot travel writer Indonesia yaitu Mas Teguh Sudarisman. Sempat tergoda juga untuk menjadi blogger traveller, tapi apa daya, pada dasarnya saya anak rumahan yang kurang suka keluyuran. Aah iyaa, travelling itu berbeda dengan keluyuran, tapi bakat travelling itu berasal dari perilaku suka keluyuran #ditabokbloggertraveller. Sialnya, saya baru tau kalau dengan menjadi blogger traveller itu membuka peluang untuk jalan-jalan gratis dengan balas jasa berupa review dalam bentuk tulisan.

30 hari menuliskan #RamadhanNotes di blog juga menjadi sebuah prestasi tersendiri selama bulan Ramadhan 1438 Hijriah yang lalu. Besar kemungkinan ritual tantangan menulis setiap hari di bulan Ramadhan juga akan saya lakukan lagi.

Tentang hidup minimalis atau minimalism, maka di tahun 2016 pakaian dan buku adalah item yang saya reduksi jumlah kepemilikannya. Salah satunya saat menjalankan project 333 yang digagas oleh Mba Courtney Carver. Tentang buku-buku sebagian saya hibahkan, sebagiannya lagi saya jual.

Visi kasar tentang minimalism di tahun 2017 yang ingin saya lakukan adalah meningkatkan efisiensi waktu bekerja di kantor. Single tasking dan mengurangi distraksi selama bekerja adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.

Visi kasar yang lain tentang minimalism di tahun 2017 terkait kehidupan sebagai anak kost, adalah mengurangi jumlah barang yang ada di kamar kosan. Mengingat, semenjak ngekost tahun 2010 hingga 2015 saya melakukan penimbunan barang-barang yang tidak terlalu penting. Harapannya, barang-barang yang ada di kamar kosan saya nanti muat dalam satu atau dua tas saja, seperti yang dilakukan oleh Colin Wright.

Anyway, di tahun 2016 ini Raffii sudah mulai belajar berlari dan mengeja kata. Untuk anak berusia 2 tahun 4 bulan sudah lumayanlah perkembangannya. Semoga menjadi anak yang sholeh di kemudian hari. Semoga yang baca mengucap ‘amin’ walau di dalam hati :D.

Yang paling mengesankan di tahun 2016 adalah Raffi semangat jika diajak shalat jama’ah ke masjid. Alhamdulillah tidak bertaburan berlarian saat shalat jama’ah. Namun, ketika shalat jama’ah sampai pada gerakan sujud, Raffii tidak ikutan sujud, dia malah tiarap. 😀

Salam..
dia yang memulai catatan-catatan baru