Getting Old

Menua adalah keniscayaan.  Tak ada manusia atau makhluk hidup yang kuasa melawan fenomena biologis ini. Semua makhluk adalah fana, tanpa terkecuali.

Pikiran ini tiba-tiba menyeruak ketika menanti penerbangan ke Jakarta. Dari ruang tunggu bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, saya menanti sambil merenung dalam kesendirian.

Menatap manusia berlalu-lalang. Pemikiran tentang menua berkelindan terseok-seok dalam bayangan langkah-langkah calon penumpang. Pemikiran bahwa hidup terdiri dari langkah-langkah menuju tua. Menjadi tua adalah sesuatu yang menakutkan.

Mau tidak mau saya pun akan menua. Kadang timbul kekhawatiran ketika menua, sehingga bayangan bagaimana kelak ketika menua selalu disingkirkan. Tak mau memikirkan masa depan ketika diberi kesempatan untuk menjadi tua. Tua dalam hal organ-organ tubuh yang mulai mengalami keausan.

Sebenarnya bukanlah perihal menua yang ditakutkan, namun efek sampingnya lah yang dikhawatirkan. Kulit yang mulai mengendur. Gigi yang mulai goyang dan kemudian gugut. Uban yang mulai bertabur. Pandangan mata yang mulai kabur. Empat hal itulah pertanda semakin dekatnya dengan alam kubur.

Tetapi menua bukanlah ketakutan yang perlu dirisaukan. Lebih daripada itu, menua dengan kondisi pikiran dan hati masih melekat kuat kepada dunialah yang patut dirisaukan. Perilaku kemelekatan terhadap dunia yang nampak dari perilaku pada diri yang semakin menua. Saya benar-benar khawatir jika hal ini sampai terjadi pada diri sendiri, na’udzubillah.

Empat pertanda semakin dekatnya dengan alam kubur adalah sebuah pertanda untuk semakin mawas diri melepaskan. Sebuah kenyataan bahwa tubuh ini pun dipanggil kembali oleh tempat muasalnya, tanah.

Salam..
DiPtra

Advertisements

2 thoughts on “Getting Old

  1. Kadang kalau inget semua hal yang berhubungan degan kematian jadi suka khawatir karena menjadi sering bertanya-tanya apakah semua waktu yang dipakai sudah digunakan dengan baik atau belum… :’)

    1. eheeuum begitulah mas kalo udah masuk pemikiran tentang kematian bawaannya jadi sendu. Point perenungan yang ingin saya sampaikan adalah ketika diberi anugrah mencicipi usia tua, maka sebisa mungkin belajar melepaskan keterikatan pada dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s