Melambatkan Langkah

Pengendara mobil, sepeda motor, bajaj, metromini, bus kota, saling berlarian di pagi hari. Berburu waktu menuju tempat kerja masing-masing. Saling menyalip dari lajur-lajur yang kosong. Tak ayal debu-debu berterbangan menambah riuh pagi jalanan Jakarta.

Saya sendiri berjalan kaki klenuk-klenuk menepi di trotoar jalan. Ngeri juga menatap deruan kendaraan begitu cepat merayap di jalanan. Takut terserempet oleh pengendara yang agak ngawur dalam berkendara.

Satu dua saya berpapasan dengan pejalan kaki lainnya. Entah mereka menuju ke tempat kerja atau kampus. Di sepanjang jalan menuju tempat kerja saya, lebih kurang ada empat kampus berdiri. Jadi, selain pekerja banyak juga mahasiswa atau mahasiswi yang saya temui di sepanjang jalan menuju tempat kerja.

Perjalanan klenuk-klenuk menuju tempat kerja kali ini memakan waktu dua puluh menit. Lumayan mengalirkan peluh pada ruas-ruas tubuh. Semoga deodorant yang saya oleskan sebelum berangkat kerja sesuai dengan janji iklannya.

Masih seperti kemarin, latihan mindfulness kali ini tetap berlangsung di depan meja kerja. Pelan-pelan memperhatikan deru nafas sembari mengingat-ingat ketergesaan yang saya perhatikan di perjalanan menuju tempat kerja tadi.

Masih sepuluh menit waktu latihan pagi ini. Belum ditingkatkan menjadi dua puluh menit. Sepuluh menit pun sebenarnya cukup asal rutin dilakukan.

Memberikan perhatian pada nafas, menarik nafas dan mengeluarkan nafas dalam ritme lambat. Aktifitas ini begitu menenangkan, serasa melambatkan langkah-langkah pikiran. Terutama pada pikiran saya yang kerap kali tergesa-gesa.

Ketergesaan dalam bertindak sering kali dimulai dari kebiasaan pikiran yang selalu tergesa-gesa. Pikiran tak pernah henti berpikir. Sejenak memperhatikan alunan nafas seperti menekan pedal rem pikiran untuk melambat1.

Tidak berpindah-pindah dari satu hal kepada hal lainnya. Dalam ketergesaan pikiran itulah saya sering kali tenggalam dalam pikiran-pikiran sendiri. Kemudian tak sadar kehilangan fokus terhadap hal yang sedang dikerjakan.

Seperti nasehat dari Mahatma Gandhi, hidup bukan melulu tentang beradu cepat dengan yang lainnya. Semoga dengan melazimkan berlatih mindfulness tingkat kesabaran dalam diri meningkat. Amiin

Berikut ini ada tips singkat dalam bentuk infografis untuk berlatih mindfulness. Semoga bermanfaat.

mindfulness
Mindfulness practice Step by Step via developgoodhabits.com

Salam..
DiPtra

Advertisements

8 thoughts on “Melambatkan Langkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s