Berdamai Dengan Valak

Aiiiisssshh, ini kenapa judulnya jadi berdamai dengan Valak..? Bukannya dia sudah ketinggalan zaman untuk di-bully..? Iya juga sih yaa, Tante Valak ini ngehits banget tahun lalu. Mulai cerita-cerita mistis tentangnya hingga meme dirinya bersama Suzanna. Sekedar nostalgia boleh lah yaa..

valak.jpg
meme Valak dan Suzanna

Nah, dari seluruh film horror yang saya tonton ketika tua dewasa, tiga film karya James Wan1 sukses membuat saya mengalami mimpi buruk selama beberapa hari. Film pertamanya yang menghantui tidur saya adalah Insidious: Chapter 22. Film ini begitu membuat saya merinding karena menyampaikan kisah tentang fenomena astral projection3. Menjadi merinding karena dulu saya pernah sedikit bersinggungan dengan fenomena astral projection. Well begitulah jika sebuah film ada keterkaitan dengan pengalaman sehari-hari, ada sensasi lebih ketika menontonnya.

Film James Wan kedua dan ketiga yang membuat saya bergidik adalah The Conjuring 1 dan The Conjuring 2. Ketika The Conjuring 1 tayang di bioskop, saya tidak menontonnya. Lebih memilih liat filmnya dari notebook di kosan. Lumayanlah, scene Bathsheba gantung diri di pohon sampai terbawa mimpi.

The-Conjuring.jpg
The Conjuring 1 via rantaboutfilm

Nah, film The Conjuring 2 saya nonton di bioskop. Level seremnya meningkat menurut saya. Sosok Valak digambarkan dengan begitu seramnya. Apalagi dengan nuansa bioskop yang gelap dan tata suara yang begitu menggelegar. Sayatan suara biola pada suara latar menambah kengerian film.

THE-CONJURING-2.jpg
The Conjuring 2 via insidepulse

Beberapa hari, saya mengalami mimpi buruk. Dalam mimpi rasanya seperti menonton ulang film The Conjuring 2. Hmm enggak banget deh. Tapi untunglah tidak sampai berlarut-larut dihantui dalam mimpi.

Pagi tadi ketika berlatih mindfulness, entah kenapa hadir bayangan Valak dalam pikiran. Hadeeeh mau rileks malah tegang jadinya. Rupanya masih tersisa bayangan-bayangan kengerian terhadap film The Conjuring 2. Saya bertanya-tanya, kenapa bayangan meneyeramkan ini bisa keluar ketika berlatih mindfulness..?

Sambil tetap memperhatikan nafas, saya mulai menyadari bahwa suasana dan nuansa di bioskop ketika itu, membuka pintu pikiran bawah sadar saya. Akibatnya, saya terlalu hanyut dalam alur film yang ditayangkan. Tak ayal, bayangan kengerian film The Conjuring 2 menancap kuat di pikiran bawah sadar.

Jadi ketika berlatih mindfulness pikiran akan menjadi rileks. Dalam keadaan rileks, otak akan berada pada kondisi gelombang alpha3. Ketika otak berada dalam gelombang alpha, akses menuju pikiran bawah sadar terbuka. Pada kondisi ini, pikiran bawah sadar lebih aktif. Salah satu ciri pikiran bawah sadar adalah imajinatif dan random.

Maka dari fenomena ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Monkey Mind berasal dari terbukanya pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar yang melompat-lompat dan kreatif.

Nah, karena tadi pagi Valak sudah terlanjur keluar dari kotak pikiran bawah sadar saya, mau tak mau harus diladenin. Pikiran bawah sadar saya masih menyimpan kengerian terhadap sosok Valak. Padahal ketika berlatih mindfulness tadi pagi, pikiran sadar saya berkali-kali mengatakan bahwa sosok Valak hanyalah khayalan.

Permasalahannya adalah, pikiran bawah sadar kesulitan membedakan realitas dan khayalan4. Sehingga pikiran bawah sadar saya agak kesulitan menerima sugesti yang saya sampaikan. Mimpi yang hadir ketika kita sedang tidur adalah salah satu bukti bahwa pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan realitas dan khayalan.

Pikiran bawah sadar saya menyampaikan pesan bahwa dia masih menyimpan rasa ngeri terhadap sosok Valak. Setelah memberikan sugesti bahwa Valak hanyalah sosok khayalan, saya harus berdamai dengan sosok Valak yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar.

Pikiran sadar saya tahu bahwa Valak hanyalah sosok imajinatif. Maka untuk mengatasi kengerian ini saya menggunakan teknik “Melawan Imajinasi dengan Imajinasi”. Teknik ini berdasarkan atas fenomena pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan realtitas.

Sooo, ketika sosok Valak hadir dalam pikiran saya, maka saya membayangkan saya menyambut sosok Valak dengan tangan terbuka. Yaaa saya anggap dia sebagai teman akrab. Saya rangkul dia dan saya ajak becanda, mungkin dia berlagak seram selama ini karena kesepian.

Lama kelamaan sosok Valak tak lagi menyeramkan. Entah kenapa sosok Valak yang sebelumnya cukup menyeramkan, kini malah nampak seperti badut dengan bedak foundation yang terlalu tebal. Ahhh semoga dia tak hadir lagi dalam mimpi saya. Kalau pun mampir mungkin dia akan saya ajakin ngopi di kafe dekat kosan.

clown.jpg
Oom Badut via mediaite

Don’t let fear or insecurity stop you from trying new things. Believe in yourself. Do what you love. And most importantly, be kind to others, even if you don’t like them.
– Stacy London –

Salam..
DiPtra

Advertisements

10 thoughts on “Berdamai Dengan Valak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s