Pain is Inevitable

Pain is inevitable, suffering is optional
– Haruki Murakami

Quote di atas berasal dari di buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami. Sebuah memoar tentang perjuangan Murakami dalam membentuk kebiasaan berlari. Rasa tidak nyaman yang dihadirkan ketika berlari, akan terasa semakin menyakitkan jika kita menganggapnya sebagai sebuah penderitaan. Lebih kurang seperti itulah tafsiran quote dari Murakami.

Sama halnya seperti putus cinta, putus cinta itu menyakitkan. Namun ketika kita menganggapnya sebagai sebuah penderitaan dan malah mendramatisirnya, maka semakin terasa menyakitkan putus cinta yang dirasa. Sayangnya sebagian orang malah menikmati momen-momen dramatisasi patah hati. Mungkin ini sebentuk adiksi patah hati1.

Begitu juga ketika awal-awal berlatih mindfulness, durasi latihan lima menit terasa begitu lama. Karena sebelumnya terbiasa dengan ketergesaan. Jadi, untuk duduk sejenak mengheningkan pikiran pun terasa susah. Pikiran yang terbiasa dalam ketergesaan akan mengalami kesakitan ketika diajak untuk bersabar dalam berlatih mindfulness.

Berlatih mindfulness adalah sebuah usaha untuk menjernihkan pikiran yang kalut dan kusut. Pikiran kalut ibarat keruhnya air dalam wadah yang diaduk dengan campuran tanah. Untuk mejernihkan air dalam wadah tersebut cukup dengan mendiamkan air dalam wadah tersebut. Lebih kurang seperti itulah ilustrasi berlatih mindfulness.

Di bawah ini ada video dari Youtube yang menggambarkan dengan apik ilustrasi tentang mindfulness.

Bagaimana pun juga, ketergesaan dan perburuan kecepatan dalam era millenial ini tak dapat dihindari, namun keputusan untuk bersabar adalah sebuah pilihan.

Hari ini saya berlatih mindfulness sebelas menit sebelum berangkat bekerja. Satu menit terakhir sebelum sesi latihan berkahir saya manfaatkan betul-betul untuk memperdalam rasa syukur atas nafas hari ini.

Salam..
DiPtra

Advertisements

6 thoughts on “Pain is Inevitable

    1. Waaa keren, dipakai juga yaa dalam dunia keperawatan 👍🏻. Terima Kasih Kang Nur informasinya, jadi makin penasaran dengan efek baik latihan mindfulness..

  1. Di silat ada juga teknik pernafasan gini, nggak memungkiri juga era sekarang apa2 kudu tergesa2 tapi kadang malah hasilnya belum maksimal. ehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s