Resource

My favorite things in life don’t cost any money. It’s really clear that the most precious resource we all have is time.
– Steve Jobs

Dua malam ini saya berdiskusi intens dengan Mang Asep. Orangnya sederhana enggak neko-neko malah kadang nampak terlalu lugu. Tapi di balik sikapnya yang selow itu, tersimpan hikmah dan ilmu di luar dugaan.

Sebenarnya ada banyak yang kami diskusikan. Namun tidak semua poin pembahasan bisa disampaikan di ruang blog ini. Tentang hal-hal baru yang sering kali disalahpahami. Pernah suatu ketika salah satu poin pembahasan diskusi dengan Mang Asep saya utarakan di salah satu grup Whatsapp yang saya kira berpikiran cukup terbuka. Well yang ada saya malah mendapat omelan dari salah satu anggota grup haha. Dari situ saya menarik kesimpulan bahwa tidak setiap hal bisa dibicarakan kepada semua orang. Apalagi hal-hal yang sensitif dan memiliki kecenderunga merusak pakem yang sudah terlanjur mengakar kuat.

Baiklah, saya sampaikan saja salah-satu poin diskusi saya dengan Mang Asep. Poin yang berkaitan dengan insight yang saya dapat tadi ketika berlatih mindfulness. Berkaitan dengan sumber daya atau resource, sesuai dengan judul tulisan ini.

Gunakan resource yang kamu miliki dengan bijaksana. Lebih kurang seperti itu bunyi nasihat yang berdenting ketika berlatih mindfulness. Waktu adalah resource paling berharga yang dimiliki manusia, seperti quote dari Steve Jobs di awal tulisan ini.

Nah, salah satu poin diskusi dengan Mang Asep dua hari yang lalu berkaitan dengan waktu juga. Mang Asep berpendapat bahwa jika usia sudah mendekati usia empat puluh, ada baiknya mulai mengurangi kesenangan-kesenangan duniawi.

Bahwa sudah bukan waktunya selalu bersenang-senang menonton film kata Mang Asep malam itu sambil menunjuk televisi. Kebetulan saat itu televisi di ruang tamu kosan sedang menyala namun terabaikan.

Kalimat selanjutnya lebih menohok lagi, berkaitan dengan travelling. Harusnya ketika usia mendekati empat puluh, sudah bukan waktunya lagi travelling berhura-hura mencari kepuasan nafsu yang tiada habisnya. Pamer sana, pamer sini. Waktunya “travelling” untuk hal-hal yang terlupakan atau sengaja dilupakan oleh banyak orang. Lebih kurang seperti itu salah satu nasihat yang disampaikan Mang Asep kepada saya.

Upss, bukannya saya melarang untuk travelling namun lebih menimbang-nimbang kembali value yang akan didapat dari kegiatan travelling. Menimbang-nimbang kembali penggunaan waktu sebagai resource utama selama kita hidup di dunia ini. Toh sekarang ini hanya sekedar mampir, dengan destinasi utama travelling adalah kampung akhirat.

Pada obrolan-obrolan selanjutnya Mang Asep menyampaikan bahwa saat ini adalah era terbolak-baliknya zaman. Zamannya fitnah, jangan mudah tertipu dengan tampilan dzhair.

Salam..
DiPtra


p.s latihan mindfulness hari ini berdurasi sebelas menit. Tak perlu lama-lama asal ajeg. Pikiran juga resource yang tak kalah pentingnya. Kasihan jika terus-menerus diisi berita-berita sampah.

Advertisements

One thought on “Resource

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s