Esensi Membaca

IMG_5669

Beberapa pekan lalu ada event  bazar buku yang dilangsungkan dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Ada Islamic Book Fair dan Big Bad Wolf Book Sale yang menyajikan buku-buku berkualitas kepada masyarakat.

Dulu saya gemar mendatangi event-event pameran buku semacam ini. Namun belakangan ini tidak. Terakhir, saya mendatangi event Islamic Book Fair di bilangan Senayan Jakarta beberapa tahun lalu.

Manusia menyemut, memadati tiap-tiap stand penjual buku. Bahkan untuk bergerak saja sulit. Bagi saya, membeli dan berburu buku dalam kondisi terlalu ramai dan penuh sesak terasa kurang nyaman.

Sejak saat itu, saya tidak lagi mendatangi event bazar buku hingga saat ini. Rutinitas membeli buku pun juga saya kurangi. Saya mulai memikirkan efek dari aktivitas membaca yang saya lakukan selama ini.

Sering kali ketergesaan membaca dalam rangka menamatkan sebuah buku membuat saya kurang menikmati apa yang sedang saya baca. Saya mulai mempertanyakan apa esensi membaca, baik itu membaca buku atau pun artikel online.

Poin ke lima dari tulisan Milena di Medium1, cukup beresonansi dengan apa yang saya rasakan terkait esensi dari membaca. Bahwa selama ini saya merasa tergila-gila mencari hal baru yang menarik dari apa yang saya baca. Ketika menyelesaikan suatu bacaan yang menarik dan menerima pesan yang disampaikan tak lama kemudian saya mencari-cari lagi bacaan yang lebih menarik. Apa yang saya rasakan ini semacam kehausan intelektual tak berujung.

Hal ini saya rasakan ketika membaca banyak sekali tips-tips menarik dalam artikel. Berpindah dari satu artikel ke artikel lainnya. Berpindah dari artikel motivasi ke artikel motivasi lainnya. Berpindah dari satu novel ke novel lainnya.

Tapi kemudian saya mempertanyakan apakah saya sudah merenungkan dengan tenang apa yang sudah saya baca? Apakah saya sudah mengimplementasikan segudang tips-tips menarik dari artikel atau buku yang sudah saya baca? Ataukah hasrat banyak membaca ini hanya sebentuk kompulsif terhadap pengetahuan? Sangat mungkin banyak-banyakan membaca ini menjadi semacam perlombaan tanpa disadari.

Praktik, praktik, praktik inilah hal yang ingin saya garis bawahi. Kurangnya praktik dari apa–apa yang sudah saya baca. Jadi, untuk saat ini esensi membaca bagi saya adalah mendapatkan sudut pandang baru dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, menuliskan mindfulnote dalam blog ini adalah sebentuk pengimplementasian dari buku Zen Habits: Mastering The Art of Change yang sedang saya baca.

Frantic reading makes us encounter an interesting idea, saying: “Hmm, this is interesting,” and move on in the search of next shiny solution for our problems. However, when we read slowly, carefully, when we highlight, contemplate on what we’ve read, when we try the ideas from the books ourselves, that’s when the books have the biggest potential to transform us.

Salam..
DiPtra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s