Puasa Otak, Puasa Pikiran

030617

Terjadi perlambatan akumulasi amyloid pada otak tikus percobaan dengan melakukan pengurangan asupan nutrisinya. Perlambatan akumulasi amyloid ini adalah hal yang baik, mengingat pada penderita alzheimer didapati akumulasi amyloid dalam jumlah yang cukup banyak. Hasil penelitian ini dikemukakan oleh Matt Mattson dalam sebuah kuliah umum acara TED. Matt Mattson merupakan seorang peneliti tentang penuaan pada suatu institut.

Lebih lanjut, Matt Mattson mengungkapkan bahwa pengurangan asupan nutirisi pada tikus percobaan, mampu meningkatkan kemampuan tikus dalam mengingat. Selain itu, terjadi perlambatan degenerasi otak dalam memproduksi dopamin pada tikus percobaan. Bahkan, dengan pengurangan asupan nutrisi pada tikus percobaan, didapati usia tikus percobaan meningkat 30 hingga 40 persen.

Apa yang dilakukan pada tikus percobaan ini adalah sebentuk simulasi pengaruh kuantitas asupan nutrisi terhadap otak. Hal yang sama bisa juga terjadi bila diterapkan kepada manusia. Sudah menjadi rahasia umum tentang kisah-kisah keajaiban orang-orang yang melakukan puasa. Salah satunya adalah keajaiban puasa dalam meningkatkan kecerdasan.

Penelitian yang dilakukan oleh Matt Mattson bisa dijadikan sebagai bukti empiris bahwa puasa mampu meningkatkan kecerdasan. Dengan berpuasa, kemampuan otak dalam mengingat akan meningkat. Maka dari itu, selain baik untuk kesehatan, puasa juga memiliki manfaat yang sanga besar bagi fungsi kerja otak.

Baiklah semoga paparan singkat mengenai penaruh puasa terhadap fungsi kerja otak ini bermanfaat. Ada baiknya saya akhiri tulisan ini.

Hmmm lalu puasa pikiran seperti yang tertera di judul gimana tuh maksudnya? Yaa entahlah saya kok agak males yaa membahasnya. Mungkin di lain kesempatan yaa. Eeh  karena ini adalah bulan puasa, ga baik membuat orang penasaran.

Selain dilarang untuk mengkonsumsi makanan, minuman, dan rokok ketika berpuasa, aktifitas negatif lainnya juga dianjurkan untuk tidak dilakukan. Ancaman melakukan hal-hal tercela ketika sedang berpuasa adalah berkurangnya keutamaan dan pahala dari puasa yang sedang dijalani. Puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus. Minimal sih terjadi pengurangan berat badan, itu pun kalo waktu buka dan sahurnya enggak kalap. Yaa kalo pas buka dan sahurnya kalap alamat deh terjadi peningkatan berat badan selama puasa Ramadhan.

Mari sekrang kita coba gathuk-gathuk-kan antara fakta bahwa puasa meningkatan kemampuan otak untuk mengingat dengan larangan melakukan hal-hal tercela ketika sedang berpuasa. Iyaa saya tau sebagian kaum cerdik cendikia menolak keras falsafah gathuk-menggathukkan ini. Tapi saya ikhlas didepak dari golongan cerdik cendikia hanya karena sedikit menggunakan falsafah gothak-gathuk ini.

Ketika melakukan hal-hal tercela seperti ghibah, ngadu domba, fitnah, debat bin engkel-engkelan, melihat hal yang enggak-enggak, baca atau liat berita enggak bener di internet atau televisi, selama berpuasa bisa jadi hal-hal buruk itu akan lebih menempel di memori otak daripada ketika sedang tidak berpuasa. Karena selama berpuasa otak meningkat kemampuannya dalam mengingat.

Lantas apa sih efek buruk dari otak yang kebanyakan menyimpan hal-hal yang negatif, hal-hal yang buruk? Yaa salah satunya sih efek buruknya bisa dijelaskan dengan (lagi-lagi) analogi teko dan isinya. Deretan data dalam memori dalam otak bagaikan isi teko. Deretan data ini kelak akan menjadi landasan seseorang dalam bertindak maupun dalam merespon suatu kejadian. Katanya motivator-motivator atau coach-coach siih, apa yang terjadi pada diri kita sebenarnya adalah efek dari respon yang kita berikan pada kejadian yang dialami.

Ketika dikritik lalu memberikan respon negatif jadinya malah adu debat saling menjatuhkan. Nyari benernya sendiri. Nyari kelemahan lawan debatnya sampai menyerang terhadap pribadinya bukan argumennya, seperti debat-debat yang pernah saya simak dalam gala twitwar di Twitter dulu. Maka dari itu, seperti kemarin sudah saya sampaikan puasa informasi ada baiknya dilakukan untuk mengurangi potensi terbukanya pintu informasi yang negatif. Bad news is a good news.

Sebagai kesimpulan, maka tidaklah mengherankan ketika berpuasa kita sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Memeperbanyak sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan macam-macam amal shaleh lainnya. Hal ini dilakukan demi memperkuat ingatan dan kesan yang diterima oleh otak akan kegiatan-kegiatan yang baik.

Oke, kali ini benaran saya tutup tulisan saya dengan sebuah pertanyaan, apakah falsafah gathuk-menggathukkan yang saya paparkan barusan ini akan mengeluarkan saya dari kumpulan cerdik cendikia? Hmmm entahlah saya sendiri lupa apakah sudah pernah mendaftarkan diri menjadi anggota cerdik cendikia. Nampaknya saya perlu berpuasa untuk meningkatkan kapasitas memori otak saya.

Salam..
DiPtra si tikus percobaan.

Advertisements

4 thoughts on “Puasa Otak, Puasa Pikiran

  1. wah.. warning bagi para penggemar kuliner. tulisan ini bisa jadi pengingat untuk mengatur kebutuhan nutrisi tubuh supaya secara kemampuan otak mengalami penguatan daya ingat. tapi agak ruwet juga sih kalo yang sedang berusaha melupakan mantan. makanya ada sebagian orang kalo abis putus cinta menjadi banyak makan. bisa mempercepat proses melupakan sang mantan. 😀 sedikit bergurau mas, jangan di ambil hati

    1. Tapi anak pondokan banyakan dikondisikan dalam perut lapar kan yaa mas Gun?
      .
      Kalau perkara mantan sih yaa makan yang buanyaak ajah nda apa-apa biar lekas lupa dengan mantannya, tapi eh tapi, wajar juga sih ya orang yang putus cinta dan gagal move on itu jadi ga doyan makan.
      .
      Iyaa mas gun, santai ajah kolom komentar di sini isinyaa free..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s