Puasanya Ular, Puasanya Ulat

img_5919

Setelah hampir menelan paman bulat-bulat, ular python itu akhirnya ditangkap juga. Bersyukur paman tidak kurang satu apa pun ketika dibelit oleh ular python dewasa berukuran jumbo itu.

Setelah ditangkap, ular python itu meringkuk sayu dalam kandang ular dadakan di belakang rumah paman. Sedianya, kandang itu diperuntukkan sebagai tempat ayam bernaung.

Tak terbayang betapa ngerinya ketika paman dililit oleh ular python itu, sebuah pengalaman dzikrul maut yang nyata adanya. Tentu saja lilitan ular python itu masih kalah ngeri dengan lilitan ular spesies hutang luar negri yang membelit negara ini.

Tentu saya hanya menyaksikan seonggok ular python berbadan tambun sedang tertidur. Mungkin ular ini semacam bertapa untuk menjadi manusia seperti kisah legendaris Siluman Ular Putih.

Rupanya beberapa hari sebelum bertapa, ular python itu memakan seekor anak kambing atau ayam. Entahlah saya agak lupa bagian ini, yang jelas ular python itu puasa setelah “pesta besar” memakan daging-dagingan. Nyam-nyam.

Jadi begini, setelah mempelajari pelajaran biologi atau setelah melihat tayangan fauna di NatGeo saya jadi tau bahwa ular pun berpuasa. Rupanya ular berpuasa dalam rangka berganti kulit. Ular harus mengganti kulitnya secara berkala karena tubuh ular yang tumbuh dari waktu ke waktu juga beradaptasi terhadap cuaca untuk menjaga kelembapan kulitnya. Untunglah belum ada spesies ular yang terinspirasi untuk mendirikan pabrik lotion pelembab kulit.

Selepas masa puasa ular puasa untuk berganti kulit, ternyata bentuk ular masih tetap, mungkin hanya mengalami perubahan volume tubuh. Namanya pun masih sama, ular.

Apa yang dimakan pun tak berubah, bahkan cara memakannya pun masih tetap. Cara jalan ular pun masih sama melata di atas bumi dengan perutnya selepas puasa. Dan tabiat ular pun tetap, mematuk dengan licik, menelan mangsanya mentah-mentah.

Lain halnya ketika melihat puasa yang dilakukan oleh ulat. Terjadi perubahan signifikan selepas masa puasa yang dilakukan oleh ulat.

Bentuk dan nama ulat berubah menjadi kupu-kupu selepas puasa di dalam kepompong. Makanannya pun berubah, dari semula memakan dedaunan dan dianggap sebagai hama, kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang menghisap nektar bunga. Sifatnya juga berubah dari tamak terhadap dedaunan menjadi selektif terhadap bunga sekaligus membantu proses penyerbukan bunga.

Hal yang paling ekstrim adalah perubahan dari cara bergeraknya. Ulat yang semula hanya bisa melata,  setelah masa puasa usai menjadi bersayap dan mampu terbang dengan anggunnya.

Dari dua perbandingan model puasa ini bukan maksud saya untuk menjelek-jelekkan model puasa yang dijalani oleh ular, toh sudah sunnatullah-nya ular berpuasa semacam itu. Tak ada perubahan signifikan selepas masa puasa yang dilakukan ular.

Hal yang sama terjadi kepada manusia ketika menjalani puasa. Secara fisik tak ada perubahan signifikan pada manusia selepas menjalani puasa. Paling banter bobot tubuh menjadi turun dan lipatan lemak di perut yang mengendur.

Tapi manusia dikenal dan dikenang bukan dari fisiknya semata. Namun lebih kepada karakter, perilaku, dan amal perbuatannya. Maka dari itu, senyampang fisik kita meniru model puasa ular, paling tidak ruhani kita berpuasa meniru model puasa ulat.

Yang sebelumnya super nggaphlek’i yang menyebalkan dan sak karep’e dhewe, paling tidak berubah menjadi nggaphlek’i yang menyenangkan dan dirindukan. Karena jauh di lubuk hati beberapa teman-teman baik saya, tidak rela jika sisi-sisi ke-nggaphlek’i-an yang saya miliki raib begitu saja.

Tiba-tiba dua bilah sayap nggaphlek’i di punggung saya mulai tumbuh. Sayangnya, bentuknya tak simetris. Sebelah kanan berupa sayap kelabu kelelawar, sebelah kirinya lagi sayap pembalut yang dikenakan ketika malam biar tidak mudah bocor di atas kasur.

Saya ingin puasa menulis, tapi tak sampai lama. Paling tidak hingga lebaran usai. Lebaran tahun 2156. Oke fix saya harus tidur.

Salam…
DiPtra si lelaki nggaphlek’i

Advertisements

One thought on “Puasanya Ular, Puasanya Ulat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s