Alhamdulillah Sudah Sehat

headache

Pekan lalu saya tepar. Tepatnya pada hari Sabtu. Masuk angin. Seperti biasa ketika masuk angin. Kepala pusing. Badan sempoyongan kalau diajak berjalan. Apalagi lari. Tentu semakin tak sanggup.

Saya hanya tiduran di kamar kosan seharian.

Belum lagi ada tiga bentol sariawan di lidah. Tak enak makan. Kompak sudah. Badan lemas masuk angin. Asupan nutrisi tersendat.

Untungnya saya masih kuat jalan. Itu pun ketika malam. Sisa-sisa tenaga ini saya gunakan untuk beli jamu Antangin JRG sekotak. Sekotak berisi 5 saset.

Untuk meredakan kepedihan sariawan, saya beli You C-1000.

Keesokan harinya sudah mendingan. Tapi ya gitu, masih tak bisa banyak beraktivitas.

Bentol-bentol sariawan pun malah makin menjadi-jadi perihnya.

Saya coba meditasi. Mengambil jarak antara kesadaran tubuh dengan kesadaran aku yang mengamati. Bahwa aku bukanlah tubuh ini. Tubuh ini hanya kendaraan sementara yang semestinya dijaga dengan sebaik-baiknya.

Well lebih enak rasanya di hati ketika mau menerima keadaan. Iya masuk anginnya tak ujug-ujug hilang hanya dengan bermeditasi. Apalagi sariawannya. Emmhh yaa tetep sakit.

Berbeda sekali rasanya ketika saya melakukan penolakan atas sakit yang menghampiri. Sudah sakit, eh hati bergejolak menolak. Penderitaannya menjadi berlapis-lapis.

Saat bermeditasi saya hanya mengulang dalam hati kalimat “terima...terima...terima”. Owh iya jangan dibayangkan saya bermeditasi sambil duduk bersila seperti meditasi pada umumnya.

Saat itu, saya sambil berbaring saja mengamati keadaan tubuh.

Sampai akhirnya saya teringat sesuatu. Masuk angin yang dialami tubuh saya ini sebagai alarm.

Saya kecapekan. Terlalu terforsir tenaga di awal pekan sebelum sakit. Iya ini sebagai sebentuk protes yang didemonstrasikan oleh tubuh.

Istirahat total selama dua hari. Rupanya itu yang diminta oleh tubuh.

Alhamdulillah keesokan Seninnya masih pusing. Tapi tak sepusing sehari sebelumnya.

Dan pekan ini alhamdulilah sudah segar bugar. Hari ini sebagai ucapan syukur atas kebugaran tubuh, saya bersih-bersih kamar.

Rencananya sih pekan lalu ingin saya bersihkan total kamar kosan yang saya huni. Rupanya kehendak Tuhan berkata lain. Alhamdulillah.

#Sakit #DailyBlog #Sept2018