Serangan Kolom Komentar

Kamis lalu, tiba-tiba ada beberapa notifikasi komentar masuk dari aplikasi WordPress di handphone saya. Dalam waktu hampir bersamaan notifikasi komentar-komentar itu masuk.

IMG_5641
Serangan Spam dengan bahasa Alien

Sebagai bloger, tentu ada rasa senang ketika sebuah tulisan yang tertuang di blog mendapat respon dari pembacanya. Tapi rasa senang akan berubah menjadi jengkel ketika mendapati komentar yang masuk adalah komentar spam. Haiish ini sih namanya menyebalkan sekali.

Yaah namanya juga orang usaha, berbagai cara dilakukan. Entah apa tujuan dari spammer yang menyerang lapak komentar blog ini. Padahal dari sisi lalu-lintas pengunjung blog saya ini tidak rame-rame amat. Hmm entahlah.

Komentar spam masuk karena pada dashboard WordPress blog ini saya men-setting untuk menerima semua komentar yang masuk di kolom komentar. Hmm ini sih dikarenakan keteledoran saya sebenarnya.

Saya menganggap fitur Akismet yang disediakan oleh WordPress cukup kebal menahan serangan komentar spam. Akan tetapi pada kasus yang saya alami, pertahanan  Akismet akhirnya jebol juga. Saya belum melaporkan insiden ini kepada pihak WordPress.

Untuk menanggulangi hal ini, maka saya merubah setting-an kolom komentar di blog ini. Komentator minimal sudah pernah mendapatkan sekali persetujuan dari saya untuk meninggalkan komentar. Hal ini saya maksudkan sebagai verifikasi komentator dan langkah preventif terhadap serangan spammer di masa yang akan datang.

Jadi kalau kamu baru kali pertama meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf jika komentar kamu tidak langsung muncul di kolom komentar. Tapi kalau kamu sudah pernah meninggalkan komentar sebelumnya dan mendapat peretujuan dari saya, maka komentar kamu akan langsung muncul di kolom komentar.

Berikut ini cara men-setting kolom komentar di blog melalui aplikasi WordPress di handphone.

1. Masuk pada tab Settings

IMG_5645.PNG
pilih bagian Discussion pada tab Settings

 

2. Pilih bagian automatically Approve

IMG_5646
Pilih opsi Automatically Approve

 

3. Pilih Opsi Known User’s Comments

IMG_5644.PNG
Pilih Opsi Known User’s Comments

Salam..
DiPtra

Mortuus Finem

Mortuus finem dalam bahasa Latin berarti jalan buntu. Begitulah, seharian ini saya asik menemani Raffii bermain. Menyuapinya makan siang. Memandikannya sejam yang lalu. Sekarang dia sudah terkapar di atas kasur diserang pasukan lelap. Keadaan ini membuat saya malas menulis, menikmati momen-momen bersama anak hihi.

Merasa buntu untuk menyampaikan bulir-bulir pemikiran kedalam blog. Mumpung cuti pikir saya. Tapi karena sudah membuat komitmen untuk menulis hasil latihan mindfulness, maka tulisan ini hadir dalam tempo menulis yang sesingkat-singkatnya.

Selama latihan dua belas menit tadi, saya kepikiran apa saja penyebab kebuntuan ide untuk menulis.

Paling tidak ada tiga sebab yang tadi sempat kepikiran. Sebab pertama adalah kosongnya teko. Pikiran ibarat teko. Jika tak ada lagi air yang bisa dikeluarkan dari dalamnya, berarti dia perlu diisi lagi.

Maka untuk menggugah ide tulisan, cara yang bisa ditempuh adalah membaca tulisan di berbagai media. Entah buku, artikel blog, portal berita, running text di televisi, sampai koran bungkus kacang rebus. Isi teko pikiran yang mulai mengering.

Penyebab kedua adalah rasa takut. Perfeksionis dalam tulisan. Ingin tulisan yang disajikan selalu sempurna. Rasa ini juga kerap menghampiri semangat saya untuk menulis.

Atau takut ide-ide yang akan disampaikan menyinggung dan menghadirkan kontroversi. Untuk mengatasi hal ini perlu latihan cu3k (mau protes yaa kenapa huruf e-nya saya ganti menjadi angka 3..? Hanya menyiratkan sisa-sisa kealayan masa lalu ūüėā).

Sebab terakhir adalah terlalu larut dengan kejadian yang menimpa sehari-hari. Ketika terlalu larut dengan apa yang sedang terjadi, sering kali membuat kita lepas kesabaran dan emosi.

Jika menahan kesabaran dan emosi saja tak bisa, apalagi jika harus mengambil pelajaran dari kejadian sehari-hari. Besar kemungkinan tak akan terpikirkan.

Nah, pada penyebab ketiga inilah berlatih mindfulness dapat melatih otot kesabaran dan kesehatan pikiran kita.

Mungkin sekian dulu curhat receh hari ini. Moga bermanfaat. Sebagai penutup, aplikasi Still yang saya gunakan sebagai timer latihan mindfulness, selalu memberikan kata-kata inspirasi setiap selesai sesi latihan. Kali ini aplikasi Still menyampaikan kata-kata inspirasi dari Eckhart Tolle.


Salam..
DiPtra

Berdamai Dengan Valak

Aiiiisssshh, ini kenapa judulnya jadi berdamai dengan Valak..? Bukannya dia sudah ketinggalan zaman untuk di-bully..? Iya juga sih yaa, Tante Valak ini ngehits banget tahun lalu. Mulai cerita-cerita mistis tentangnya hingga meme dirinya bersama Suzanna. Sekedar nostalgia boleh lah yaa..

valak.jpg
meme Valak dan Suzanna

Nah, dari seluruh film horror yang saya tonton ketika tua dewasa, tiga film karya James Wan1 sukses membuat saya mengalami mimpi buruk selama beberapa hari. Film pertamanya yang menghantui tidur saya adalah Insidious: Chapter 22. Film ini begitu membuat saya merinding karena menyampaikan kisah tentang fenomena astral projection3. Menjadi merinding karena dulu saya pernah sedikit bersinggungan dengan fenomena astral projection. Well begitulah jika sebuah film ada keterkaitan dengan pengalaman sehari-hari, ada sensasi lebih ketika menontonnya.

Film James Wan kedua dan ketiga yang membuat saya bergidik adalah The Conjuring 1 dan The Conjuring 2. Ketika The Conjuring 1 tayang di bioskop, saya tidak menontonnya. Lebih memilih liat filmnya dari notebook di kosan. Lumayanlah, scene Bathsheba gantung diri di pohon sampai terbawa mimpi.

The-Conjuring.jpg
The Conjuring 1 via rantaboutfilm

Nah, film The Conjuring 2 saya nonton di bioskop. Level seremnya meningkat menurut saya. Sosok Valak digambarkan dengan begitu seramnya. Apalagi dengan nuansa bioskop yang gelap dan tata suara yang begitu menggelegar. Sayatan suara biola pada suara latar menambah kengerian film.

THE-CONJURING-2.jpg
The Conjuring 2 via insidepulse

Beberapa hari, saya mengalami mimpi buruk. Dalam mimpi rasanya seperti menonton ulang film The Conjuring 2. Hmm enggak banget deh. Tapi untunglah tidak sampai berlarut-larut dihantui dalam mimpi.

Pagi tadi ketika berlatih mindfulness, entah kenapa hadir bayangan Valak dalam pikiran. Hadeeeh mau rileks malah tegang jadinya. Rupanya masih tersisa bayangan-bayangan kengerian terhadap film The Conjuring 2. Saya bertanya-tanya, kenapa bayangan meneyeramkan ini bisa keluar ketika berlatih mindfulness..?

Sambil tetap memperhatikan nafas, saya mulai menyadari bahwa suasana dan nuansa di bioskop ketika itu, membuka pintu pikiran bawah sadar saya. Akibatnya, saya terlalu hanyut dalam alur film yang ditayangkan. Tak ayal, bayangan kengerian film The Conjuring 2 menancap kuat di pikiran bawah sadar.

Jadi ketika berlatih mindfulness pikiran akan menjadi rileks. Dalam keadaan rileks, otak akan berada pada kondisi gelombang alpha3. Ketika otak berada dalam gelombang alpha, akses menuju pikiran bawah sadar terbuka. Pada kondisi ini, pikiran bawah sadar lebih aktif. Salah satu ciri pikiran bawah sadar adalah imajinatif dan random.

Maka dari fenomena ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Monkey Mind berasal dari terbukanya pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar yang melompat-lompat dan kreatif.

Nah, karena tadi pagi Valak sudah terlanjur keluar dari kotak pikiran bawah sadar saya, mau tak mau harus diladenin. Pikiran bawah sadar saya masih menyimpan kengerian terhadap sosok Valak. Padahal ketika berlatih mindfulness tadi pagi, pikiran sadar saya berkali-kali mengatakan bahwa sosok Valak hanyalah khayalan.

Permasalahannya adalah, pikiran bawah sadar kesulitan membedakan realitas dan khayalan4. Sehingga pikiran bawah sadar saya agak kesulitan menerima sugesti yang saya sampaikan. Mimpi yang hadir ketika kita sedang tidur adalah salah satu bukti bahwa pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan realitas dan khayalan.

Pikiran bawah sadar saya menyampaikan pesan bahwa dia masih menyimpan rasa ngeri terhadap sosok Valak. Setelah memberikan sugesti bahwa Valak hanyalah sosok khayalan, saya harus berdamai dengan sosok Valak yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar.

Pikiran sadar saya tahu bahwa Valak hanyalah sosok imajinatif. Maka untuk mengatasi kengerian ini saya menggunakan teknik “Melawan Imajinasi dengan Imajinasi”. Teknik ini berdasarkan atas fenomena pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan realtitas.

Sooo, ketika sosok Valak hadir dalam pikiran saya, maka saya membayangkan saya menyambut sosok Valak dengan tangan terbuka. Yaaa saya anggap dia sebagai teman akrab. Saya rangkul dia dan saya ajak becanda, mungkin dia berlagak seram selama ini karena kesepian.

Lama kelamaan sosok Valak tak lagi menyeramkan. Entah kenapa sosok Valak yang sebelumnya cukup menyeramkan, kini malah nampak seperti badut dengan bedak foundation yang terlalu tebal. Ahhh semoga dia tak hadir lagi dalam mimpi saya. Kalau pun mampir mungkin dia akan saya ajakin ngopi di kafe dekat kosan.

clown.jpg
Oom Badut via mediaite

Don’t let fear or insecurity stop you from trying new things. Believe in yourself. Do what you love. And most importantly, be kind to others, even if you don’t like them.
– Stacy London –

Salam..
DiPtra

Merelakan Lupa

Sering kali perasaan tidak nyaman timbul ketika saya kelupaan sesuatu. Misalnya ketika ingin membicarakan sesuatu, sesaat kemudian apa yang ingin dibicarakan tiba-tiba raib dari pikiran. Perasaan gemes bercampur penasaran menjadi satu, mengingat-ingat apa yang tadi hendak dibicarakan.

Peristiwa kelupaan ini juga terjadi pada ide untuk tulisan yang ujug-ujug mencungul dalam pikiran. Ujug-ujugnya gemes dan penasaran juga hadir ketika hal ini terjadi. Semakin diingat-ingat malah semakin enggak ketemu idenya yang tadi.

Apakah kamu juga pernah mengalami hal ini..? Merasa sebel bin gemes ketika ide tulisan kelupaan untuk diikat. Kalau iya berarti kita senasib.

Salah satu metode yang umum disarankan agar tidak kelupaan atas ide-ide tulisan, adalah dengan mencatatnya. Saya pun melakukan ini. Biasanya atas ide-ide yang muncul ini, saya hanya menulis kata-kata yang menjadi anchor ide tersebut.

Misalnya ketika ide tulisan Mengikhlaskan Itu hadir, anchor atau kata kunci yang saya gunakan adalah boker (maaf atas ketidaksopanan istilah ini) dan bandara Ngurah Rai. Selebihnya untuk isi tulisan saya percayakan kepada imajinasi ketika proses menulis. Seperti kata Spongebob Squarepants ini semua membutuhkan imaaaaaajinaaasiiii…


Nah, permasalahannya adalah ide-ide kreatif yang dicetuskan oleh monkey mind1 ini sering kali keluar pada waktu yang random. Contohnya ketika sedang boker (maaf atas pengulangan kata tidak sopan ini) ide kreatif untuk suatu hal muncul.

Agak riskan juga kalau belum tuntas “hajatnya” kemudian terburu-buru menuliskan idenya. Atau bisa jadi ide itu muncul ketika menjelang tidur, ujung-ujungnya bisa jadi insomnia karena memikirkan ide yang harus dituliskan.

Nah ketika berlatih mindfulness beberapa hari yang lalu, saya punya pendekatan baru atas ide-ide kreatif yang sering kali muncul. Pendekatan ini saya sebut Merelakan Ide Tulisan. 

Alih-alih sebel karena lupa atas ide yang hendak dituangkan, saya memilih jalan mengikhlaskan ide-ide itu untuk tidak dilahirkan. Saya biarkan saja mengalir apa adanya.

Dengan menerapkan metode pendekatan ini, rasa gemes dan sebel karena kelupaan perlahan sirna. Hal baru yang timbul adalah penerimaan. Malahan ada rasa plong di hati ketika saya menerapkan hal ini.

Pendapat lain yang bisa saya kemukakan adalah apabila memang ide itu layak untuk dilahirkan menjadi bentuk konkrit, maka di lain kesempatan ide itu akan muncul kembali dalam bentuk yang lebih matang. Dalam beberapa kesempatan hal ini saya alami sendiri.

Maka dari itu, dengan berlatih mindfulness yang berarti juga melatih monkey mind kita. Ketika monkey mind kita lebih terlatih untuk muncul ketika benar-benar diperlukan, maka bisa jadi monkey mind lebih maksimal mengeluarkan potensinya.

Baiklah pendekatan ini murni hasil pemikiran saya berdasarkan pengalaman empiris. Jika kamu ada pendapat lain mengenai hal ini, bolehlah kiranya mengutarakannya di kolom komentar untuk saling betukar pikiran.

Okee, untuk update latihan mindfulness hari ini, durasi waktu berlatih saya selama tiga belas menit. Jika memungkinkan ingin saya lakukan lagi menjelang tidur.

Salam..
DiPtra

Monkey Mind

Ketika berlatih mindfulness, mau tidak mau fokus pada nafas akan mendapat gangguan dari lompatan-lompatan pikiran. Malah sering kali saya tenggelam dalam lompatan-lompatan pikiran itu sendiri.

Monkey mind adalah istilah untuk pikiran yang suka melompat-lompat ini. Salah satu tujuan berlatih mindfulness adalah untuk menjinakkan monkey mind

Untuk menjinakkan monkey mind, maka diperlukan kesadaran untuk mengamati pikiran-pikiran yang sedang terlintas. Dengan kata lain menyadari bahwa kita sedang berpikir merupakan proses untuk menjinakkan monkey mind.

Lantas apakah monkey mind ini adalah sesuatu hal yang buruk sehingga perlu dijinakkan? Hmm dari pengalaman selama ini, monkey mind bukanlah sesuatu yang buruk. Hanya saja keberadaannya perlu sedikit ditertibkan.

Monkey mind mudah sekali terdistraksi oleh satu dan lain hal. Maka kehadiran monkey mind yang tidak disadari akan mengganggu ketika saya membutuhkan fokus dalam suatu pekerjaan. Maka dalam kondisi ini, monkey mind adalah suatu hal yang buruk.

Namun, pada lain kesempatan monkey mind sangat bermanfaat. Contohnya ketika sedang membutuhkan ide-ide kreatif, maka hal yang saya lakukan adalah membebaskan monkey mind untuk berkhayal.

Bahkan, dengan berlatih mindfulness, monkey mind ini bisa dioptimalkan. Dengan menyadari keberadaan monkey mind saya kerap mengajukan pertanyaan-pertanyaan “nakal”. Jawaban yang saya dapat kadang di luar perkiraan.

Seperti halnya tulisan ini. Tadi pagi ketika berlatih mindfulness, saya ingin menulis tentang “mengikhlaskan ide tulisan”. Tapi, ujung-ujungnya saya malah menulis tentang monkey mind. Karena tulisan tentang “mengikhlaskan ide tulisan” cukup berkaitan erat dengan teori monkey mind.

Tapi ini hari Sabtu, waktunya leyeh-leyeh. Ide tentang “mengikhlaskan ide tulisan” besok-besok sajalah saya eksekusi. Anggap saja tulisan ini sebagai pengantar. Tulisan ini hanyalah sebuah pemanasan.

Hari Sabtu waktu yang tepat untuk mencuci dan beberes kamar yang mulai berantakan. Ternyata dalam menjalani hidup minimalis diperlukan kedisiplinan untuk menjaga kerapian. Heuhauahu..

Anyway hari ini saya berlatih mindfulness selama lima belas menit. Latihan dalam rasa kantuk, sesekali tadi hampir tertidur hihi.

Salam,
DiPtra

Mindfulnote

Dari buku Zen Habits: Mastering The Art of Change, Leo Babauta menyarankan untuk mengambil satu habit atau kebiasaan yang ingin dicapai. Dari beberapa contoh habit yang dia tawarkan untuk dibiasakan, saya memilih habit berlatih mindfulness. Karena berlatih mindfulness merupakan fondasi yang kuat untuk mencapai kebiasaan-kebiasaan lain yang diinginkan.

Secara sederhana, berlatih mindfulness adalah berlatih mengamati pergerakan pikiran dengan cara memfokuskan diri pada aliran nafas. Dengan kata lain, mindfulness adalah seni untuk mengelola pikiran. Ada banyak manfaat yang bisa diambil dari latihan mindfulness, salah satunya adalah bisa meredakan stres.

Untuk mengingatkan saya agar berlatih¬†mindfulness di pagi hari, maka saya memasang¬†wallpaper bertuliskan “Just Breath”¬†di ¬†handphone.¬†Wallpaper¬†yang saya pasang di¬†handphone¬† saya adalah sebagai berikut.

Just Breath Wallpaper

Pada bab 10 buku Zen Habits: Mastering The Art of Change, salah satu tugas yang harus dilakukan adalah membuat jurnal harian tentang perkembangan habit yang ingin dicapai. Lebih baik lagi jika jurnal harian yang dibuat, dituangkan kedalam media blog dan diketahui orang banyak.

Tujuan membuat jurnal secara online atau blog adalah untuk membangun akuntabilitas. Dengan membuat pernyataan dan laporan perkembangan secara online, maka mau tidak mau kita akan terpicu untuk mempertahankan kebiasaan baik yang sedang ingin kita capai.

Pada mulanya, Leo Babauta membuat blog Zen Habits dengan tujuan sebagai jurnal online tentang perkembangan habitnya. Selain itu, dia juga berbagi tentang bagaimana cara merubah kebiasaan dan menyederhanakan hidup. Selama ini, Leo juga menyarankan pembaca blognya untuk membuat blog mengenai kebiasaan yang ingin mereka capai.

Berdasarkan pemikiran itulah, saya memberanikan diri untuk membuat jurnal online tentang perkembangan kebiasaan yang ingin saya capai, yaitu berlatih mindfulness. Sebenarnya sudah 15 hari ini saya rutin berlatih mindfulness. Tentang waktu yang saya tetapkan untuk berlatih mindfulness adalah sekitar jam 6 pagi.

Oh iya mengenai bagaimana metode latihan mindfulness yang saya lakukan selama beberapa hari ini akan saya ceritakan pada jurnal esok hari. Satu hal yang pasti, hasil latihan mindfulness hari ini adalah perenungan kembali motivasi awal membuat blog ini, yaitu berbagi pengalman seputar gaya hidup minimalis.

Untuk selanjutnya, saya ingin kembali menulis secara lebih sistematis dan rutin mengenai gaya hidup minimalis. Mengingat tagline blog ini kembali mengusung tentang gaya hidup minimalis. Semoga dimudahkan jalannya menuliskan tentang hal ini.

salam..
DiPtra

Mapping Domain pada WordPress.com

Saperti sudah saya utarakan pada tulisan sebelumnya, bahwa fitur mapping domain sengaja disembunyikan oleh pihak WordPress.com. Tapi secara tidak sengaja saya menemukan fitur mapping domain dari WordPress.com. Link untuk mapping domain tidak akan ditemukan pada menu default upgrade layanan dari WordPress.com. Atau barang kali saya belum menemukannya.

Bahkan pada halaman help1 untuk maping domain, pengguna WordPress diarahkan untuk meng-upgrade layanan menjadi premium.

Berikut ini cara yang saya lakukan untuk melakukan mapping domain pada WordPress.com seharga 13 USD per tahun. Tapi sebelum memulai, ada prasyarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan mapping domain.

  1. Sudah memiliki domain yang hendak di-mapping dan memiliki akses untuk mengatur nameserver domain. Paling tidak memiliki pengetahuan sekilas mengenai nameserver2.

  2. Memiliki akun Paypal atau Credit Card. Karena WordPress.com hanya menerima dua macam tipe pembayaran itu.

  3. Akses dari browser komputer atau notebook dan koneksi internet yang lumayan kenceng.

  4. Milikilah jiwa yang selow.

Baiklah, mari saya jelaskan cara ehem-ehem yang saya lakukan untuk melakukan mapping domain.


Cara Mapping Domain Ehem-Ehem

1. Memilih Plan Personal

upgrade_1.PNG
Pilih plan upgrade personal

Pilihlah plan upgrade personal. Perlu diingat, layanan upgrade berlaku setahun. Pada gambar di atas telampir 2.99 USD per bulan. Permainan psikologis sih biar nampak murah hihihi.

2. Lakukan Pembayaran

Capture_2
Lakukan Pembayaran

Lakukan pembayaran sesuai metode yang diberikan oleh WordPress.com. Dalam hal ini, saya melakukan pembayaran via Paypal. Nampak dalam kolom total tagihan yang harus saya bayar sebesar 35.88 USD per tahun.

3. Mapping Domain

Capture_4Selanjutnya masuk pada menu domain. Kemudian pilih menu Already own a domain?. Saya lupa meng-capture proses mapping domain yang saya lakukan. Pada contoh gambar di atas untuk melakukan mapping domain akan langsung terintegrasi dengan layanan plan premium.

Namun jika sudah melakukan langkah kedua (pembayaran plan personal), maka opsi Already own a domain? akan menjadi free alias gratis. Hmm ga gratis juga sih, karena sudah terintegarasi dengan plan personal yang sudah dilakukan sebelumnya.

4. Ganti Nameserver

Langkah selanjutnya adalah merubah nameserver pada penyedia domain. Cara mengganti nameserver bisa diikuti pada tautan di footnote.

Ganti nameserver pada domain dengan nameserver milik wordpres sebagai berikut:

ns1.wordpress.com
ns2.wordpress.com
ns3.wordpress.com

Jika nameserver sudah diganti, maka harus selow bersabar menanti proses propagasi antara domain dengan nameserver selesai. Biasanya proses propagasi memakan waktu 24 jam hingga 48 jam. Selama proses propagasi ini, blog saya agak menjadi ndangdut kadang bisa dibuka, kadang tidak. Maklum masih galau.

5. Refund

Awalnya saya iseng-iseng saja memilih opsi refund layanan plan personal dari WordPress. Ternyata domain yang sudah di-mapping, tetap kena charge 13 USD. Jadi, ketika saya melakukan refund, dana yang dikembalikan hanya sebesar 22.88 USD (berasal dari 35.88 – 13). Dari sini saya berkesimpulan bahwa biaya mapping domain sebesar 13 USD masih tersedia. Hanya saja tersembunyi jauh di dalam sistem pembayaran WordPress. Bisa jadi layanan ini lama-lama akan dihilangkan. Semoga tidak.

Menu refund ada pada menu plan. Maaf saya lupa meng-capture menu refund yang saya maksud. Berikut ini bukti refund dari WordPress pada riwayat transaksi Paypal saya.

refund
riwayat transaksi paypal

Pada gambar di atas ada dua catatan refund dari WordPress.com. Hal ini saya lakukan karena sebelumnya saya salah melakukan transaksi redirect domain. Padahal redirect domain berbeda dengan mapping domain.

Nantinya, jika proses mapping domain sukses, maka pada tab domain akan muncul menu seperti ini.

Capture_3
Mapping domain sukses

Yaak lebih kurang seperti itu metode mapping domain ehem-ehem yang saya lakukan. Berita baiknya, setelah saya melakukan refund plan personal, harga untuk upgrade layanan yang ditawarkan kepada saya menjadi menurun. heuheheu blessing in disguise

upgrade_2
Diskon upgrade layanan wordpress.com

Nah, screenshot di atas adalah upgrade plan yang ditawarkan oleh WordPress setelah saya melakukan refund pada layanan sebelumnya. Lumayan kan selisihnya..?

Sekian semoga bermanfaat.

Salam..
DiPtra