Filosofi Teras

Filosofi Teras Mengakhiri tahun 2018 sekaligus memasuki tahun baru 2019, saya membaca buku Filosofi Teras. Buku karya Oom Henry Manampiring.

Dari total 12 bab, saya baru membaca sampai pertengahan bab 5. Sampai bab ini saya sedikit menyimpulkan bahwa Filosofi Teras atau Stoicism, mirip dengan Kaweruh Jiwa pemikiran Ki Ageng Suryomentaram.

Stoicism merupakan salah satu aliran filsafat Yunani-Romawi kuno. Diperkenalkan sejak 2300 tahun yang lalu. Filsafat ini diperkenalkan pertama kali oleh Zeno.

Dari 4 bab yang sudah selesai saya baca, ada beberapa pemikiran menarik yang bisa saya catat.

Bab 1

Pada bab ini berisi sekumpulan survei mengenai kekhawatiran orang Indonesia. Metode survei dilakukan dengan membuat polling melalui Twitter.

Bab 2

Oke, masih ada hutang catatan untuk bab 3 dan seterusnya.

Bahasa yang disajikan Oom Henry Manampiring cukup renyah dikunyah dalam buku Filosofi Teras. Penyajian renyah ini mampu mengikis kesan angker kata filsafat atau filosofi.

Enaknya membaca buku ini adalah, di tiap akhir bab, dituliskan intisari mengenai apa-apa yang dipaparkan sebelumnya.

Anyway, nantinya blog ini saya rencanakan akan berisi catatan dari hal-hal yang saya pelajari atau alami. Baik itu saya pelajari dari buku, artikel, video dan audio.

Mencatat apa yang dipelajari, rasanya lebih baik daripada hanya tenggelam dalam pusaran arus update status media sosial.

Atau hanya belajar dan belajar saja tanpa ada internalisasi pengikat ilmu.

Salam, DiPtra

#FilosofiTeras #MengikatMakna