Revolusi Industri 4.0

IMG_5663

Komoditas baru dalam revolusi industri volume empat adalah data. Sebagian orang menyatakan bahwa data merupakan nilai tukar mata uang baru. Sebagai contoh, perusahaan seperti Facebook, menjual data penggunanya untuk disaring untuk kemudian dijual kepada pengiklan. Data pengguna yang sudah disaring ini sangat diperlukan oleh pengiklan untuk mendapatkan calon pembeli atau pelanggan secara lebih spesifik.

Iklan yang diterima oleh setiap orang ketika mengaskses Facebook maupun media sosial lainnya menjadi lebih relevan dan tepat sasaran. Seorang yang memiliki minat terhadap fashion akan menerima iklan yang berbeda dengan orang yang memiliki minat terhadap teknologi. Kasus di atas hanyalah salah satu contoh pemanfaatan data sebagai komoditas baru.

Saat ini merupakan era transisi antara revolusi industri ketiga dengan revolusi industri keempat. Revolusi Industri antra ini kita sebut saja sebagai revolusi industri ketiga setengah (three point five). Revolusi industri ketiga setengeh ini merupakan jalan penghubung otomasi peralatan dengan data yaitu era informasi.

Era informasi ini ditengarai dengan perkembangan internet di awal millenium kedua. Perkembangan teknologi telekomunikasi selular yang begitu pesat beberapa tahun ini mempercepat proses transformasi menuju revolusi industri volume empat.

Salah satu grand design revolusi industri volume empat adalah pemanfaatan internet of thing (IoT). Grand design ini berambisi menginterkoneksikan segala perangkat yang ada dengan internet. Misalnya AC di dalam suatu gedung bisa dikontrol dari tempat yang jauh. Pada tingkatan yang lebih advance, bisa jadi industri di masa depan tidak ada lagi campur tangan manusia dalam proses produksinya.

Jika semua proses produksi untuk kebutuhan manusia bisa dikerjakan semuanya oleh mesin-mesin digital yang sudah terotomatisasi dan terintegrasi secara global besar kemungkinan taraf kebahagiaan hidup manusia akan meningkat.

Namun dari perkembangan revolusi industri dari volume ke volume lainnya, tingkat ketergesaan dan kebahagiaan manusia saya perhatikan semakin menipis. Contohnya di jalanan kota-kota besar yang penuh sesak dengan kendaraan dan polusi udara, kesabaran manusia makin menipis.

Waktu untuk bercengkrama dengan keluarga semakin sempit. Obrolan hangat antar kolega diganggu oleh notifikasi smartphone yang tiada henti menimpali obrolan. Hingga saya mengambil kesimpulan bahwa istilah smartphone memiliki arti gadget yang kita miliki, sangat pintar sekali mencuri perhatian kita dengan notifikasi sehingga melalaikan hal-hal terpenting dalam hidup.

Humans are starting to live for documenting life events with photos and online posts, instead of actually living for the event.

Salam..
DiPtra

One thought on “Revolusi Industri 4.0

  1. Tidak bisa dipungkiri lagi kemajuan teknologi telah banyak menggerus kebudayaan dan ekonomi banyak bangsa, termasuk Indonesia, dan saya juga pernah mengemukakan pendapat tentang budaya yang menghilang akibat ‘smartphone’ di blog saya..

Share Your Thought