Pain is Inevitable

img_5484

Pain is inevitable, suffering is optional
– Haruki Murakami

Quote di atas berasal dari di buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami. Sebuah memoar tentang perjuangan Murakami dalam membentuk kebiasaan berlari. Rasa tidak nyaman yang dihadirkan ketika berlari, akan terasa semakin menyakitkan jika kita menganggapnya sebagai sebuah penderitaan. Lebih kurang seperti itulah tafsiran quoteย dari Murakami.

Sama halnya seperti putus cinta, putus cinta itu menyakitkan. Namun ketika kita menganggapnya sebagai sebuah penderitaan dan malah mendramatisirnya, maka semakin terasa menyakitkan putus cinta yang dirasa. Sayangnya sebagian orang malah menikmati momen-momen dramatisasi patah hati. Mungkin ini sebentuk adiksi patah hati1.

Begitu juga ketika awal-awal berlatih mindfulness, durasi latihan lima menit terasa begitu lama. Karena sebelumnya terbiasa dengan ketergesaan. Jadi, untuk duduk sejenak mengheningkan pikiran pun terasa susah. Pikiran yang terbiasa dalam ketergesaan akan mengalami kesakitan ketika diajak untuk bersabar dalam berlatih mindfulness.

Berlatih mindfulness adalah sebuah usaha untuk menjernihkan pikiran yang kalut dan kusut. Pikiran kalut ibarat keruhnya air dalam wadah yang diaduk dengan campuran tanah. Untuk mejernihkan air dalam wadah tersebut cukup dengan mendiamkan air dalam wadah tersebut. Lebih kurang seperti itulah ilustrasi berlatih mindfulness.

Di bawah ini ada video dari Youtube yang menggambarkan dengan apik ilustrasi tentang mindfulness.

Bagaimana pun juga, ketergesaan dan perburuan kecepatan dalam eraย millenial ini tak dapat dihindari, namun keputusan untuk bersabar adalah sebuah pilihan.

Hari ini saya berlatih mindfulness sebelas menit sebelum berangkat bekerja. Satu menit terakhir sebelum sesi latihan berkahir saya manfaatkan betul-betul untuk memperdalam rasa syukur atas nafas hari ini.

Salam..
DiPtra

7 thoughts on “Pain is Inevitable

    1. Waaa keren, dipakai juga yaa dalam dunia keperawatan ๐Ÿ‘๐Ÿป. Terima Kasih Kang Nur informasinya, jadi makin penasaran dengan efek baik latihan mindfulness..

  1. Di silat ada juga teknik pernafasan gini, nggak memungkiri juga era sekarang apa2 kudu tergesa2 tapi kadang malah hasilnya belum maksimal. ehhe

  2. Dalem banget sharingnya mas diptra. Hmmm kalau lg sedih dan mendengar lagu melow maka semakin sedih jadinyaa. Apalagi kalau patah hati makin patah juga jdinyaa. . Perlu banget latihan mindfullness ini biar lebih jernih pikirannya yaa. . Lebih bijaksana..

Share Your Thought