Sedikit Tentang Keseimbangan

Saya percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu mencari titik keseimbangannya. Bumi berputar pada porosnya adalah sebentuk usaha mencapai keseimbangan akibat gaya gravitasi antara bumi dan matahari. Bahkan gunung meletus pun termasuk sebentuk penjagaan alam terhadap keseimbangan ekosistem bumi.

Begitu juga halnya dengan perilaku dan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam proses ekonomi, setiap waktu selalu terjadi proses pencarian keseimbangan antara kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Tiga hal yang merupakan aktivitas utama perekonomian.

Sejak era revolusi industri bergulir, barang hasil produksi jadi melimpah. Dengan berlimpahnya kapasitas produksi suatu produk, mendorong peningkatan proses distribusi kepada konsumen. Salah satu unsur distribusi barang hasil produksi kepada konsumen adalah advertising atau pariwara.

Sayangnya sering saya dapati pariwara yang mencitrakan sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan menjadi seolah-olah sesuatu yang urgent. Contohnya iklan pemutih wajah, karena sawo matang itu lebih eksotis, halah.

Proses produksi yang  melimpah dan ekspansi aktivitas distribusi yang masif ternyata mampu merubah perilaku masyarakat menjadi konsumtif, konsumsi berlebihan.

Seperti obrolan Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus dalam teaser film Minimalism: A Documentary About the Important Things,

Tak ada yang salah dalam hal mengkonsumsi suatu produk, yang menjadi masalah adalah konsumsi berlebih tidak sesuai kebutuhan.

Gerakan minimalism yang mulai banyak dianut masyarakat di Amerika adalah sebentuk kesadaran akan perilaku konsumsi berlebih. Kesadaran akan muslihat advertising memikat pada suatu produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sebuah kesadaran untuk menyeimbangkan kehidupan. Sebuah gerakan melawan kehidupan konsumtif tanpa makna.

Jadi, boleh dibilang gerakan “minimalism” adalah sebentuk tindakan untuk mencapai keseimbangan atas gaya hidup konsumtif.

Salam…
DiPtra

0 thoughts on “Sedikit Tentang Keseimbangan

  1. Dengan banyak nya advertising barang sekarang kadang bikin males beli barang itu sendiri hahaha, minimalism menarik juga ya jadi memanfaatkan barang yang kita miliki terlebih dahulu dibanding membeli barang sebanyak banyak nya 🙂

Share Your Thought