Ayo Makan Buah

Sudah 3 pekan rupanya saya tidak sempat mengisi blog ini. Lebih tepatnya bukan karena tidak sempat atau tidak ada waktu, tapi lebih karena urutan prioritas menulis di blog ini tiba-tiba terjun bebas, tergusur dari prioritas utama.

Maka dari itu saya harus membeberkan alibi atas merosotnya prioritas ngeblog. Alasan pertama, badan saya ambruk setelah menjalani aktifitas beruntun sehingga mengurangi jatah waktu istrahat tanggal 20 hingga 21 Januari 2017 lalu. Sampai-sampai saya menurunkan tulisan Time to Rest beberapa waktu lalu, saya butuh istirahat. Lebih kurang saya sakit selama sepekan.

Badan meriang dan sakit mata melanda. Mata pedih sekali rasanya ketika harus menatap monitor laptop cukup lama. Setelah konsultasi ke dokter di klinik kantor, ternyata bukan iritasi karena kurang tidur yang saya derita, namun sakit mata kerena serangan virus atau bakteri. Alhamdulillah dengan obat tetes mata yang diresepkan dokter, dalam 3 hari kondisi mata yang memerah dan berair berangsur membaik.

Ketika sakit dengan indikasi badan meriang, indera pengecap saya terasa pahit jika memakan suatu makanan. Lauk teriyaki daging made in kantin kantor yang biasanya terasa nikmat jadi terasa pahit. Bahkan, makanan kelas restoran pun terasa pahit ketika saya menghadiri acara makan malam perpisahan bos besar di bisnis unit kerja saya.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah lidah terasa pahit ketika sakit adalah sebuah sinyal dari tubuh untuk mengurangi konsumsi makanan berat..? Makanan berat yang saya maksud adalah makanan yang sudah mengalami rantai pengolahan panjang. Makanan berbasis karbohidrat, protein dan lemak.

Saya kembali teringat akan filosofi food combining yang pernah saya pelajari dan praktikkan beberapa waktu yang lalu. Filosofi tentang sarapan buah yang menyesuaikan dengan sistem sirkadian tubuh.

Ketika pagi hari tubuh membutuhkan energi yang cukup untuk membuang sisa-sisa pencernaan makanan di hari sebelumnya. Maka buah-buahan dipilih sebagai asupan energi siap pakai di pagi hari, daripada memakan makanan berat dimana tubuh membutuhkan energi lagi untuk mengolahnya.1

Dengan kata lain, memakan buah-buahan di pagi hari meringankan kerja sistem pencernaan tubuh.2

Nah, sejalan dengan filosofi sarapan buah food combining, maka saya menganalogikan ketika sakit, tubuh membutuhkan pasokan energi yang siap pakai. Nah, konsumsi buah menjadi solusi pasokan energi siap pakai ketika sakit. Ketika sakit, cadangan energi tubuh dialokasikan untuk melawan penyakit. Maka sangat masuk akal ketika sakit, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup untuk menghemat energi.

Tak heran, terasa segar sekali dan tak terasa pahit ketika memakan buah-buahan waktu sakit 3 pekan lalu. Bahkan saya memperbanyak konsumsi buah-buahan saat itu. Mungkin jika tak mendapati buah, maka bisa mengkonsumsi madu sebagai pengganti supply energi.

Well atas kejadian lidah pahit ketika sakit 3 pekan lalu itulah, saya membuat kesimpulan bahwa ketika sakit sebaiknya memperbanyak makan buah. Kurangi konsumsi makanan yang sudah mengalami rantai proses pengolahan yang lumayan panjang. Karena memakan makanan berat akan memberatkan tubuh yang sedang sakit.

Lalu alibi selanjutnya mengapa saya tak kunjung menulis di blog ini selama 3 pekan adalah adanya urusan pekerjaan di site Surabaya. Pressure pekerjaan di site lumayan tinggi ternyata. Ketika balik ke penginapan cadangan energi untuk ngeblog sudah habis, bahkan untuk sekedar mandi lelah bener rasanya. Biasanya langsung tepar begitu sampai di pembaringan. Lebih kurang 10 hari saya merasai kerja di site.

sarapan buah
Sarapan buah babak kedua ketika di penginapan selama di site

Selepas menyelesaikan pekerjaan di site saya mengambil cuti dan pulang ke Malang. Muas-muasin untuk main bersama Raffii yang sedang lucu-lucunya. Praktis prioritas kegiatan ngeblog tergeser jauuuuuuh.

Naah itu dia penampakan bocah 2,5 tahun yang sedang tercadel-cadel belajar bicara. Sudah mulai banyak gaya dan sadar kamera.

Selanjutnya saya berencana untuk memulai lagi food combining di waktu mendatang sebagai pola makan sehari-hari.

Salam…
dia yang sedang kangen ngeblog

0 thoughts on “Ayo Makan Buah

    1. Diiih kagak elegan bangeet kalo aye nyebut sakit belekan heuhuehue… Ahh maunya nulis sistem sirkadian, tapi gimana lagi, sistem sirkadian ngeblog aye lagi kacau nih. Jadiii kapan kamu mulai ngisi blogmu lagi..? mulai ada hantunya tuh 😀

Share Your Thought