d i p t r a

s h o r t . n o t e s

time stamp

Tulisan sebelum ini ditulis beberapa menit pas memasuki tahun baru 2019. Akan tetapi time stamp nya tercetak tanggal 31 Desember 2018.

Tulisan kali ini ditulis pukul 08:45 tanggal 02 Januari 2019. Akankah time stampl* nya tulisan ini masih tanggal 01 Januari 2019.

Kalo iya, berarti time stamp blog ini mengikuti waktu USA.

Salam, DiPtra

upadte untungnya ada fitur update time stamp untuk versi broswser desktop. Barusan saja saya update untuk tanggal posting tulisan Filosofi Teras

#experiment

Filosofi Teras Mengakhiri tahun 2018 sekaligus memasuki tahun baru 2019, saya membaca buku Filosofi Teras. Buku karya Oom Henry Manampiring.

Dari total 12 bab, saya baru membaca sampai pertengahan bab 5. Sampai bab ini saya sedikit menyimpulkan bahwa Filosofi Teras atau Stoicism, mirip dengan Kaweruh Jiwa pemikiran Ki Ageng Suryomentaram.

Stoicism merupakan salah satu aliran filsafat Yunani-Romawi kuno. Diperkenalkan sejak 2300 tahun yang lalu. Filsafat ini diperkenalkan pertama kali oleh Zeno.

Read more...

flight Ada banyak hal gila yang terjadi di tahun 2018. Sebagian terbagi kepada umum. Sebagian lagi disimpan sendiri rapat-rapat. Sebagian lagi terbagi untuk orang-orang tertentu saja.

Traveling. Darkside. Asus. Sriwijaya. Non Duality. Minimalism. Ya, 6 kata kunci itu sudah cukup mewakili kegilaan di tahun ini.

Tak ada harapan muluk untuk tahun 2019 mendatang. Harapan muluk layaknya resolusi di tahun 2018.

Read more...

nafsu

Bagaimana pun, sebisa mungkin jangan pernah memperturutkan hawa nafsu. Karena di akhir cerita pasti akan mengalami, merasai kegetiran. Merasakan kekecewaan. Merasai duka.

Lebih kurang sebulan ini sudah. Saya merasai berada dalam kondisi memperturutkan hawa nafsu. Bahkan hingga titik nadir.

Serasa terselimuti mendung yang gelap. Entah mendung itu akan berubah menjadi rintik hujan. Entah mendung gelap itu akan membeku menjadi kegelapan abadi.

Paling tidak saya tahu. Penyesalan yang mendalam akan berguna. Kebekuan mendung yang begitu pekat itu akan mencair. Menetes dari langit. Menyamarkan tangis yang meleler dari sudut mata. Membersamai luruhnya penyesalan yang bersemai dan tumbuh di dalam hati.

Renaisance.

#Day12388 #Nov2018 #Selfreminder

Perjalanan Pulang

Bakda maghrib ada traktiran. Traktiran gaji pertama orang baru. Orang baru yang masuk di tim tempat saya bekerja.

Langsung dua orang. Dedy dan Wibowo yang ngasih traktiran. Traktiran bebek kali ini. Bebek Bentu di bilangan Cempaka Putih Barat.

Langsung dibagi dua beban traktirannya. Jadinya enggak terlalu berat kan. Ada 16 orang yang makan kali ini, minus si Fajar.

Ga terasa sudah mengembang jadi 16 orang tim kami.

Bebek bentu dipilih. Restoran bebek ini khas dengan bumbu maduranya. Enak banget.

Read more...

dompet kosong

Siang tadi hanya tersisa 20 ribu rupiah di dompet saya. Di rekening sudah nol rupiah. Kemudian saya beli cemilan. Total cemilan yang saya beli Rp. 17.500.

Gaji bulanan, saya transfer ke rekening istri semua. Pada dasarnya saya kurang suka pegang uang dalam jumlah banyak. Jika habis barulah nodong istri saya lagi.

Maka saya minta transfer kepada istri saya, setelah Jum'atan. Tidak banyak. Hanya tiga ratus ribu rupiah. Sayangnya aplikasi Mandiri online lagi ngambek di hape istri saya.

Read more...

traktiran

Kemarin hari terakhir bro Deni kerja. Baru sekali bisnis trip bareng dia. Projectnya dia pun ga sampe 5 yang berhubungan dengan saya.

Bisnis trip pertama dan terakhir bareng bro Deni pas ke Medan. Meeting project Subulussalam. Pertengahan tahun 2018 ini.

Sayangnya dia sedang tidak bisa menikmati perjalanan bisnis trip. Karena perutnya lagi bergolak.

Meskipun dengan perut bergolak, alhamdulillah meeting dengan end user berjalan lancar.

Read more...

sabun

Ini adalah hari ke lima. Percobaan hidup tanpa sabun. Lebih tepatnya hanya aktivitas mandi dan keramas yang tidak pakai hal-hal yang berbusa.

Dari cerita mas Adjie Santosoputro, saya terinspirasi apa yang dilakukan oleh mas Gobind. Tidak pakai shampoo untuk membilas rambut.

Saya pun tiru-tiru. Baru sampai hari ke lima. Belum ada perubahan signifikan atas kulit tubuh dan kulit kepala.

Read more...

lost

Sebelum pengumuman lomba blog ASUS kemarin, saya ada rencana. Suatu rencana untuk menghilang dari dunia medsos. Fokus bikin rusuh di blog ini aja. Gitu rencananya heuheue.

ndilalah kok yaa dikasih menang. Duh rencana menghilang terpaksa diurungkan. Kata temen, saya bakal dimasukin komunitas BLUS (Bloger Asus).

embuhlah ini bagaimana nantinya. Baiklah rasanya tak boleh menyerah atas peluang tantangan yang menarik. Hanya boleh menyerah total kepada yang Meniupkan Ruh pada janin setiap makhluk hidup.

Bukan perkara addiction terhadap media sosial. Bukan urusan ditelan oleh gulungan ombak informasi di Internet. Tapi ini urusan ketangkasan menunggangi tsunami informasi di dunia digital. hyper connected web.

Dengan kata lain simbiosis mutualisme. Heleh lambemu mas.

Aiiih ini raw banget tulisanku. 🙏🏻🙏🏻

#Day12356 #Oct2018

Nyinyir

Kemarin scroll-scroll News Feed-nya Facebook. Bertemulah dengan status update salah seorang bijak bestari yang saya kenal.

Beliau secara implisit mengomentari kasus hoax bu Ratna Sarumpaet. Well saya pun sempat tergoda untuk berkomentar. Tapi rasanya ada sesuatu yang menahan jemari saya untuk berkomentar di media mana pun.

Dalam state pikiran saya saat itu, saya merasakan kok rasanya status update beliau terasa nyinyir yhaa. Meskipun nyinyirannya dibalut dalam kalimat manis dan filosofis.

Read more...