d i p t r a

s h o r t . n o t e s

Smile

Beberapa malam lalu, saya membaca sebuah buku. Karya Desi Anwar. Buku berjudul Hidup Sederhana.

Semcam buku bergenre kumpulan artikel refleksi hidup. Menarik untuk memperluas sudut pandang.

Pada satu chapter yang saya baca, ada beberapa hal menarik yang sempat saya catat. Berkaitan dengan kebahagiaan.

Read more...

aeroplane

Kemarin, saya kena jatah pesawat delay. Penerbangan Malang – Jakarta. Ada RI 1 mendarat di bandara Abdul Rahman Saleh. Semua penerbangan jadi delay.

Saya yaa sebel awalnya. Sebel karena delay. Terus jadi bingung ini kenapa saya kok jadi sebel.

Sebel karena bakal terlambat banget sampai di Jakarta. Kalo terlambat sampai di Jakarta, alamat enggak masuk kantor lagi.

Jelas merasa bersalah karena enggak masuk kantor. Dikulik lagi pattern berpikirnya. Maksudnya urutan pemikiran yang membuat sebel. Lebih kurang, seperti ini runutan pemikiran untuk mereduksi rasa sebal akibat kena jatah delay pesawat.

Read more...

Tilik Bayi

Ada tulisan bagus. Bukan tulisan saya sih. Tulisannya Gus Ulil Abshar Abdalla di FB.

Tulisan tentang budaya “Tilik Bayi”. Budaya menjenguk bayi yang baru lahir.

Ceritanya Gus Ulil lagi menjenguk anak ketiga dari Kyai Moqsith. Kemudian lahirlah tulisan pendek yang menarik.

Saya cuplik saja dua paragraf pertama. Karena titik beratnya ada di situ.

Kelahiran manusia adalah momen yang spesial. Setiap manusia yang lahir menandakan bahwa Tuhan sedang “tajalli” atau “menampakkan diri” di dunia. Karena itu, yang patut dirayakan bukan saja kelahiran Yesus dan Nabi Muhammad, melainkan kelahiran setiap manusia.

Itulah sebabnya, tradisi “tilik bayi” muncul dan berkembang di hampir semua masyarakat manusia di manapun. Ketika seorang bayi lahir, para kerabat dan sahabat nenengok dan merayakan momen kegembiraan itu, ditandai dengan sebuah simbol, yaitu “kado”.`

Kebetulan, beberapa pekan yang lalu dua rekan kerja saya juga mendapat anggota keluarga baru. Satu bayi perempuan dengan nomor urut anak keempat. Satu lagi bayi lelaki dengan nomor urut anak ketiga.

Sayangnya si bayi lelaki lahir mendekati jadwal libur panjang akhir tahun. Belom sempat di-“tilik bayi” rame-rame.

Salam, DiPtra

#repost

toilet

Baru tau. Untuk mengunggah gambar atau foto di unsplash membutuhkan approval.

Foto buku Filosofi Teras yang saya unggah kemarin, ternyata tidak diapprove oleh pihak Unsplash.

Tapi, entah gimana, gambarnya masih keluar di postingan kemarin itu.

Gambar featured boleh tidak di-approve, tapi link harus tetap hidup hehe.

Kedepan, misale wes jatuh hati bangeet sama write.as, bakal order yang pro subscription.

Sebelum itu, eksperimen dulu dengan Google Photo sebagai image hosting.

Google Photo

Salam, DiPtra

#experiment

time stamp

Tulisan sebelum ini ditulis beberapa menit pas memasuki tahun baru 2019. Akan tetapi time stamp nya tercetak tanggal 31 Desember 2018.

Tulisan kali ini ditulis pukul 08:45 tanggal 02 Januari 2019. Akankah time stampl* nya tulisan ini masih tanggal 01 Januari 2019.

Kalo iya, berarti time stamp blog ini mengikuti waktu USA.

Salam, DiPtra

upadte untungnya ada fitur update time stamp untuk versi broswser desktop. Barusan saja saya update untuk tanggal posting tulisan Filosofi Teras

#experiment

Filosofi Teras Mengakhiri tahun 2018 sekaligus memasuki tahun baru 2019, saya membaca buku Filosofi Teras. Buku karya Oom Henry Manampiring.

Dari total 12 bab, saya baru membaca sampai pertengahan bab 5. Sampai bab ini saya sedikit menyimpulkan bahwa Filosofi Teras atau Stoicism, mirip dengan Kaweruh Jiwa pemikiran Ki Ageng Suryomentaram.

Stoicism merupakan salah satu aliran filsafat Yunani-Romawi kuno. Diperkenalkan sejak 2300 tahun yang lalu. Filsafat ini diperkenalkan pertama kali oleh Zeno.

Read more...

flight Ada banyak hal gila yang terjadi di tahun 2018. Sebagian terbagi kepada umum. Sebagian lagi disimpan sendiri rapat-rapat. Sebagian lagi terbagi untuk orang-orang tertentu saja.

Traveling. Darkside. Asus. Sriwijaya. Non Duality. Minimalism. Ya, 6 kata kunci itu sudah cukup mewakili kegilaan di tahun ini.

Tak ada harapan muluk untuk tahun 2019 mendatang. Harapan muluk layaknya resolusi di tahun 2018.

Read more...

nafsu

Bagaimana pun, sebisa mungkin jangan pernah memperturutkan hawa nafsu. Karena di akhir cerita pasti akan mengalami, merasai kegetiran. Merasakan kekecewaan. Merasai duka.

Lebih kurang sebulan ini sudah. Saya merasai berada dalam kondisi memperturutkan hawa nafsu. Bahkan hingga titik nadir.

Serasa terselimuti mendung yang gelap. Entah mendung itu akan berubah menjadi rintik hujan. Entah mendung gelap itu akan membeku menjadi kegelapan abadi.

Paling tidak saya tahu. Penyesalan yang mendalam akan berguna. Kebekuan mendung yang begitu pekat itu akan mencair. Menetes dari langit. Menyamarkan tangis yang meleler dari sudut mata. Membersamai luruhnya penyesalan yang bersemai dan tumbuh di dalam hati.

Renaisance.

#Day12388 #Nov2018 #Selfreminder

Perjalanan Pulang

Bakda maghrib ada traktiran. Traktiran gaji pertama orang baru. Orang baru yang masuk di tim tempat saya bekerja.

Langsung dua orang. Dedy dan Wibowo yang ngasih traktiran. Traktiran bebek kali ini. Bebek Bentu di bilangan Cempaka Putih Barat.

Langsung dibagi dua beban traktirannya. Jadinya enggak terlalu berat kan. Ada 16 orang yang makan kali ini, minus si Fajar.

Ga terasa sudah mengembang jadi 16 orang tim kami.

Bebek bentu dipilih. Restoran bebek ini khas dengan bumbu maduranya. Enak banget.

Read more...

dompet kosong

Siang tadi hanya tersisa 20 ribu rupiah di dompet saya. Di rekening sudah nol rupiah. Kemudian saya beli cemilan. Total cemilan yang saya beli Rp. 17.500.

Gaji bulanan, saya transfer ke rekening istri semua. Pada dasarnya saya kurang suka pegang uang dalam jumlah banyak. Jika habis barulah nodong istri saya lagi.

Maka saya minta transfer kepada istri saya, setelah Jum'atan. Tidak banyak. Hanya tiga ratus ribu rupiah. Sayangnya aplikasi Mandiri online lagi ngambek di hape istri saya.

Read more...