Puasa Perut, Puasa Mulut

img_5835

Puasa menahan lapar dan haus termasuk dalam kasta puasa paling rendah. Sebatas puasa untuk mendidik perut agar kembali menakar ulang tentang rasa lapar. Ibarat timbangan, puasanya perut adalah sebentuk pengkalibrasian jarum timbangan agar tepat berada di titik nol ketika tanpa beban dan pergerakan jarumnya sesuai kadar bebannya.

Maka setelah beberapa hari puasa menahan lapar dan haus pengkalibrasian rasa lapar, kenyang dan cukup mulai terasa kesetimbangannya. Coba perhatikan rasa kenyang yang dirasakan oleh perut ketika memakan santapan takjil. Setelah seharian perut kosong, hanya dengan memakan sajian takjil, dahaga di tenggorokan lenyap dan keroncongan dalam perut mulai senyap.

Sajian takjil biasanya tak lebih dari minuman dan sedikit makanan ringan atau buah-buahan. Yah, sajian takjil paling umum sih berupa teh manis hangat dan beberapa butir kurma. Jika agak sedikit khilaf satu dua buah gorengan ikut menyelinap kedalam mulut.

Puasa selama lima hari ini, saya mulai merasai dampak kalibrasi antara rasa lapar dengan rasa kenyang. Betapa rasa lapar cukup dijinakkan dengan makanan serupa sajian takjil sederhana, tak perlu makanan berat. Bahkan jika berpuka puasa perut langsung dihajar dengan makanan berat, perut akan kelimpungan.

Perut jadi kelimpungan karena setelah seharian diistirahatkan, ujug-ujug disuruh bekerja berat menggiling makanan berat. Alhasil kelimpungan perut didemonstrasikan dalam wujud rasa begah yang dirasakan.

Kejadian perut yang merasa cukup dengan sajian sederhana takjil merupakan indikasi bahwa perut sebenarnya tidak terlalu banyak menuntut. Asal perut diisi, dan mulai berfungsi untuk menggiling material mentah energi. Perut tidak bisa membedakan antara makanan sederhana dengan makanan mewah.

Jadi, fungsi puasa bagi perut adalah untuk kembali mengkalibrasi takaran antara rasa lapar dengan kenyang. Juga berfungsi untuk menyadari kembali bahwa kebutuhan perut sangatlah sederhana. Asal diisi dia akan diam, tak lagi ribut berdemonstrasi.

Selanjutnya meningkat perihal puasa mulut. Puasa berfungsi untuk memperkuat jalinan kasih sayang antara perut dan mulut. Ini maksudnya bagaimana?

Jadi begini, penyebab perut buncit berlebihan gelambir lemak sebenarnya lebih disebabkan oleh mulut. Perut hanya mengolah input makanan yang diterimanya. Jadi perut yang mulai membuncit selain disebabkan oleh perlambatan kecepatan metabolisme tubuh karena faktor usia, juga disebabkan oleh miskomunikasi antara mulut dengan perut.

Perut hanya mampu menampung dan mengolah makanan dalam kapasitas tertentu. Perut memiliki batasan. Sedangkan mulut yang berfungsi sebagai pengolah awal dan pintu masuk makanan tidak memahami batasan ruang. Parameter yang dikenal oleh mulut adalah rasa-rasa makanan. Rasa makanan yang diterjemahkan mulut sebagai rasa gurih, manis, asin, asam, dan pahit yang dikandung makanan adalah parameter yang dikenal oleh mulut. Rasa-rasa makanan itu didefinisikan oleh mulut kedalam logika biner enak dan tidak enak. Sesederhana itu.

Sekali lagi, mulut tidak mengenal batasan ruang. Walaupun ketika makan, mulut hanya muat menampung sesuap atau dua suap makanan dalam satu waktu. Namun, durasi makanan ada di dalam mulut cukup singkat. Kecepatan makanan di dalam mulut hanya terdiri dari beberapa orde kunyahan saja.

Sebelum berbuka puasa, kita suka lapar mata yang juga disebabkan oleh mulut. Mulut menuntut rasa-rasa makanan yang enak untuk dia rasakan. Karena mulut tidak mengenal batasan ruang, maka mulut menuntut jenis makanan enak sebanyak-banyaknya untuk disiapkan untuk berbuka puasa. Namun ketika berbuka puasa yang terjadi malah hal sebaliknya. Ketika berbuka, hanya dengan memangsa satu dua jenis sajian takjil, mulut sudah merasa cukup.

Rasa cukup ini juga dipengaruhi oleh jalur komunikasi antara perut dan mulut yang mulai lancar. Sedikit demi sedikit miskomunikasi antara keduanya direduksi. Jika mulut kalap mengunyah terlalu banyak makanan, maka perut akan berdemonstrasi kebegahan ketika berbuka.

Maka puasa juga berfungsi mengkalibrasi parameter rasa enak yang dikenalinya. Karena ketika perut lapar setelah seharian berpuasa, makanan sederhana jenis apa pun biasanya terasa sangat nikmat. Walau ketika berpuasa seolah-olah mulut mampu mengunyah segala macam makanan nikmat yang tersedia, namun pada kenyataannya tidak demikian. Jadi puasa berfungsi untuk menyederhankan rasa enak yang dikenali oleh mulut.

Jadi puasa perut dan puasa mulut merupakan sebentuk kalibrasi terhadap parameter-paremeter yang dikenalinya agar bekerja sesuai nilai nominalnya. Agar perut dan mulut bekerja dalam batas kewajarannya. Kewajaran proses kerja perut dan mulut akan menuntun kepada kondisi ideal tubuh, yaitu sehat tak kunjung disapa sakit.

Kamu boleh percaya boleh tidak terhadap bualan yang saya sampaikan ini, senyampang ini hanyalah pendapat pribadi atas pengalaman empiris ketika berpuasa. Maka bukan kewenangan saya untuk menuntut hal yang sama ketika kamu berpuasa. Namun jangan terhenti pada batasan puasa mulut dan perut. Karena dawuh Kanjeng Nabi menyatakan bahwa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa lapar dan haus.

Bahkan menurut hemat saya, puasa yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus itu tidak sampai kepada tahap mengkalibrasi ulang parameter perut dan mulut. Lantas apa kira-kira penyebabnya? Hmm harap bersabar yaa, insyaa Allah saya sampaikan pada tulisan berikutnya. Mengingat pagi ini organ pencernaan saya mulai memberikan alarm untuk segera mengeluarkan muatan sisa konsumsi buka puasa kemarin sore.

Demikan uraian yang agak sedikit berbau bualan dari saya terkait puasa perut, puasa mulut. Selamat melaksanakan ibadah puasa hari ke enam. Semoga berkah puasanya hingga akhir Ramadhan.

Salam..
dia si tukang bual sok ilmiah

3 thoughts on “Puasa Perut, Puasa Mulut

  1. Puasa memang bukan sekedar manahan rasa lapar dan haus ya.. 😀 Kadang saya juga ketika berbuka baru makan satu gorengan tambah air putih malah udah kenyang duluan hahaha. Ketika langsung makan berat banyak yang ada malah kerasa engga enak perutnya.. jadilah tiap buka saya cuma makan sedikit saja XD

  2. Heeeeee, puasa tahun ini aku jadi kayak makan dan minum secukupnya banget loh mas. Beda sama tahun-tahun sebelumnya yang asal makan, di tahun ini aku buka puasa makan roti sama minum aja udah kenyang. Kadang makannya itu cuma di sahur aja wkwkw

Share Your Thought