Sibuk yang Baik

Atas pernyataan selengekan di sebuah grup, salah seorang teman saya memberikan nasihat yang membuat saya terdiam. Awalnya sih sempat beper juga karena mendapat reminder di area publik itu tidak menyenangkan. Tapi yaa apa mau dikata, sudah terlanjur terjadi.

Maka jangan heran jika sesorang dinasihati di tempat umum sering kali tidak terima dan melakukan pembelaan-pembelaan, apalagi jika penyampaian nasihatnya frontal. Hal ini juga yang kerap saya temui di media sosial. Perdebatan panjang di media sosial atas suatu hal karena tidak terima atas sebuah kritik atau saran.

Jika tidak disibukkan dengan kebaikan, maka dirimu akan disibukkan dengan keburukan.

Lebih kurang seperti itulah nasihat yang disampaikan oleh teman saya. Ternyata nasihat itulah yang kembali menyuntikkan semangat untuk kembali mengisi konten di blog ini.

Pada khutbah Jum’at yang lalu di masjid tempat saya bekerja, Khatib menutup khutbah dengan menyampaikan tiga nasihat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. Ketiga nasihat itu adalah sebagai berikut:

  1. Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah islam sebagai nikmat bagimu.
  2. Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu.
  3. Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.

Aktifitas menulis di blog, bagi saya adalah suatu kesibukan yang baik. Menulis menjadi sebentuk proses penuangan pikiran guna mengukur sudah sampai sejauh mana pemahaman yang dikuasai. Karena, jika tidak menyibukkan diri dengan menulis blog, maka waktu luang saya lebih banyak saya habiskan untuk mendengkur. Plaaaaak

Salam..
DiPtra

0 thoughts on “Sibuk yang Baik

Share Your Thought