Sugar Celeng

Semenjak melakukan sweetless challenge di tahun 2015, perilaku saya dalam konsumsi minuman berpemanis berubah. Namun seiring berakhirnya periode challenge, di tahun 2016 perlahan-lahan mulai lagi mengonsumsi minuman berpemanis walau tak seintens sebelum malakukan challenge.

Di tahun 2016, mulai ketergantungan meminum minimal segelas kopi setiap hari. Walau takaran gula hanya sesendok teh tetap saja namanya ketergantungan itu tak baik. Apalagi ketergantungan terhadap butiran-butiran berasa manis itu, tsaaah..

Untuk me-reset kembali hubungan percintaan terhadap segelas kopi, maka di bulan Januari ini saya ingin mengulang kembali sweetless challenge terhadap cairan yang saya konsumsi sehari-hari.

Mari kita beri nama challenge atau tantangan kali ini dengan nama Sugar Celeng. Tak ada yang berbeda dengan sweetless challenge di tahun 2015 yang lalu. Hanya merubah nama tantangannya saja biar keliatan lebih norak. Bukankah yang lebih norak itu lebih mudah diingat..?

Periode sugar celeng selama 30 hari di bulan Januari 2017. Dalam kurun waktu 30 hari hanya mengonsumsi air putih. Gak ada kopi, teh manis, kopiko 78, teh pucuk, susu hazelnut, macchiato, latte, susu kuda lumping, kopi gayo, kopi luwak, setarbak, milo, ovaltine dan sebaginya yang mengandung gula.

Tulisan kali ini tidak terlalu pajang. Pendek saja, yang penting pesan utamanya tersampaikan. Jikalau tertarik mengikuti sugar celeng bulan Januari tahun ini silahkan saja, dengan senang hati saya temani. Jika tidak, bisa dicoba di bulan-bulan berikutnya.

Ngomong-ngomong sudah 3 hari ini sugar celeng saya lakukan. Yeeay, 27 hari lagi tersisa, hmmm..

salam..
dia yang sedang melakukan sugar celeng

0 thoughts on “Sugar Celeng

Share Your Thought