Tafsir Sandaran Hati

Pada intinya tebakan teman saya itu salah besar mengenai saya. Dengan pedenya dia menebak saya seorang sanguins. Percayalah, saya tidak begitu menyukai keramaian. Begitu juga jika didapuk menjadi pembicara di depan umum, serasa saya sebaiknya memakai pampers saja biar enggak ngompol. Boleh lah dibilang demam pangung.

Baiklah, saya rasa cukup membuka aib diri sendiri. Tak elok lah itu jika diteruskan, jadi lebih baik stop ya. Kali ini saya tunjukkan bahwa saya ini 35% melankolis, 60% persen plegmatis lalu sisanya 30% agak gila hahaha…

Letto, Melet yen difoTo. Sebuah band yang awalnya saya kira band mediocre. Namun, setelah mendengarkan beberapa tembang yang dimainkan ini band lirik lagunya dalem. Apalagi saat tau siapa itu vokalisnya yang bernama asli cukup unik yaitu Sabrang Mowo Damar Panuluh, saya menjadi tidak heran dengan kualitas lirik yang ditorehkan. Buah memang tidak jatuh telalu jauh dari pohonna.

Lanjut ke tujuan utama tulisan ini, yaitu menafsirkan salah satu lirik lagu Letto. Judul lagunya sendiri Sandaran Hati. Pertama kali mendengarkan lagu ini, kesan yang saya dapatkan adalah ini lagu cengeng orang lagi cinta-cintaan atau patah hati. Begitu juga ketika mendengarkan dendanga lagu diiringi musik, semakin menambah kesan sendu.

Diawali dengan intro solo piano yang kalem beberapa saat kemudian disambut oleh suara Mas Sabrang. Drum, gitar dan bass pelan-pelan mengikuti tempo lagu yang tenang. Secara aransemen musik terdengar ringan dan santai.

Ternyata saat berdiskusi dengan teman kerja tentang lagu ini, dia juga merinding mendengarnya. Bukan hanya saya yang merinding menghayati syair lagu ini. Bawaannya mau pengen ambil air wudhu habis denger lagu Sandaran Hati dengan pengahayatan. Ijinkan saya berbagi kemerindingan mengenai lagu ini….

 — SANDARAN HATI —

Yakinkah ku berdiri
Di hampa tanpa tepi

Langsung tersambung dengan shalat saat sampai pada kata “berdiri”. Jadi langsung mikirin kalo ini lagu cerita tentang shalat tapi dengan bahasa kiasan yang cantik. Di hampa tanpa tepi ini membawa imajinasi saya ke dunia gelap tanpa arah, gelap. Guru saya bilang alam wang-wung. Kadang juga Terimajinasikan sebagai padang mahsyar yang luas tanpa tepi, tanpa penyelamat tanpa seizin Allah. Hmmmh bayangin padang mahsyar itu langsung serrrr merinding

Bolehkah aku
Mendengar-MU

Ketika Shalat, salah satu harapannya adalah mendapatkan hati yang bening. Hati yang tak teroksidasi dengan kerak maksiat. Dengan hati yang bening suara Tuhan akan lebih jelas terdengat, suara hati nurani akan semakin nyaring berteriak. Memang Tuhan Maha Mendengar, tetapi Tuhan Juga Maha Berfirman, Maha Memberikan Petunjuk. Semoga dengan hati yang mendengar hidayah Tuhan semakin jelas tepancar dari lelaku kita sehari-hari.

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi

Emosi, terutama yang tidak terkontrol merupakan ujung jari syaithan yang akan menjerumuskan kedalam tidakan dzalim. Sebuah tindakan kegelapan, betapa emosi akan menggelapkan hati dan pikiran kita. Lalu memang kita tak bisa bersembunyi dari emosi. Kita sering larut dalam genggamannya. Lalu atas kesulitan yang dihadirkan emosi, kita mengeluh, kita mengadu dengan aduan seperti lirik berikutnya..

Aku dan nafasku
Merindukan-MU

Aku adalah diri yang mengamati, diri yang sadar akan kemanusiaan. Kata nafas dalam bahasa arab diambil dari kata An-Nafs, dalam lirik lagu ini nafas saya tafsirkan sebagai 4 macam nafsu pada manusia. Aku dan keempat nafsu ini merindukan Tuhan, merindukan jalan kembali kepadaNya. Duhaai jiwa-jiwa yang tenang…. (T _T)

Terpuruk ku di sini
Teraniaya yang sepi

Dalam kehidupan sehai-hari, bukanlah hal yang aneh mendapati diri ini terpuruk. Terpuruk oleh keadaan dan kondisi yang membuat kita serasa teraniaya. Apalagi ketika mendapati tiada seorang pun yang menemani keterpurukan kita. Betapa pedih rasa itu.

Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Saat-saat merasa teraniaya oleh sepi itulah kita dikuatkan oleh fimanNya yang menyatakan bahwa Dia adalah dekat, Dia bahkan lebih dekat daripada urat leher kita. Dia selalu menemani kita, hanya saja kita sering lupa atau sengaja melupakanNya. Namun hanya Dia yang setia menemani

Dalam hidupku
Kesendirianku

Dia setia menemani dalam hidup kita, lebih setia daripada pasangan kita. Lebih setia daripada anak atau orang tua kita. Apalagi sat-saat kesendirian kita di ruang gelap berkalang tanah nan sempit itu.

Teringat ku teringat
Pada janjimu ku terikat

Setuju tak setuju, Tuhan itu suka bercanda. Betapa tidak, Kala itu kita belum bisa mengingat lalu Dia mengambil sumpah kita saat ruh ditiupkan kedalam janin dalam perut ibu kita. Sebuah perjanjian agung. Sebuah perjanjian yang akan membuat kita merindukan kampung akhirat. Sebuah perjanjian tak kasat mata dan tak tertangakap oleh gelombang frekuansi apapun selain frekuensi kedamaian yang dihadirkan oleh ibu dengan kasih sayangnya.

Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati

Atas segala nikmat yang sudah tercurahkan, kebangetan kalo tiada berkenan mengingatnya walau hanya sekejap. Sekejap dalam shalat dilakukan dengan khusyu dan penuh kerinduan.

Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti

Takdir yang kita anggap baik atau takdir yang kita anggap buruk akan pasti tesaji di depan kita. Pedulikan kondisi hati untuk menerimanya.

Sedihku ini tak ada arti
Jika kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati

Rasa sedih yang hadir entah oleh apa pun itu penyebabnya hendaknya menjadikan mawas diri. Masih ada Dia tempat besandar. Dia sebaik-baik tempat mengadu. KepadaNya lah segala sesuatu bergantung dan meminta pertolongan.

Inikah yang kau mau
Benarkah ini jalanmu
Hanyalah engkau yang ku tuju

Lirik ini sejalan dengan ayat ke 6 pada Surat Pembukaan dalam kitab Suci Al-Qur’an. Siang dan malam kita memohon dibukakan dan ditunjuki jalan yang lurus. Jalan menuju kepadaNya

Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku

Menuju kepadaNya tentu akan lebih mudah jika selalu dalam tuntunanNya salalu dibimbing arah langkah kaki kita. Betapa cintanya Dia kepada kita, Dia mengutus manusia teragung akhlaknya untuk menujuNya agar kita tidak tersesat di jalan yang selain Dia. Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa Muhammad.

Aku hilang arah
Tanpa hadirmu
Dalam gelapnya
Malam hariku

Tanpa kehadiranNya, tanpa petunjukNya kita akan tejerumus dalam gelapnya lembah maksiat laksana pekatnya kegelapan malam. Jika tiada segera menyadari ketersesatan arah jalan, maka akan semakin menjauhalah dari Dia. Bahwa salah satu penderitaan tebesar dalam hidup bukanlah penderitaan cinta seperti kata Ti Pat Kai, namun pendertiaan terbesar adalah saat kita terhijab dari petunujukNya.

Sekian saja tafsir lagu Sandaran Hati semoga semakin mendekatkan hati kita kepadaNya dengan senantiasa mengingatNya. Amiin.

salam..

21 thoughts on “Tafsir Sandaran Hati

  1. Memang hanya Dia lah yang patut menjadi sandaran di kala hati dan raga ini merasa lemah.

    Lagu religi tanpa lirik yang terkesan menggurui.Noey Letto emang mantap.

    1. iyap bang Jalil. Ini lagu pertama Letto yang saya dalemi maknanya. Kalo denger pas mereka live di acara Maiyahan, biasanya sama Mas Sabrang (Noey) makna lagunya dijelaskan perlarik.

        1. Iya liat live dari dekat. Di Kenduri Cinta, Jakarta. Rata-rata ada pesan spiritual mendalam lagunya Letto, kadang malah tidak ketebak.

          Kapan-kapan saya posting lagi tafsir lagunya Letto.

          1. Wah seru tuh bisa liat live.
            Iya lagunya multitafsir.

            Iya,tolong tafsirkan Sebenarnya Cinta ya kapan2..itu lagu saya suka banget,dari musik serta pemilihan kata buat liriknya.

  2. wah kirain itu lagu cinta-cintaan gitu dulu, lihat di jelaskan kayak gini, jadi hmmmm
    tarik nafas dan keluarkan dengan sangat panjang…
    makasih bang dip, pengingatnya
    dan alhamdulillah bisa membaca di reader lagi 😀

Share Your Thought