Kualitas Album Lagu

Saya pernah membaca tulisan Pak Budi Rahardjo tentang kualitas tulisan. Tulisan Pak Budi Rahardjo di tahun dua ribu sembilan itu mempertanyakan “Haruskah tulisan kita di blog berkualitas?”1. Jenis pertanyaan ini cukup nakal namun menggugah nalar untuk berpikir.

Dari tulisan Pak Budi Rahardjo tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa agar menjadi blog yang populer tulisan tidak perlu terlalu berkualitas. Mantra yang didengungkan Pak Budi Rahardjo adalah “kuantitas lebih menentukan daripada kualitas”.

Hal ini merupakan sudut pandang baru  yang cukup segar bagi saya. Pak Budi Rahardjo menganalogikan jika tulisan kita berkualitas tapi hanya ada satu tulisan dalam satu bulan, maka pengunjung blog hanya akan datang sebulan sekali. Jika blog kamu diperbaharui setiap hari, maka kemungkinan orang untuk mengunjungi blog kamu setiap hari semakin besar. Menurut saya hal ini berlaku untuk blog-blog baru yang mulai merangkak. Untuk blog yang sudah memiliki ratusan konten dan memiliki banyak pembaca setia sebenarnya tak perlu memperbaharui tulisan di blog setiap hari.

Akan tetapi ada juga saran dari bloger lain agar menulis dengan kualitas yang bagus dan tidak perlu setiap hari, namun terjadwal. Hal ini juga bagus dilakukan jika kamu merasa energi ngeblog-mu bakal terkuras habis jika harus ngeblog setiap hari.

Dua paradigma yang saling bertolak belakang ini tak perlulah dipertentangkan atau diperdebatkan. Silahkan saja memilih salah satu yang dirasa cocok. Saya sendiri penganut aliran album lagu dalam ngeblog.

Maksudnya begini, saya menganalogikan ngeblog setiap hari seperti sebuah grup band atau seoarag penyanyi yang mengeluarkan album lagu. Memang grup band atau seorang penyanyi tidak mengeluarkan album setiap hari. Namun saya mengambil analogi bahwa tidak semua lagu enak dalam satu album musik. Atau setiap orang memiliki lagu favorit yang berbeda-beda dari satu album musik.

Mulai mengerti benang merahnya? Satu tulisan dalam blog ini, saya analogikan sebagai sebuah lagu. Kategori dan hashtag, bahkan blog ini saya analogikan sebagai album musik. Maka sangat mungkin satu tulisan saya disukai dan tulisan lainnya tidak. Selera setiap pembaca berbeda-beda. Saya hanya memperbesar peluang agar tulisan saya dibaca dan ada manfaat yang bisa dituai.

Kembali tentang tulisan berkualitas, kira-kira apa saja sih kriteria sebuah tulisan disebut berkualitas. Apakah dari panjang dan pendek tulisan, atau dari rangkaian diksi yang apik atau kah dari alur berpikir dan bertutur yang jernih. Menurut saya, tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang menyampaikan pesan dan pesan itu bisa diterima dengan baik oleh pembacanya. Tak peduli apakah tulisan panjang atau pendek, diksinya sederhana atau akrobatik, alur lugas jernih atau berliku.

Maka dari itu, untuk tulisan-tulisan selanjutnya di blog ini, kemungkinan akan saya buat pendek-pendek, hanya beberapa paragraf saja. Harapannya hikmah atau pesan dalam tulisan-tulisan pendek itu nantinya tetap tersampaikan.

Alasan lainnya adalah padatnya jadwal pekerjaan mendekati bulan Ramdhan tahun ini. Maka ada rutinitas yang perlu saya mampatkan alokasi waktunya. Menulis konten untuk blog menjadi salah satu rutinitas yang saya mampatkan waktunya. Semoga berkenan.

Salam..
DiPtra

Revolusi Industri 4.0

Komoditas baru dalam revolusi industri volume empat adalah data. Sebagian orang menyatakan bahwa data merupakan nilai tukar mata uang baru. Sebagai contoh, perusahaan seperti Facebook, menjual data penggunanya untuk disaring untuk kemudian dijual kepada pengiklan. Data pengguna yang sudah disaring ini sangat diperlukan oleh pengiklan untuk mendapatkan calon pembeli atau pelanggan secara lebih spesifik.

Iklan yang diterima oleh setiap orang ketika mengaskses Facebook maupun media sosial lainnya menjadi lebih relevan dan tepat sasaran. Seorang yang memiliki minat terhadap fashion akan menerima iklan yang berbeda dengan orang yang memiliki minat terhadap teknologi. Kasus di atas hanyalah salah satu contoh pemanfaatan data sebagai komoditas baru.

Saat ini merupakan era transisi antara revolusi industri ketiga dengan revolusi industri keempat. Revolusi Industri antra ini kita sebut saja sebagai revolusi industri ketiga setengah (three point five). Revolusi industri ketiga setengeh ini merupakan jalan penghubung otomasi peralatan dengan data yaitu era informasi.

Era informasi ini ditengarai dengan perkembangan internet di awal millenium kedua. Perkembangan teknologi telekomunikasi selular yang begitu pesat beberapa tahun ini mempercepat proses transformasi menuju revolusi industri volume empat.

Salah satu grand design revolusi industri volume empat adalah pemanfaatan internet of thing (IoT). Grand design ini berambisi menginterkoneksikan segala perangkat yang ada dengan internet. Misalnya AC di dalam suatu gedung bisa dikontrol dari tempat yang jauh. Pada tingkatan yang lebih advance, bisa jadi industri di masa depan tidak ada lagi campur tangan manusia dalam proses produksinya.

Jika semua proses produksi untuk kebutuhan manusia bisa dikerjakan semuanya oleh mesin-mesin digital yang sudah terotomatisasi dan terintegrasi secara global besar kemungkinan taraf kebahagiaan hidup manusia akan meningkat.

Namun dari perkembangan revolusi industri dari volume ke volume lainnya, tingkat ketergesaan dan kebahagiaan manusia saya perhatikan semakin menipis. Contohnya di jalanan kota-kota besar yang penuh sesak dengan kendaraan dan polusi udara, kesabaran manusia makin menipis.

Waktu untuk bercengkrama dengan keluarga semakin sempit. Obrolan hangat antar kolega diganggu oleh notifikasi smartphone yang tiada henti menimpali obrolan. Hingga saya mengambil kesimpulan bahwa istilah smartphone memiliki arti gadget yang kita miliki, sangat pintar sekali mencuri perhatian kita dengan notifikasi sehingga melalaikan hal-hal terpenting dalam hidup.

Humans are starting to live for documenting life events with photos and online posts, instead of actually living for the event.

Salam..
DiPtra

Revolusi Industri 3.0

Revolusi industri volume tiga ditengarai oleh perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri. Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Industri manufaktur, industri kesehatan, industri pertanian dan sebagainya.

Otomatisasi peralatan industri menggantikan peran manusia dalam prosesnya. Pada satu sisi perkembangan teknologi digital ini mempermudah pekerjaan manusia. Akan tetapi pada sisi yang lainnya ada resistensi dari para pekerja yang merasa pekerjaannya terancam tergantikan oleh peralatan yang mampu bekerja secara otomatis.

Perkembagan perangat komputer yang begitu pesat hingga awal millenium kedua juga membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia. Ragam aktifitas sebagian besar manusia mulai terintegrasi dalam perangkat komputer.

Jika ditelaah lagi, semestinya kemajuan teknologi digital ini mempermudah pekerjaan manusia. Sehingga pada gilirannya nanti potensi-potensi terpenting  manusia untuk berpikir, berkarya, mendidik, memimpin dan menelusuri jejak spiritual akan menjadi lebih optimal.

Namun pada kenyataannya, revolusi Industri volume tiga ini malah semakin menebalkan dinding-dinding materialisme di hati anak manusia. Apakah ini sebentuk modernisasi yang salah kaprah..?

Satu hal yang perlu kembali ditekankan, perkembangan teknologi digital dengan cepat mengubah sejarah manusia bagaikan sebilah pisau. Jika digunakan pada hal yang tepat maka akan dirasakan manfaatnya. Begitu juga jika terjadi penyalahgunaan perkembangan teknologi maka kerusakanlah yang ditimbulkan.

Salam..
DiPtra

Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri kedua ditandai dengan pengembangan energi dan perlatan listrik oleh ilmuwan dan menerapkannya dalam industri. Nama besar Tesla dan Edison mewarnai perkembangan revolusi industri tahap dua.

Dari sejarah tentang perkembangan teknologi energi listrik, Tesla dan Edison merupakan rival dalam pengembangan kelistrikan. Dalam rivalitas ini Tesla mengembangkan listrik arus bolak-balik (AC) sedangkan Edison mengembangkan listrik arus searah (DC). Dalam perkembangan revolusi industri selanjutnya, dua macam arus listrik ini saling melengkapi.

Untuk revolusi industri kedua lebih menitikberatkan pada penggunaan motor-motor listrik. Khususnya motor listrik arus bolak-balik yang dikembangkan oleh Tesla. Tesla berhasil mengembangkan teknologi listrik arus bolak-balik mulai dari pembangkitan, transmisi hingga penggunaannya pada peralatan listrik.

Pertanyaan pada revoulusi industri pertama kembali diajukan pada revolusi industri kedua. Apakah revolusi Industri kedua memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada umat manusia?

Entahlah saya tidak bisa menjawabnya. Revolusi industri kedua terjadi saat perang dunia pertama dan kedua terjadi.

Salam..
DiPtra

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri pertama ditandai dengan dikembangkanya mesin uap oleh James Watt. Pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin uap.

Industrialisasi berkembang dengan pesat. Produksi barang kebutuhan masyarakat bisa diproduksi dengan lebih mudah dan secara masal. Kemudian apakah kesejahteraan masyarakat meningkat dengan dikembangkannya mesin uap?

Dari catatan sejarah dapat kita ketahui bahwa penjajahan ketika revoulusi industri pertama terjadi masih banyak terjadi di belahan bumi. Jadi apakah revolusi Industri pertama memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada umat manusia?

Ataukah revolusi industri pertama hanya menguntungkan segelintir manusia dan menindas manusia lainnya? Entahlah, pertanyaan-pertanyaan berat macam ini tak bisa dijawab dalam tulisan-tulisan singkat macam ini.

Satu hal yang pasti, revolusi industri pertama mengubah cara-cara memproduksi barang yang secara langsung juga mempengaruhi pola-pola perekonomian dunia. Revolusi industri pertama memicu lahirnya revolusi industri lanjutan di tahun-tahun berikutnya.

Salam..
DiPtra

Menulis Tiga Puluh Hari

Jika menengok kembali pada bulan April yang lalu, sejak tanggal dua belas, blog ini rutin saya isi setiap hari. Hal ini saya maksudkan untuk memasukkan aktivitas ngeblog sebagai salah satu prioritas yang seharusnya saya lakukan. Alasan saya sederhana, yaitu untuk melatih skill menulis saya.

Melatih diri untuk bisa menuai hikmah dari setiap kejadian dan peristiwa. Selain itu dengan memaksakan diri menulis, khususnya hal-hal positif setiap hari, maka secara tidak langsung memacu saya untuk selalu berpikiran positif.

Dalam buku Quantum Writing karya Hernowo, aktivitas menulis merupakan salah satu bentuk terapi jiwa. Dengan menulis insyaa Allah jiwa akan menjadi lebih sehat. Wallahu’alam.

Salam..
DiPtra

Serangan Kolom Komentar

Kamis lalu, tiba-tiba ada beberapa notifikasi komentar masuk dari aplikasi WordPress di handphone saya. Dalam waktu hampir bersamaan notifikasi komentar-komentar itu masuk.

IMG_5641
Serangan Spam dengan bahasa Alien

Sebagai bloger, tentu ada rasa senang ketika sebuah tulisan yang tertuang di blog mendapat respon dari pembacanya. Tapi rasa senang akan berubah menjadi jengkel ketika mendapati komentar yang masuk adalah komentar spam. Haiish ini sih namanya menyebalkan sekali.

Yaah namanya juga orang usaha, berbagai cara dilakukan. Entah apa tujuan dari spammer yang menyerang lapak komentar blog ini. Padahal dari sisi lalu-lintas pengunjung blog saya ini tidak rame-rame amat. Hmm entahlah.

Komentar spam masuk karena pada dashboard WordPress blog ini saya men-setting untuk menerima semua komentar yang masuk di kolom komentar. Hmm ini sih dikarenakan keteledoran saya sebenarnya.

Saya menganggap fitur Akismet yang disediakan oleh WordPress cukup kebal menahan serangan komentar spam. Akan tetapi pada kasus yang saya alami, pertahanan  Akismet akhirnya jebol juga. Saya belum melaporkan insiden ini kepada pihak WordPress.

Untuk menanggulangi hal ini, maka saya merubah setting-an kolom komentar di blog ini. Komentator minimal sudah pernah mendapatkan sekali persetujuan dari saya untuk meninggalkan komentar. Hal ini saya maksudkan sebagai verifikasi komentator dan langkah preventif terhadap serangan spammer di masa yang akan datang.

Jadi kalau kamu baru kali pertama meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf jika komentar kamu tidak langsung muncul di kolom komentar. Tapi kalau kamu sudah pernah meninggalkan komentar sebelumnya dan mendapat peretujuan dari saya, maka komentar kamu akan langsung muncul di kolom komentar.

Berikut ini cara men-setting kolom komentar di blog melalui aplikasi WordPress di handphone.

1. Masuk pada tab Settings

IMG_5645.PNG
pilih bagian Discussion pada tab Settings

 

2. Pilih bagian automatically Approve

IMG_5646
Pilih opsi Automatically Approve

 

3. Pilih Opsi Known User’s Comments

IMG_5644.PNG
Pilih Opsi Known User’s Comments

Salam..
DiPtra