Sunday, 21 May 2017

Revolusi Industri 1.0

IMG_5661

Revolusi industri pertama ditandai dengan dikembangkanya mesin uap oleh James Watt. Pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin uap.

Industrialisasi berkembang dengan pesat. Produksi barang kebutuhan masyarakat bisa diproduksi dengan lebih mudah dan secara masal. Kemudian apakah kesejahteraan masyarakat meningkat dengan dikembangkannya mesin uap?

Dari catatan sejarah dapat kita ketahui bahwa penjajahan ketika revoulusi industri pertama terjadi masih banyak terjadi di belahan bumi. Jadi apakah revolusi Industri pertama memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada umat manusia?

Ataukah revolusi industri pertama hanya menguntungkan segelintir manusia dan menindas manusia lainnya? Entahlah, pertanyaan-pertanyaan berat macam ini tak bisa dijawab dalam tulisan-tulisan singkat macam ini.

Satu hal yang pasti, revolusi industri pertama mengubah cara-cara memproduksi barang yang secara langsung juga mempengaruhi pola-pola perekonomian dunia. Revolusi industri pertama memicu lahirnya revolusi industri lanjutan di tahun-tahun berikutnya.

Salam..
DiPtra

Saturday, 20 May 2017

Menulis Tiga Puluh Hari

IMG_5668

Jika menengok kembali pada bulan April yang lalu, sejak tanggal dua belas, blog ini rutin saya isi setiap hari. Hal ini saya maksudkan untuk memasukkan aktivitas ngeblog sebagai salah satu prioritas yang seharusnya saya lakukan. Alasan saya sederhana, yaitu untuk melatih skill menulis saya.

Melatih diri untuk bisa menuai hikmah dari setiap kejadian dan peristiwa. Selain itu dengan memaksakan diri menulis, khususnya hal-hal positif setiap hari, maka secara tidak langsung memacu saya untuk selalu berpikiran positif.

Dalam buku Quantum Writing karya Hernowo, aktivitas menulis merupakan salah satu bentuk terapi jiwa. Dengan menulis insyaa Allah jiwa akan menjadi lebih sehat. Wallahu’alam.

Salam..
DiPtra

Friday, 19 May 2017

Serangan Kolom Komentar

Kamis lalu, tiba-tiba ada beberapa notifikasi komentar masuk dari aplikasi WordPress di handphone saya. Dalam waktu hampir bersamaan notifikasi komentar-komentar itu masuk.

IMG_5641
Serangan Spam dengan bahasa Alien

Sebagai bloger, tentu ada rasa senang ketika sebuah tulisan yang tertuang di blog mendapat respon dari pembacanya. Tapi rasa senang akan berubah menjadi jengkel ketika mendapati komentar yang masuk adalah komentar spam. Haiish ini sih namanya menyebalkan sekali.

Yaah namanya juga orang usaha, berbagai cara dilakukan. Entah apa tujuan dari spammer yang menyerang lapak komentar blog ini. Padahal dari sisi lalu-lintas pengunjung blog saya ini tidak rame-rame amat. Hmm entahlah.

Komentar spam masuk karena pada dashboard WordPress blog ini saya men-setting untuk menerima semua komentar yang masuk di kolom komentar. Hmm ini sih dikarenakan keteledoran saya sebenarnya.

Saya menganggap fitur Akismet yang disediakan oleh WordPress cukup kebal menahan serangan komentar spam. Akan tetapi pada kasus yang saya alami, pertahanan  Akismet akhirnya jebol juga. Saya belum melaporkan insiden ini kepada pihak WordPress.

Untuk menanggulangi hal ini, maka saya merubah setting-an kolom komentar di blog ini. Komentator minimal sudah pernah mendapatkan sekali persetujuan dari saya untuk meninggalkan komentar. Hal ini saya maksudkan sebagai verifikasi komentator dan langkah preventif terhadap serangan spammer di masa yang akan datang.

Jadi kalau kamu baru kali pertama meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf jika komentar kamu tidak langsung muncul di kolom komentar. Tapi kalau kamu sudah pernah meninggalkan komentar sebelumnya dan mendapat peretujuan dari saya, maka komentar kamu akan langsung muncul di kolom komentar.

Berikut ini cara men-setting kolom komentar di blog melalui aplikasi WordPress di handphone.

1. Masuk pada tab Settings

IMG_5645.PNG
pilih bagian Discussion pada tab Settings

 

2. Pilih bagian automatically Approve

IMG_5646
Pilih opsi Automatically Approve

 

3. Pilih Opsi Known User’s Comments

IMG_5644.PNG
Pilih Opsi Known User’s Comments

Salam..
DiPtra

Thursday, 18 May 2017

High Heels

Sambil menanti Mas Karso di lobby perusahaan tempat saya bekerja, saya melihat video feature dari perusahaan. Beberapa orang yang menjadi model dalam video feature itu saya kenal. Bahkan salah satunya adalah teman kosan saya.

Ketika video feature sampai pada segment Safety Induction saya memperhatikan satu hal yang cukup menarik. Ketika terjadi bencana di tempat kerja dan pegawai harus melakukan evakuasi, jika pegawai wanita mengenakan highhees, maka mereka harus melepaskannya.

Hal ini nampak di video feature ketika salah seorang pegawai wanita melepaskan highheels-nya ketika hendak berlari untuk evakuasi. Karena dikhawatirkan mudah terjatuh ketika berlari jika masih mengenakan highheels, kecuali kamu mengantongi sertifikat marathon dengan highheels, *emang ada yaa hihi.

Dari kejadian ini saya kembali teringat akan fenomena bahwa wanita adalah salah satu makhluk Tuhan yang paling gemar mempersulit diri sendiri. Sering kali sih demi penampilan agar terlihat oke mereka rela bersusah payah menahan derita.

Coba saja lihat tren fashion wanita. Mulai alis sinchan, bulu mata anti badai, softlens warna-warni, behel kece, legging macan loreng, highheels. Bahkan jika ada lomba tinggi-tinggian highheels niscaya tren highheels egrang akan dikenakan juga.

Tulisan ini hanya memberikan sedikit reminder bagi rekan-rekan pembaca wanita yang kerap mengenakan highheels. Sayangi kesehatan tubuhmu, jangan dikorbankan hanya demi prestis penampilan oke. Kami para lelaki tak melulu melihat penampilan kok

Jadi tenang saja wahai dirimu wanita yang merasa pas-pasan dalam hal penampilan, masih banyak lelaki yang melihat inner beauty, *halaah bahasamu lambe lamis. Percuma dong yaa penampilan seksi, menor, bahenol bin semlohay tapi sakit-sakitan, mau?

Berikut ini ada infografis menarik tentang perbandingan ketika wanita mengenakan flat shoes dan highheels. Semoga bermanfaat.

img_5640
How High Heels Hurt Your Body via pinterest

 

Salam..
DiPtra

Wednesday, 17 May 2017

Tenebris

Di balik kenyamanan-kenyamanan fasilitas yang kita rasakan saat ini, terdapat pihak-pihak yang menukarkan waktu dan tenaganya untuk menjaga keberlangsungan dari fasilitas yang kita gunakan. Pernyataan ini saya dapati ketika melihat pekerja yang sedang membangun jalan layang di seputaran Bandara Soekarno – Hatta.

Di balik kelancaran kendaraan yang berlalu lalang di jalan layang, ada para pekerja yang menggunakan waktu dan tenaganya untuk membangun jalan. Di balik pekerja-pekerja yang membangun jalan layang itu, terdapat orang-orang yang merekayasa dan merencanakan pembangunannya. Mereka juga menghabiskan waktu dan tenaganya untuk merencanakan dan merekayasa pembangunan jalan layang.

Pada bidang yang saya geluti juga sama. Bidang transmisi energi listrik dari pembangkit hingga bisa sampai ke rumah kita. Karena berkecimpung dalam dunia ini, saya juga mengenal “orang-orang gila” yang mengorbankan waktu dan tenaganya. Bahkan rela mengorbankan perasaannya karena berjauhan dengan keluarga.

Hampir semua fasilitas yang kita nikmati di segala bidang terdapat manusia-manusia yang bekerja siang dan malam demi kelancaran layanan. Mulai dari bidang kesehatan, telekomunikasi, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Mendapati kenyataan ini, membuat hati lebih bersyukur karena tidak perlu memusingkan hal-hal mendetail tentang hal-hal itu.

Malu rasanya jika fasilitas-fasilitas itu mengalami gangguan kemudian serta merta sumpah serapah terlontar dari mulut kita. Secara tidak langsung sumpah serapah itu terlontar juga kepada manusia-manusia yang bekerja di balik layar atas fasilitas-fasilitas yang kita nikmati. Manusia-manusia yang bekerja di balik kegelapan untuk mempersembahkan cahaya kenyamanan kepada masyarakat.

We work in the dark to serve the light.
– Assassin’s Creed

Hingga sore hari ini saya belum latihan mindfulness. Sedari pagi jadwal sudah cukup padat guna mengejar penerbangan pagi dari Malang menuju Jakarta. Alhasil saya lupa berlatih mindfulness walaupun tadi ada cukup waktu terluang. Tapi yaa enggak apa-apa sesekali terlupa latihan mindfulness. Mungkin nanti sebelum tidur saya luangkan waktu beberapa menit untuk me-review apa-apa yang terjadi hari ini.

Salam..
DiPtra

Tuesday, 16 May 2017

Mortuus Finem

Mortuus finem dalam bahasa Latin berarti jalan buntu. Begitulah, seharian ini saya asik menemani Raffii bermain. Menyuapinya makan siang. Memandikannya sejam yang lalu. Sekarang dia sudah terkapar di atas kasur diserang pasukan lelap. Keadaan ini membuat saya malas menulis, menikmati momen-momen bersama anak hihi.

Merasa buntu untuk menyampaikan bulir-bulir pemikiran kedalam blog. Mumpung cuti pikir saya. Tapi karena sudah membuat komitmen untuk menulis hasil latihan mindfulness, maka tulisan ini hadir dalam tempo menulis yang sesingkat-singkatnya.

Selama latihan dua belas menit tadi, saya kepikiran apa saja penyebab kebuntuan ide untuk menulis.

Paling tidak ada tiga sebab yang tadi sempat kepikiran. Sebab pertama adalah kosongnya teko. Pikiran ibarat teko. Jika tak ada lagi air yang bisa dikeluarkan dari dalamnya, berarti dia perlu diisi lagi.

Maka untuk menggugah ide tulisan, cara yang bisa ditempuh adalah membaca tulisan di berbagai media. Entah buku, artikel blog, portal berita, running text di televisi, sampai koran bungkus kacang rebus. Isi teko pikiran yang mulai mengering.

Penyebab kedua adalah rasa takut. Perfeksionis dalam tulisan. Ingin tulisan yang disajikan selalu sempurna. Rasa ini juga kerap menghampiri semangat saya untuk menulis.

Atau takut ide-ide yang akan disampaikan menyinggung dan menghadirkan kontroversi. Untuk mengatasi hal ini perlu latihan cu3k (mau protes yaa kenapa huruf e-nya saya ganti menjadi angka 3..? Hanya menyiratkan sisa-sisa kealayan masa lalu 😂).

Sebab terakhir adalah terlalu larut dengan kejadian yang menimpa sehari-hari. Ketika terlalu larut dengan apa yang sedang terjadi, sering kali membuat kita lepas kesabaran dan emosi.

Jika menahan kesabaran dan emosi saja tak bisa, apalagi jika harus mengambil pelajaran dari kejadian sehari-hari. Besar kemungkinan tak akan terpikirkan.

Nah, pada penyebab ketiga inilah berlatih mindfulness dapat melatih otot kesabaran dan kesehatan pikiran kita.

Mungkin sekian dulu curhat receh hari ini. Moga bermanfaat. Sebagai penutup, aplikasi Still yang saya gunakan sebagai timer latihan mindfulness, selalu memberikan kata-kata inspirasi setiap selesai sesi latihan. Kali ini aplikasi Still menyampaikan kata-kata inspirasi dari Eckhart Tolle.


Salam..
DiPtra

Monday, 15 May 2017

Satu Bulan Latihan Mindfulness

Kalau melihat catatan latihan mindfulness di aplikasi, sudah satu bulan saya berlatih. Apakah ada manfaat yang saya rasakan selama berlatih satu bulan ini..? 

Paling tidak ada dua manfaat yang saya rasakan selama rutin berlatih mindfulness. Pertama, mereduksi insomnia yang kerap saya alami. Dengan memperhatikan aliran nafas, tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

History aplikasi Still untuk berlatih Mindfulness

Keadaan rileks ini pada akhirnya membantu untuk mempercepat terlelap. Juga membantu agar pikiran tidak terbang kesana dan kemari.

Manfaat kedua yang saya rasakan adalah menjadi lebih bisa menikmati momen saat ini di mana pun saya berada. Walau tak selalu bisa menikmati momen saat ini, paling tidak saya lebih menikamti proses being present.

Dengan being present, angin berhembus yang menyapa kulit terasa lebih nikmat. Kicauan burung  di atas dahan-dahan pohon terdengar lebih merdu.

Perjalanan berlatih mindfulness masih panjang. Belum waktunya berpuas diri.

Salam..
DiPtra

Sunday, 14 May 2017

Less Connection

Liburan. Waktunya mengurangi aktifitas bersama smartphone. Menulis blog ini pun dikondisikan sesingkat mungkin. Karena di hari Ahad, saya ingin merutinkan internet free atau disconnect dari sambungan internet.

Asiknya, hingaa hari Selasa tanggal tujuh belas Mei esok, saya meliburkan diri. Jadi periode disconnect dari sambungan internet diperpanjang. Hehe.

Hari ini berlatih mindfulness di tempat potong rambut. Rambut saya sudah gondrong dan mulai menuai protes. Merasai rambut yang terpotong. Mas-mas yang motong rambut saya tadi nampaknya masih magang di tempat langganan potong rambut.

Gatel di area kening yang menggoda untuk digaruk ketika rambut dipotong, benar-benar melatih kesabaran dan keasikan berlatih mindfulness.

Berikut ini ada video menarik tentang manfaat berlatih mindfulness. Biasa, saya nyomot dari Youtube.

Salam..
DiPtra

Saturday, 13 May 2017

Negatif

Selama ini saya mempercayai teori resonansi. Sesuatu yang sefrekuensi akan saling menggetarkan. Hingga ditariklah kesimpulan bahwa orang dengan frekuensi tertentu akan menarik orang lain yang sefrekuensi dengannya.

Misalnya, orang-orang yang gemar bermain musik memiliki frekuensi yang sama. Sehingga sering kali berkumpul dalam sebuah grup band ataupun orkestra.

Para pedagang saling berkumpul membentuk pasar. Karena mereka memiliki frekuensi yang sama dalam hal perdagangan.

Kemarin teman saya keceplosan curcol, suasana liburan bersamanya menjadi awkward. Hal ini dikarenakan ada salah satu peserta liburan yang menguar keluhan.

Akhirnya teman saya ini ketularan suasana negatif. Padahal selama ini saya mengenalnya sebagai sosok yang selalu bersemangat, dipenuhi aura positif.

Dari cerita teman saya itu, pada satu sisi, teori resonansi tidak berlaku. Teman saya yang yang beraura positif tidak selalu berkumpul dengan yang positif. Kali ini jiwa dengan aura positif menarik jiwa beraura negatif.

Tapi pada sisi yang lain teori resonansi masih berlaku. Kenegatifan salah satu peserta liburan bersama itu, hanya memancing sisi negatif yang tak ditampakkan oleh teman saya ini. 

Setiap jiwa dibekali dengan dasar-dasar yang positif dan negatif. Tergantung kepada jiwa itu akan memiliki kecenderungan ke sisi mana dan kemauan mengikuti kecenderungan itu.

Dalam teori mindfulness ada pemikiran agar melihat segala sesuatu secara netral, apa adanya. Tanpa memberikan judgement atau pun sentimental.

Namun pada beberapa kesempatan, saya mendapati bersikap netral juga harus proporsional. Beberapa kali saya mendapati teman-teman yang juga berlatih mindfulness yang mencoba bersikap netral agak kebablasan.

Ibarat mobil, jika gigi presneling tetap berada pada titik netral, maka sekancang apapun pedal gas ditekan, mobil tak akan bergerak maju.

Salam..
DiPtra

p.s. latihan mindfulness hari ini dilakukan di atas kereta. Penuh bising karena riuh roda kereta beradu dengan rel kereta. Tujuhbelas menit berlatih dalam goyangan kereta api Majapahit.

Friday, 12 May 2017

Pulang

Seharian ini eksperimen manajemen waktu menggunakan Microsoft Outlook Calendar. Kali ini saya mencoba metode Time Blocking1 temuan Cal Newport.

Prinsip metode Time Blocking cukup sederhana. Pertama, menentukan durasi waktu tiap poin pekerjaan. Kedua, mengesampingkan distraksi. Dan yang terakhir, evaluasi efisiensi dan efektifitas penentuan durasi waktu.

Oh iya, penentuan target boleh juga dimasukkan dalam prinsip manajemen waktu ala Time Blocking. Target hari ini sih, pekerjaan yang sempat tertunda beberapa waktu lalu kelar sebelum jam lima sore. Karena saya harus ke stasion Pasar Senen untuk pulang kampung ke Malang.

Alhamdulillah, walau ada satu dua distraksi, target pekerjaan yang direncanakan selesai. Saya berpendapat, bahwa dengan menentukan target, fokus akan lebih terjaga walaupun ada distraksi dari sekitar.

Akhirnya, mau tidak mau saya nulis blog ini di dalam kereta Majapahit dari stasion Pasar Senen menuju Malang. Lumayan lama juga, lima belas jam lima puluh menit durasi perjalanan dari Jakarta ke Malang.

Perjalanan kali ini dapat nomor kursi 18B di gerbong 6. Di depan saya duduk seorang bapak dengan kisaran usia enam puluh tahun. Di sebelahnya ada mbak-mbak berjilbab kuning berjaket hitam.

Si bapak turun di Cirebon. Si mbaknya turun di Solo. Di sebelah saya juga ada seorang bapak dengan kepala plontos berkaos polo merah.

Perjalanan kereta api enam belas jam. Sebagian teman saya berujar lama banget perjalanannya. Tapi karena sudah terbiasa, jangka waktu enam belas jam tidaklah terlalu lama.

Hal yang paling susah untuk diatasi dalam menempuh perjalanan dengan durasi waktu cukup lama adalah perkara kebosanan. Dulu awal-awal naik kereta api jurusan Jakarta – Malang bosan sekali rasanya berada di dalam kereta.

Tapi dengan menikmati suasana di dalam kereta. Lalu-lalang petugas kereta maupun penumpang lainnya. Goyangan-goyangan kereta ketika bermanuver dan sebagainya cukup menarik ketika diperhatikan dengan seksama.

Menikmati saat ini di segala tempat yang disinggahi adalah salah satu kunci menikmati hidup. Dari sini saya menarik kesimpulan bahwa berlatih mindfulness merupakan salah satu cara untuk menikmati hidup. Karena dalam mindfulness ditekankan untuk hadir secara utuh di saat ini. Being present.

Salam..
DiPtra

p.s seperti kemarin, hari ini cuma latihan mindfulness sebelas menit. Itupun di ruang tunggu kereta di Stasion. Latihan hening di tempat ramai menjadi tantangan tersendiri.