Puasa Nafsu, Puasa Jiwa

Setelah membahas puasa mulut, puasa perut dan puasa otak, puasa pikiran maka macam-macam puasa itu memiliki kaitan dengan puasa nafsu atau puasa jiwa. Pada fase pertama puasa mulut, puasa perut bertujuan untuk melemahkan dan menakar ulang kebutuhan akan jasad terhadap makanan.

Puasa Otak, Puasa Pikiran

Sebagai kesimpulan, maka tidaklah mengherankan ketika berpuasa kita sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Memeperbanyak sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan macam-macam amal shaleh lainnya. Hal ini dilakukan demi memperkuat ingatan dan kesan yang diterima oleh otak akan kegiatan-kegiatan yang baik.

Puasa Informasi

Kayaknya sih bisa, karena puasa informasi bisa mengurangi potensi masuknya informasi-informasi hoax dan berbau ghibah. Lebih tepatnya sih bukan puasa informasi kali yaa, tapi memfilter informasi. Tapi yaa gimana dong, kan ketika proses memfilter itu mau tak mau baca sekilas informasi yang nantinya bakal dikesampingkan.

Puasa Perut, Puasa Mulut

Perut hanya mampu menampung dan mengolah makanan dalam kapasitas tertentu. Perut memiliki batasan. Sedangkan mulut yang berfungsi sebagai pengolah awal dan pintu masuk makanan tidak memahami batasan ruang. Parameter yang dikenal oleh mulut adalah rasa-rasa makanan. Rasa makanan yang diterjemahkan mulut sebagai rasa gurih, manis, asin, asam, dan pahit yang dikandung makanan adalah parameter yang dikenal oleh mulut. Rasa-rasa makanan itu didefinisikan oleh mulut kedalam logika biner enak dan tidak enak. Sesederhana itu.