d i p t r a

repost

Tilik Bayi

Ada tulisan bagus. Bukan tulisan saya sih. Tulisannya Gus Ulil Abshar Abdalla di FB.

Tulisan tentang budaya “Tilik Bayi”. Budaya menjenguk bayi yang baru lahir.

Ceritanya Gus Ulil lagi menjenguk anak ketiga dari Kyai Moqsith. Kemudian lahirlah tulisan pendek yang menarik.

Saya cuplik saja dua paragraf pertama. Karena titik beratnya ada di situ.

Kelahiran manusia adalah momen yang spesial. Setiap manusia yang lahir menandakan bahwa Tuhan sedang “tajalli” atau “menampakkan diri” di dunia. Karena itu, yang patut dirayakan bukan saja kelahiran Yesus dan Nabi Muhammad, melainkan kelahiran setiap manusia.

Itulah sebabnya, tradisi “tilik bayi” muncul dan berkembang di hampir semua masyarakat manusia di manapun. Ketika seorang bayi lahir, para kerabat dan sahabat nenengok dan merayakan momen kegembiraan itu, ditandai dengan sebuah simbol, yaitu “kado”.`

Kebetulan, beberapa pekan yang lalu dua rekan kerja saya juga mendapat anggota keluarga baru. Satu bayi perempuan dengan nomor urut anak keempat. Satu lagi bayi lelaki dengan nomor urut anak ketiga.

Sayangnya si bayi lelaki lahir mendekati jadwal libur panjang akhir tahun. Belom sempat di-“tilik bayi” rame-rame.

Salam, DiPtra

#repost