Yang Tak Kasat Mata

IMG_5667

Mata saya tertuju kepada surat Shad ayat tujuh puluh enam. Sebuah ayat yang menceritakan penyebab keengganan iblis menolak perintah Tuhan. Iblis menolak untuk memberikan penghormatan kepada Nabi Adam dengan alasan bahwa dia merasa lebih mulia daripada Nabi Adam. Merasa lebih mulia karena diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah. Singkat cerita, pembangkangan iblis disebabkan oleh kesombongan. Kesombongan yang membuat dirinya terusir dari surga.

Penyebab kesombongan Iblis dikarenakan merasa lebih mulia. Unsur api dirasa lebih mulia daripada unsur tanah menurut Iblis. Dalam hal ini saya menarik kesimpulan bahwa Iblis melihat kemuliaan hanya sebatas bungkus materi yang menyelubunginya.

Jadi, boleh dibilang saya menyamakan paham materialisme sebagai pahamnya Iblis. Karena paham materialisme menganggap unsur kebendaan yang kasat mata adalah penentu kemuliaan dan kesuksesan. Orang berpakaian perlente dan berpakaian necis kemudian mengendarai mobil mewah, tentulah dianggap lebih disegani daripada pengamen di pinggir jalan. Padahal sama-sama manusianya, sama-sama ciptaan Tuhan.

Maka dari itu, puasa di bulan Ramadhan dihadiahkan kepada umat manusia agar manusia melepaskan diri dari paham materialisme ini. Dengan puasa, diharapkan manusia mampu melepaskan potensi-potensi keiblisan dalam dirinya sehingga mampu melihat nilai-nilai yang tak kasat mata. Nilai-nilai esensial yang Malaikat rela melakukan sujud penghormatan kepada Nabi Adam.

Salam..
DiPtra

p.s Ā terinspirasi dari kitab Sirrul Asrar

2 thoughts on “Yang Tak Kasat Mata

Share Your Thought