Tak Keluar di Reader WordPress

Beberapa bulan lalu saya menggunakan fitur domain mapping yang disediakan oleh WordPress.com. Alasan sederhana yang saya waktu itu adalah tak ingin repot dengan urusan hosting dan tetek bengek-nya.

Alasan keduanya adalah, saya pingin selow ajah berinteraksi dengan teman-teman sesama pengguna WordPress.com lainnya. Karena saya melihat evolusi WordPress.com dari tahun ke tahun yang semakin membaik. Tidak hanya melulu fokus pada pengembangan CMS, namun juga mulai menyentuh sisi media sosial dan interaksi. Automattic perusahaan yang menaungi WordPress.com mulai membentuk WordPress.com sebagai platform layaknya media sosial.

Yaak, setelah mapping domain diptra.com terhubung dengan blog saya di WordPress.com saya mulai menikmati ngeblog dengan tampilan editor baru WordPress.com.

Ternyata permasalahan di Reader WordPress.com ketika saya menggunakan selfhosted blog belum juga teratasi. Masalah yang saya hadapi pada Reader WordPress.com adalah tidak munculnya tab komentar di bawah snippet tulisan. Semacam menyusahkan pembaca jika ingin meninggalkan jejak melalui Reader WordPress.com. Jadi pembaca harus mengunjungi halaman blog saya dulu melalui browser untuk meninggalkan komentar.

Beberapa waktu kemudian malah terjadi hal yang lebih parah. Tulisan terbaru saya tidak muncul di Reader WordPress.com. Walah lha kok malah makin runyam urusannya ketika saya menggunakna fitur domain mapping dari WordPress.com.

Beberapa waktu lalu di akhir tahun 2016, saya mengajukan request untuk domain mapping untuk page publication ini kepada pihak Medium. Alhamdulillah disetujui untuk domain mapping diptra.com ke page publication Medium milik saya. Namun saya telat untuk mengeksekusinya. Akhirnya ticket untukmelakukan domain mapping dari pihak Medium kadaluarsa.

Kini untuk melakukan domain mapping, Medium merubah aturannya. Pengguna Medium dikenakan biaya $75 per-domain yang ingin di-mapping. Biaya $75 ini dikenakan sekali saja. Sehingga untuk selanjutnya tinggal memperpanjang sewa domain saja.

Sedangkan domain mapping pada WordPress.com, selain membayar sewa domain, kita juga tetap harus membayar biaya domain mapping pertahun sebesar $13. Tapi kalo dihitung-hitung ulang sih masih lebih murah menggunakan mapping domain dari WordPress.com jika rencana blog kita selama lima tahun. Lebih dari lima tahun, maka domain mapping pada Medium akan lebih murah.

Tapi yaa kalo dipikir-pikir lagi, ngeblog dengan konsistensi selama lima tahun itu bukanlah hal yang mudah. Saat ini saja baru jalan tiga tahun rutin ngeblog dan itu pun sesekali tertatih-tatih. Baru menemukan feel ngeblog itu dua tahun belakangan ini.

Oh iya terakhir, penyedia persewaan domain (lokal) yang saya gunakan saat ini agak sedikit nggaphlek’i. Manajemen domain yang dimiliki kurang bagus. Masalahnya adalah, saya sudah terlanjur menyewa domain hingga Februari tahun 2019. Setelah itu mungkin saya akan mempertimbangkan untuk memindahkan tempat menyewa domain.

Antarmuka editor yang dimiliki oleh Medium sangatlah memanjakan untuk menulis. WordPress pun akhir-akhir ini saya lihat mulai meniru antarmuka editor yang dimiliki oleh Medium.

Kabarnya WordPress sedang mengembangkan editor dengan codename Gutenberg Project. Saat ini Gutenberg Editor masih berupa plugin pada WordPress selfhosted.Tak sabar rasanya untuk mencobanya pada WordPress.com.

Berikut ini informasi mengenai Gutenberg Project pada WordPress.com via Youtube.

Sekian dulu curhatan tentang Medium dan WordPress kali ini. Saya mau jalan-jalan dulu mumpung masih dalam suasana liburan.

Salam..
DiPtra.


Featured image by Sam Wheeler on Unsplash

11 thoughts on “Tak Keluar di Reader WordPress

  1. baru dengar aku soal domain mapping..

    tapi gini, ada blog temanku dia setelah berubah jadi TLD, yang biasanya muncul di reader wordpressku sekarang gak muncul. lalu ada juga yang muncul tapi gak muncul kolom komentar jadi aku harus kunjungi ke blognya. itu karena apa ya mas diptra?

    1. Nah kasus itu sudah lengkap saya alami semua Koh. Entahlah saya juga belum tau pasti apa penyebabnya. Hanya bisa meraba-raba saja penyebabnya. Bisa jadi karena beberapa hal ini:

      themesnya tidak bisa ngobrol dengan platform wordpress.com yang baru, nama platformnya Calypso
      sinkronisasi plugin jetpack yang menghubungkan wordpress dengan calypso masih belum berjalan dengan baik
      bug Calypso. Mengingat platform baru wordpress.com ini masih tergolong baru jadi wajar jika ada bugnya.
      minta upgrade layanan berbayar mungkin 😅

      Harapannya core wordpress yang menggunakan bahasa pemrograman php, MySQL, dan CSS bisa segera migrasi menggunakan javaScript. Seperti halnya platform Ghost.

    1. Iyaaa begitulah mba Kun. Saya beneran syeediih. Padahal salah satu alasan saya pindahan pake wordpress.com biar bisa muncul tab comment. Eh malah tambah parah hiks.

Share Your Thought