The Nun Kok Gini?

Horror Movie

Semalem saya nekad. Sendirian tanpa mengajak teman nonton The Nun. Tanggal 5 September 2018 rilis di Indonesia. Di depan kantor kebetulan ada bioskop CGV. Awalnya pun sedikit ragu nonton The Nun sendirian. Ini semacam nonton dadakan.

Memberanikan diri untuk nonton. Lebih tepatnya penasaran atas asal muasal hantu Valak. Semenjak muncul di The Conjuring 2, sosok ini menjadi ikonik. Sekaligus membuat penasaran. Karena hanya muncul masif di akhir cerita The Conjuring 2. Sosok Valak pun sekaligus menjadi plot twist.

Hal yang membuat penasaran adalah sosok suster gereja ditokohkan sebagai sosok antagonis. Jahat luar biasa. Menjadi otak teror mencekam dalam The Conjuring 2. Juga asal-usulnya tentu menarik untuk digali.

Karena dalam mitologi setan-setanan, sosok Valak tidak berwujud suster gereja. Melainkan ditokohkan sebagai anak kecil yang mengandarai naga bekepala dua.

valak asli

Durasi film The Nun sekitar 90 menitan. Cukup singkat. Rasa penasaran tentang asal usul Valak belum terjawab maksimal. Mengapa Valak mengambil sosok suster gereja rasanya kok mengambang.

Awalnya saya mengira jika suster Irene merupakan sosok yang nantinya menjadi Valak. Sedari awal keluar dalam scene, Valak sudah berwujud suster gereja.

Menurut saya kisah ini bisa dibuat lebih menarik. Seperti asal-usul Valak mengambil wujud suster gereja dijelaskan.

Saya rasa, seri The Nun dalam The Conjuring universe ini sebagai penghubung kemunculan Valak di film The Conjuring 2. Tentu masih bisa dieksplorasi lagi ceritanya.

Selama menonton film ini saya merasakan keanehan nuansa hantu. Film The Conjuring kental akan nuansa mistis eksorsisme. Nuansa scene film yang gotic sudah sangat bagus terbangun. Namun ketika hantu-hantu suster gereja muncul, rasanya kok bernuansa film zombie.

Apalagi ketika adegan suster-suster berkumpul mematah-matahkan tulang leher. Sebagian penonton dalam bioskop malah tertawa. Adegan ini mengingatkan saya akan salah satu adegan dalam film Insidios.

Banyak adegan jumpscare dalam film ini. Bahkan cukup berlebihan menurut saya. Seperti adegan jumpscare tangan yang ujug-ujug keluar dari pintu, jendela atau tembok. Karena berlebihan malah mengurangi kesan kengeriannya.

Bandingkan dengan adegan tangan Valak yang keluar dari samping bingkai lukisan pada The Conjuring 2. Membuat bulu kuduk merinding dan teriak-teriak.

Yaah mungkin film ini tidak memenuhi ekspetasi saya di awal. Namun untuk kualitas horor yang dihadirkan, pengambilan gambar, setting lokasi, alur cerita sudah layak diganjar rating 7/10.

Dalam The Conjuring universe termasuk Insidios, menurut saya urutan kengeriannya sebagai berikut,

  1. Insidios 2
  2. The Conjuring 1
  3. The Conjuring 2
  4. Insidios 1
  5. The Nun

owh iya untuk seri Annebele tidak saya tonton. Jadi enggak ngerti gimana kengeriannya.

#review #film